KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program beasiswa pendidikan sarjana (S1) bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1 pada tahun 2026.
Kebijakan ini menyasar guru PAUD, SD, dan SMP sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik nasional. Jumlah penerima beasiswa melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa S1 untuk Guru di Tahun 2026
Beasiswa diberikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mengakui pengalaman mengajar sebagai satuan kredit semester. Dengan skema tersebut, guru dapat menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu sekitar satu tahun.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, khususnya guru PAUD, SD, dan SMP.
Jumlah alokasi beasiswa tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Beasiswa tersebut menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di mana pengalaman mengajar guru diakui sebagai satuan kredit semester (SKS).
Dengan skema ini, guru tidak perlu menempuh pendidikan S1 selama empat hingga lima tahun seperti jalur reguler.
Sementara beasiswa yang diberikan sebesar Rp3 juta per semester yang langsung ditransfer ke perguruan tinggi penyelenggara yang ditunjuk pemerintah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1, para guru dapat melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikasi pendidik. Dengan sertifikasi tersebut, guru berhak menerima tunjangan profesi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.
Abdul Mu’ti menegaskan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul, karena pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud jika ditopang oleh sarana prasarana yang memadai serta guru yang kompeten.
Kebijakan tersebut dilatarbelakangi hasil evaluasi capaian belajar siswa. Pada 2025, nilai rata-rata nasional matematika berada di kisaran 35, sementara nilai rata-rata Bahasa Inggris wajib tingkat nasional tercatat sekitar 29. [Din]





