• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 23 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

18/07/2022
in Resensi, Unggulan
Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

Foto: Pixabay

176
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SELAMAT Tinggal adalah novel karya Tere Liye yang menyindir pelaku bisnis industri bajakan. Bisnis ini telah merebak di seantero negeri, bahkan konsumennya adalah orang-orang dari lapisan atas masyarakat, mahasiswa hukum, calon pegawai negeri hingga anak sekolah. Seolah sudah menjadi hal lumrah.

Walaupun hanya fiksi, ada kutipan yang cukup menjelaskan isi hati penulis buku.

Tere Liye mengungkapkan, “Tidak ada cara terbaik memahami seorang penulis selain dari keputusan-keputusan yang pernah ia buat.”

Seolah sedang menumpahkan kekesalannya terhadap pelaku bisnis industri bajakan. Pasalnya, Tere Liye adalah korban dari industri ini. Hampir semua novel yang ia tulis dapat ditemukan versi bajakannya.

Baca Juga: Beras Impor, Tere liye Anggap Pemerintah Lakukan Pembodohan

Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

Tokoh utama novel ini bernama Sintong Tinggal, ‘mahasiswa abadi’ di Universitas ternama negeri. Bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko buku bajakan milik pakliknya.

Sebagai bayaran, ia dibiayai kuliah dan kebutuhan hidup selama merantau.

Tidak ada yang istimewa dari penampilan pemuda kampung yang tak lulus-lulus ini. Meskipun begitu, ia penulis yang kritis dan idealis.

Di awal-awal tahun perkuliahan, tulisannya yang tajam selalu lolos redaksi koran nasional. Sulit dibayangkan memang, seorang penulis tapi skripsipun tak beres-beres.

Suatu hari ia memutuskan untuk kembali menulis skripsi setelah kehabisan alasan untuk menghindari peringatan dekan.

Sutan Pane adalah bagian menarik dari kisah novel ini, sekaligus objek penelitian Sintong setelah beberapa kali ganti judul.

Bukan karena tidak cocok dengan judul-judul sebelumnya yang sempat ia ajukan, tapi hanya sebagai alasan untuk perpanjangan waktu.

Sutan Pane, penulis masyhur abad 20 yang tidak hanya kritis namun memiliki keteguhan prinsip. Tulisan-tulisannya memenuhi perdebatan intelektual masa itu.

Ia sering mendapat ancaman dari orang-orang yang merasa tersindir dengan tulisannya.

Namun, sebelum tragedi 1965 terjadi, ia menghilang tidak lagi menulis. Hingga saat ini namanya tak banyak dikenali. Kenapa? Itu pula yang sedang Sintong cari.

Buku ini mengajarkan tentang prinsip, kejujuran, penyelesalan. Tentang cinta juga tak luput diangkat dalam novel ini.

Tere Liye memang selalu punya banyak kejutan dalam novel-novelnya. Pesan-pesan kehidupan yang selalu relevan menjadi ciri khas tulisannya.

Selamat membaca, Sahabat Muslim. Kamu cukup mengeluarkan 72.000 untuk membeli novel ini. [Ln]

Tags: Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara Bertaubat dari Dosa Jariyah

Next Post

Menyembunyikan Kefakiran Diri

Next Post
Tentang Ibadah Kita di Sisi Allah

Menyembunyikan Kefakiran Diri

Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Ibu Cerdas Hukum bersama ChanelMuslim Selenggarakan Webinar Hukum dalam Rumah Tangga

Ibu Cerdas Hukum bersama ChanelMuslim Selenggarakan Webinar Hukum dalam Rumah Tangga

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9391 shares
    Share 3756 Tweet 2348
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4823 shares
    Share 1929 Tweet 1206
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4249 shares
    Share 1700 Tweet 1062
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1304 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Ular dan Penampakan Jin

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11784 shares
    Share 4714 Tweet 2946
  • Kasus Influenza A Dilaporkan Meningkat dalam Beberapa Pekan Terakhir

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Wisata Kuliner Dekat Stasiun Serpong yang Bisa Dicoba

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Lima Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh, Dapat Mencegah Kanker

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga