• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 12 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Beda Komunikasi Pria Wanita: Yang Waras Ngalah!

31/01/2020
in Suami Istri
75
SHARES
578
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Meski berpasangan, pria dan wanita tidak selalu memiliki suasana kecerdasan diri yang selaras. Adakalanya, salah satu di antara keduanya berada dalam ego yang manja. Saat itulah, pasangan yang kecerdasan dirinya normal mundur selangkah. Orang sering mengatakannya, “Yang waras ngalah!”

Dikatakan berpasangan menunjukkan dua titik kutub yang berada pada suasana seimbang. Dan seimbang tidak selalu berarti sama. Jika satu kutub bernilai 4, maka kutub berikutnya juga 4. Tapi jika salah satunya berada di nilai minus, maka yang satunya lagi harus lengser sementara di titik minus, agar selisihnya selalu nol.

Teori inilah yang pernah disampaikan ahli fisika seperti Newton. Ia mengatakan bahwa suatu benda tidak akan bergerak alias seimbang jika hasil penjumlahan semua gaya pada benda itu menghasilkan angka nol.

Jika keduanya bernilai plus, walaupun di angka 1, tidak akan ada masalah. Walau minim, tapi tetap seimbang. Tapi jika salah satunya minus, yang satunya lagi jangan memaksakan diri untuk di titik plus. Melainkan mengalah sesaat untuk juga berada di titik minus.

Inilah yang orang sebut dengan istilah mengalah. Mengalah adalah posisi diri yang tidak pada sewajarnya. Posisinya bisa condong ke kiri atau kanan. Dan berada pada posisi tidak normal seperti ini memang berat dan melelahkan. Tapi, anggap saja seperti orang yang sedang berolah raga.

Misalnya, seorang suami pulang ke rumah dengan membawa polutan intrik-intrik kantornya. Ia tiba-tiba menjadi gampang marah. Ketika tiba di rumah, istrinya pas sedang ke toko sebelah untuk membeli keperluan dapur. Pintu rumah belum bisa dibuka karena terkunci.

Setelah akhirnya bertemu, sang suami bilang, “Kamu sudah nggak suka sama aku lagi. Aku pulang, kamu malah pergi!”

Mendapati itu, sang istri berdiam sejenak. Ia berucap, “Maaf ya, Mas. Tadi, aku ke warung buat beli cabe. Maaf jadi nggak bisa nemuin Mas.”

Itulah di antara contoh titik keseimbangan yang diperankan sang istri. Ia cepat menangkap suasana minus ego suami yang berada di titik minus. Ia pun mengalah untuk sejenak berada juga di titik minus atau tidak normal. Meski tidak bersalah, sang istri meminta maaf.

Bayangkan jika sang istri ikutan marah karena merasa dituduh yang tidak-tidak. Titik keseimbangan yang sebenarnya bisa diraih dengan sangat sederhana, akan semrawut tidak karuan.

Langkah keseimbangan itu sangat sederhana. Yaitu, mengalah atau mundur dan condong sejenak.

Dengan catatan, pergeseran ke titik minus dari salah satu pihak tidak terjadi berulang atau permanen. Tapi, hanya insidentil atau sesaat. Tapi jika berlangsung permanen, solusi ini bukan cara yang pas.

Perhatikanlah, berapa beda usia antara Aisyah r.a. dengan Rasulullah saw. Berkisar di atas tiga puluhan tahun. Yang satu pantasnya sudah punya cucu, yang satunya lagi masih seperti remaja. Apa yang dilakukan Nabi yang mulia untuk mencari titik keseimbangan mereka berdua.

Di saat bersama Aisyah, Nabi saw. bergaya seperti pemuda. Ia mau berlomba lari, bercanda, dan lainnya. Suatu gaya yang tidak dilakukan Nabi saw. saat bersama para sahabatnya, yang laki maupun yang perempuan.

Ketika Aisyah menunjukkan rasa manja dan cemburunya, layaknya anak muda yang sedang jatuh cinta, Nabi saw. memberikannya ruang yang luas. Seolah, ia saw. sedang menikmati cemburu kekasihnya.

Apakah Aisyah seperti itu terus selamanya? Tidak. Pelan tapi pasti, Aisyah bergerak menuju titik keseimbangan yang dimiliki sang suami saw.: menjadi bijak, dan penuh hikmah.

Jadi, mengalah untuk sesaat bukan sebuah kekalahan. Seperti orang yang sedang mancing ikan, ia membiarkan tali pancingnya terus ditarik ikan. Pelan tapi pasti, ia menarik tali itu agar bisa kembali ke titik normal. (Mh/bersambung)

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Deal of the Century, AS Gratiskan Kota Suci Alquds untuk Israel

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Next Post

Resep Mudah dan Cepat di Pagi Hari, Nasi Orak Arik Telur

Musim Hujan, Yuk Liburan ke Museum Maritim Indonesia

Ini 5 Tahap Mudah Perawatan Rambut ala Spa di Rumah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9516 shares
    Share 3806 Tweet 2379
  • Cara AS ‘Jinakkan’ Rusia dan Cina

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11837 shares
    Share 4735 Tweet 2959
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4299 shares
    Share 1720 Tweet 1075
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2404 shares
    Share 962 Tweet 601
  • Rahasia Memasak Kacang Hijau agar Warnanya Tetap Hijau

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1401 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2514 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Tips Memasang Resleting yang Lepas Sendiri Tanpa Harus ke Tukang Jahit

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga