• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 24 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Tegarnya Dua Perempuan Mulia dalam Kondisi Pemboikotan

19/06/2023
in Kisah
Kisah dua perempuan mulia di tengah pemboikotan

Foto: Pexels/NEOSIAM 2021

101
SHARES
774
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH tegarnya dua perempuan mulia dalam kondisi pemboikotan ini menjadi inspirasi bagi para Muslimah. Dua perempuan mulia itu adalah Khadijah dan Fatimah.

Saat itu, kaum musyrik Quraisy semakin gencar melakukan serangan. Mereka berkumpul di perkampungan Bani Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama Bani Hasyim dan Bani Muththalib.

Isinya larangan untuk menikah, berjual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan mereka kecuali jika secara sukarela mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Baca Juga: Kisah Perempuan Yang Pernah Tak Memilih Beragama

Kisah Tegarnya Dua Perempuan Mulia dalam Kondisi Pemboikotan

Selesai dibuat, piagam ini digantung di bagian dalam Ka’bah. Bani Hasyim dan Bani Muththalib bergabung menjadi satu, yang mukmin maupun yang kafir, kecuali Abu Lahab.

Mereka mulai diisolir di wilayah kaum Abu Thalib pada malam awal bulan Muharram tahun ketujuh kenabian.

Pemboikoitan itu benar-benar ketat. Bahan makanan sudah habis. Sementara itu kafir Quraisy tidak membiarkan bahan makanan masuk ke dalam pemukiman kaum Abu Thalib.

Bani HAsyim dan Bani Muththalib benar-benar kelaparan. Mereka hanya bisa menanak dedaunan dan kulit binatang. Tidak jarang terdengar suara rintihan anak-anak dan kaum perempuan karena kelaparan.

Saat itu Khadijah telah memasuki usia senja. Namun, ia sedikit pun tidak menampakan kegelisahan dan kesusahan. Ia menjalani semua itu dengan keikhalasan.

Di tengah pedihnya menjalani ujian, Khadijah tak kuasa menahan kesedihan demi melihat anaknya, Fatimah. Saat itu Fatimah berumur lima tahun,

Hati ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya yang masih belia menanggung derita kelaparan sedemikian rupa. Khadijah pun berujar, “Anakku, apakah kiranya yang akan engkau alami sepeninggalanku? Dalam usia semuda ini engkau telah mengalami kesukaran hidup. Dan engkau akan menghadapi cobaan dan penderitaan yang lebih berat lagi.”

Tidak disangka Fatimah menjawab dengan mantap, “Aku tidak apa-apa, Bu. Justru kamilah yang mengkhawatirkan kondisi ibu.”

Inilah dialog dua generasi yang mencengangkan. Khadijah telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang beriman kepada Allah.

Mereka tidak sedikit pun mengkhawatirkan kondisi mereka sendiri. Di tengah ujian yang menyengat, mereka percaya bahwa Allah akan menurunkan pertolongan pada mereka. Dan mereka ikhlas menjalani semua ujian karena yakin akan janji Allah yaitu surga. [Maya Agustiana/Cms]

Tags: Kisah tegarnya dua perempuan mulia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Qurban Menjadi Pelipur Lara bagi yang Belum Bisa Berhaji

Next Post

Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Next Post
Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Mencegah sindrom peter pan

10 Amalan di Bulan Dzulhijjah

Laznas BMH Fokus Pemerataan Distribusi Qurban di Lokasi Paling Membutuhkan

Laznas BMH Fokus Pemerataan Distribusi Qurban di Lokasi Paling Membutuhkan

  • Tujuh Tahun Pernikahan Meyda Sefira dan Jusuf

    Tujuh Tahun Pernikahan Meyda Sefira dan Jusuf

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8096 shares
    Share 3238 Tweet 2024
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5048 shares
    Share 2019 Tweet 1262
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3594 shares
    Share 1438 Tweet 899
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • Perusahaan di Cikarang Wajibkan Karyawannya Shalat Berjamaah

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Jacksen F Tiago Mantap Memeluk Agama Islam

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1976 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1954 shares
    Share 782 Tweet 489
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga