• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 26 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Tegarnya Dua Perempuan Mulia dalam Kondisi Pemboikotan

19/06/2023
in Kisah
Kisah dua perempuan mulia di tengah pemboikotan

Foto: Pexels/NEOSIAM 2021

104
SHARES
800
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH tegarnya dua perempuan mulia dalam kondisi pemboikotan ini menjadi inspirasi bagi para Muslimah. Dua perempuan mulia itu adalah Khadijah dan Fatimah.

Saat itu, kaum musyrik Quraisy semakin gencar melakukan serangan. Mereka berkumpul di perkampungan Bani Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama Bani Hasyim dan Bani Muththalib.

Isinya larangan untuk menikah, berjual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan mereka kecuali jika secara sukarela mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Baca Juga: Kisah Perempuan Yang Pernah Tak Memilih Beragama

Kisah Tegarnya Dua Perempuan Mulia dalam Kondisi Pemboikotan

Selesai dibuat, piagam ini digantung di bagian dalam Ka’bah. Bani Hasyim dan Bani Muththalib bergabung menjadi satu, yang mukmin maupun yang kafir, kecuali Abu Lahab.

Mereka mulai diisolir di wilayah kaum Abu Thalib pada malam awal bulan Muharram tahun ketujuh kenabian.

Pemboikoitan itu benar-benar ketat. Bahan makanan sudah habis. Sementara itu kafir Quraisy tidak membiarkan bahan makanan masuk ke dalam pemukiman kaum Abu Thalib.

Bani HAsyim dan Bani Muththalib benar-benar kelaparan. Mereka hanya bisa menanak dedaunan dan kulit binatang. Tidak jarang terdengar suara rintihan anak-anak dan kaum perempuan karena kelaparan.

Saat itu Khadijah telah memasuki usia senja. Namun, ia sedikit pun tidak menampakan kegelisahan dan kesusahan. Ia menjalani semua itu dengan keikhalasan.

Di tengah pedihnya menjalani ujian, Khadijah tak kuasa menahan kesedihan demi melihat anaknya, Fatimah. Saat itu Fatimah berumur lima tahun,

Hati ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya yang masih belia menanggung derita kelaparan sedemikian rupa. Khadijah pun berujar, “Anakku, apakah kiranya yang akan engkau alami sepeninggalanku? Dalam usia semuda ini engkau telah mengalami kesukaran hidup. Dan engkau akan menghadapi cobaan dan penderitaan yang lebih berat lagi.”

Tidak disangka Fatimah menjawab dengan mantap, “Aku tidak apa-apa, Bu. Justru kamilah yang mengkhawatirkan kondisi ibu.”

Inilah dialog dua generasi yang mencengangkan. Khadijah telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang beriman kepada Allah.

Mereka tidak sedikit pun mengkhawatirkan kondisi mereka sendiri. Di tengah ujian yang menyengat, mereka percaya bahwa Allah akan menurunkan pertolongan pada mereka. Dan mereka ikhlas menjalani semua ujian karena yakin akan janji Allah yaitu surga. [Maya Agustiana/Cms]

Tags: Kisah tegarnya dua perempuan mulia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Selalu Ada yang Harus Ditutupi

Next Post

Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Next Post
Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Laznas BMH Fokus Pemerataan Distribusi Qurban di Lokasi Paling Membutuhkan

Laznas BMH Fokus Pemerataan Distribusi Qurban di Lokasi Paling Membutuhkan

Graduation day 2023 jakarta islamic school

Graduation Day 2023 Jakarta Islamic School Usung Konsep Be My Self, Ajarkan Siswa dan Siswi Lebih Percaya Diri

  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9183 shares
    Share 3673 Tweet 2296
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1954 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1364 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    633 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga