• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 8 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Beda Komunikasi Pria Wanita: Yang Waras Ngalah!

31/01/2020
in Suami Istri
75
SHARES
575
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Meski berpasangan, pria dan wanita tidak selalu memiliki suasana kecerdasan diri yang selaras. Adakalanya, salah satu di antara keduanya berada dalam ego yang manja. Saat itulah, pasangan yang kecerdasan dirinya normal mundur selangkah. Orang sering mengatakannya, “Yang waras ngalah!”

Dikatakan berpasangan menunjukkan dua titik kutub yang berada pada suasana seimbang. Dan seimbang tidak selalu berarti sama. Jika satu kutub bernilai 4, maka kutub berikutnya juga 4. Tapi jika salah satunya berada di nilai minus, maka yang satunya lagi harus lengser sementara di titik minus, agar selisihnya selalu nol.

Teori inilah yang pernah disampaikan ahli fisika seperti Newton. Ia mengatakan bahwa suatu benda tidak akan bergerak alias seimbang jika hasil penjumlahan semua gaya pada benda itu menghasilkan angka nol.

Jika keduanya bernilai plus, walaupun di angka 1, tidak akan ada masalah. Walau minim, tapi tetap seimbang. Tapi jika salah satunya minus, yang satunya lagi jangan memaksakan diri untuk di titik plus. Melainkan mengalah sesaat untuk juga berada di titik minus.

Inilah yang orang sebut dengan istilah mengalah. Mengalah adalah posisi diri yang tidak pada sewajarnya. Posisinya bisa condong ke kiri atau kanan. Dan berada pada posisi tidak normal seperti ini memang berat dan melelahkan. Tapi, anggap saja seperti orang yang sedang berolah raga.

Misalnya, seorang suami pulang ke rumah dengan membawa polutan intrik-intrik kantornya. Ia tiba-tiba menjadi gampang marah. Ketika tiba di rumah, istrinya pas sedang ke toko sebelah untuk membeli keperluan dapur. Pintu rumah belum bisa dibuka karena terkunci.

Setelah akhirnya bertemu, sang suami bilang, “Kamu sudah nggak suka sama aku lagi. Aku pulang, kamu malah pergi!”

Mendapati itu, sang istri berdiam sejenak. Ia berucap, “Maaf ya, Mas. Tadi, aku ke warung buat beli cabe. Maaf jadi nggak bisa nemuin Mas.”

Itulah di antara contoh titik keseimbangan yang diperankan sang istri. Ia cepat menangkap suasana minus ego suami yang berada di titik minus. Ia pun mengalah untuk sejenak berada juga di titik minus atau tidak normal. Meski tidak bersalah, sang istri meminta maaf.

Bayangkan jika sang istri ikutan marah karena merasa dituduh yang tidak-tidak. Titik keseimbangan yang sebenarnya bisa diraih dengan sangat sederhana, akan semrawut tidak karuan.

Langkah keseimbangan itu sangat sederhana. Yaitu, mengalah atau mundur dan condong sejenak.

Dengan catatan, pergeseran ke titik minus dari salah satu pihak tidak terjadi berulang atau permanen. Tapi, hanya insidentil atau sesaat. Tapi jika berlangsung permanen, solusi ini bukan cara yang pas.

Perhatikanlah, berapa beda usia antara Aisyah r.a. dengan Rasulullah saw. Berkisar di atas tiga puluhan tahun. Yang satu pantasnya sudah punya cucu, yang satunya lagi masih seperti remaja. Apa yang dilakukan Nabi yang mulia untuk mencari titik keseimbangan mereka berdua.

Di saat bersama Aisyah, Nabi saw. bergaya seperti pemuda. Ia mau berlomba lari, bercanda, dan lainnya. Suatu gaya yang tidak dilakukan Nabi saw. saat bersama para sahabatnya, yang laki maupun yang perempuan.

Ketika Aisyah menunjukkan rasa manja dan cemburunya, layaknya anak muda yang sedang jatuh cinta, Nabi saw. memberikannya ruang yang luas. Seolah, ia saw. sedang menikmati cemburu kekasihnya.

Apakah Aisyah seperti itu terus selamanya? Tidak. Pelan tapi pasti, Aisyah bergerak menuju titik keseimbangan yang dimiliki sang suami saw.: menjadi bijak, dan penuh hikmah.

Jadi, mengalah untuk sesaat bukan sebuah kekalahan. Seperti orang yang sedang mancing ikan, ia membiarkan tali pancingnya terus ditarik ikan. Pelan tapi pasti, ia menarik tali itu agar bisa kembali ke titik normal. (Mh/bersambung)

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Deal of the Century, AS Gratiskan Kota Suci Alquds untuk Israel

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Musim Hujan, Yuk Liburan ke Museum Maritim Indonesia

Ini 5 Tahap Mudah Perawatan Rambut ala Spa di Rumah

  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    484 shares
    Share 194 Tweet 121
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4373 shares
    Share 1749 Tweet 1093
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    213 shares
    Share 85 Tweet 53
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9061 shares
    Share 3624 Tweet 2265
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    639 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4104 shares
    Share 1642 Tweet 1026
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11672 shares
    Share 4669 Tweet 2918
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2335 shares
    Share 934 Tweet 584
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5219 shares
    Share 2088 Tweet 1305
  • Taman Rekreasi Waterboom Jogja Tawarkan Promo Kemerdekaan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga