• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

Juli 18, 2022
in Resensi, Unggulan
Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

Foto: Pixabay

161
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SELAMAT Tinggal adalah novel karya Tere Liye yang menyindir pelaku bisnis industri bajakan. Bisnis ini telah merebak di seantero negeri, bahkan konsumennya adalah orang-orang dari lapisan atas masyarakat, mahasiswa hukum, calon pegawai negeri hingga anak sekolah. Seolah sudah menjadi hal lumrah.

Walaupun hanya fiksi, ada kutipan yang cukup menjelaskan isi hati penulis buku.

Tere Liye mengungkapkan, “Tidak ada cara terbaik memahami seorang penulis selain dari keputusan-keputusan yang pernah ia buat.”

Seolah sedang menumpahkan kekesalannya terhadap pelaku bisnis industri bajakan. Pasalnya, Tere Liye adalah korban dari industri ini. Hampir semua novel yang ia tulis dapat ditemukan versi bajakannya.

Baca Juga: Beras Impor, Tere liye Anggap Pemerintah Lakukan Pembodohan

Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye

Tokoh utama novel ini bernama Sintong Tinggal, ‘mahasiswa abadi’ di Universitas ternama negeri. Bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko buku bajakan milik pakliknya.

Sebagai bayaran, ia dibiayai kuliah dan kebutuhan hidup selama merantau.

Tidak ada yang istimewa dari penampilan pemuda kampung yang tak lulus-lulus ini. Meskipun begitu, ia penulis yang kritis dan idealis.

Di awal-awal tahun perkuliahan, tulisannya yang tajam selalu lolos redaksi koran nasional. Sulit dibayangkan memang, seorang penulis tapi skripsipun tak beres-beres.

Suatu hari ia memutuskan untuk kembali menulis skripsi setelah kehabisan alasan untuk menghindari peringatan dekan.

Sutan Pane adalah bagian menarik dari kisah novel ini, sekaligus objek penelitian Sintong setelah beberapa kali ganti judul.

Bukan karena tidak cocok dengan judul-judul sebelumnya yang sempat ia ajukan, tapi hanya sebagai alasan untuk perpanjangan waktu.

Sutan Pane, penulis masyhur abad 20 yang tidak hanya kritis namun memiliki keteguhan prinsip. Tulisan-tulisannya memenuhi perdebatan intelektual masa itu.

Ia sering mendapat ancaman dari orang-orang yang merasa tersindir dengan tulisannya.

Namun, sebelum tragedi 1965 terjadi, ia menghilang tidak lagi menulis. Hingga saat ini namanya tak banyak dikenali. Kenapa? Itu pula yang sedang Sintong cari.

Buku ini mengajarkan tentang prinsip, kejujuran, penyelesalan. Tentang cinta juga tak luput diangkat dalam novel ini.

Tere Liye memang selalu punya banyak kejutan dalam novel-novelnya. Pesan-pesan kehidupan yang selalu relevan menjadi ciri khas tulisannya.

Selamat membaca, Sahabat Muslim. Kamu cukup mengeluarkan 72.000 untuk membeli novel ini. [Ln]

Tags: Resensi Novel Selamat Tinggal Karya Tere Liye
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cara Bertaubat dari Dosa Jariyah

Next Post

Menyembunyikan Kefakiran Diri

Next Post
Tentang Ibadah Kita di Sisi Allah

Menyembunyikan Kefakiran Diri

Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Ibu Cerdas Hukum bersama ChanelMuslim Selenggarakan Webinar Hukum dalam Rumah Tangga

Ibu Cerdas Hukum bersama ChanelMuslim Selenggarakan Webinar Hukum dalam Rumah Tangga

  • Dari Mandi Lumpur Hingga Makan Cicak, Muhammadiyah Soroti Fenomena Ngemis Online di Tiktok

    Dari Mandi Lumpur Hingga Makan Cicak, Muhammadiyah Soroti Fenomena Ngemis Online di Tiktok

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Nur Izzaty Hafizah, Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bagian Paru-Paru

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Jangan Putus Asa, Ada 20 Pintu Rezeki yang Bisa Kamu Usahakan

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    439 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3233 shares
    Share 1293 Tweet 808
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5158 shares
    Share 2063 Tweet 1290
  • Islamic Relief Indonesia Dirikan 83 Huntara di Cianjur dan Cash Voucher untuk 5.600 Penerima Manfaat

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7664 shares
    Share 3066 Tweet 1916
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1590 shares
    Share 636 Tweet 398
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga