ChanelMuslim.com – Penjelasan hadits mengenai pernikahan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Aisyah ini ditulis oleh Ustaz Farid Nu’man Hasan. Banyak hal-hal yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan/atau Imam Muslim, yang menurut akal manusia tidak rasional.
Seperti butanya mata malaikat maut karena dicolok oleh Nabi Musa โAlaihissalam pada saat Nabi Musa hendak dicabut nyawanya, perdebatan antara Nabi Adam dan Nabi Musa โAlaihismassalam tentang sebab apa Nabi Adam dikeluarkan dari surga,
Nabi Muhammad melihat Nabi Musa sedang shalat di dalam kuburnya, ibu yang membunuh bayinya maka si ibu dan bayinya masuk ke neraka; apa salah bayinya?
โฆโฆ.. dan masih banyak lagi, apakah serta merta semua ini langsung didhaifkan?
Apalagi hanya karena takut difitnah oleh orientalis barat, lalu supaya mereka tidak menuding lagi maka kita katakan secara apologetic:
โSudah ya jangan fitnah kami lagi, kan hadits yang kalian ย jadikan alasan menyerang Islam itu ternyata dhaif lho!?โ
Sesungguhnya, menggunakan hadits dhaif sama juga memasukkan ke dalam Islam sesuatu yang bukan berasal dari Islam.
Sebagaimanaย terburu-buru mendhaifkan hadits shahih sama juga menghapuskan sesuatu yang merupakan sebenarnya dari Islam.
Baca Juga:ย Pernikahan Rasulullah dan Aisyah (Bagian 1)
Penjelasan Hadits Mengenai Pernikahan Rasulullah dan Aisyah (Bagian 2)
Selanjutnya โฆ. Hadits yang ditolak itu โฆ.. Berikut ini hadits yang dimaksud:
ุญูุฏููุซูููู ููุฑูููุฉู ุจููู ุฃูุจูู ุงููู
ูุบูุฑูุงุกู ุญูุฏููุซูููุง ุนูููููู ุจููู ู
ูุณูููุฑู ุนููู ููุดูุงู
ู ุนููู ุฃูุจูููู ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุง ููุงููุชู ุชูุฒููููุฌูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฃูููุง ุจูููุชู ุณูุชูู ุณูููููู ููููุฏูู
ูููุง
ุงููู
ูุฏููููุฉู ููููุฒูููููุง ููู ุจูููู ุงููุญูุงุฑูุซู ุจููู ุฎูุฒูุฑูุฌ โฆ..
(Imam Bukhari berkata) berkata kepadaku Farwah bin Abu Al Maghraโ, berkata kepada kami Ali bin Mushir, dari Hisyam (bin โUrwah), dari ayahnya, dari โAisyah Radhiallahu โAnha, dia berkata:
Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam menikahiku saat aku berusiaย enam tahun, lalu kami mendatangi Madinah dan kami singgah di Bani Al Harits bin Khazraj โฆโฆโฆ. dst. (HR. Bukhari No. 3894)
Riwayat lain:
ููููููุญู ุนูุงุฆูุดูุฉู ูููููู ุจูููุชู ุณูุชูู ุณูููููู ุซูู ูู ุจูููู ุจูููุง ูููููู ุจูููุชู ุชูุณูุนู ุณูููููู
Nabi menikahi โAisyah dan dia adalah seorang gadis berusia enam tahun kemudian dia membina rumah tangganya pada saat usia sembilan tahun.
(HR. Bukhari No. 3896, dengan sanad: โUbaid bin Ismaโil, Abu Usamah, Hisyam binโUrwah, dan ayahnya yakni โUrwah bin Az Zubeir)
Dalam riwayat Imam Muslim:
ุชูุฒููููุฌูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฃูููุง ุจูููุชู ุณูุชูู ุณูููููู ููุจูููู ุจูู ููุฃูููุง ุจูููุชู ุชูุณูุนู ุณูููููู
Nabi Shallallahu โAlaihi wa Sallam menikahiku saat itu aku berusia enam tahun, dan Beliau membina rumah tangga denganku saat aku sembilan tahun.
(HR. Muslim No. 1422, dengan dua sanad: Pertama, Yahya bin Yahya, Abu Muโawiyah, Hisyam bin โUrwah, sanad kedua, Ibnu Numair, โAbdah bin Sulaiman, Hisyam bin โUrwah, ayahnya, โAisyah)
Semua riwayat di atas melalui Hisyam bin โUrwah, dari ayahnya, dari โAisyah, lantaran Hisyam inilah hadits ini menjadi dhaif menurut mereka.[ind]
(bersambung)





