• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Beriman bahwa Segala yang Baik dan Buruk telah Ditakdirkan Allah

30/09/2025
in Quran Hadis
Manusia sangat Butuh Dakwah
104
SHARES
803
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERIMAN bahwa segala yang baik dan buruk telah ditakdirkan Allah. Kalimat ini menjadi pengingat untuk kita agar bisa menerima segala ketetapan Allah.

Baca Juga: Hakikat Beriman kepada Takdir

Beriman bahwa Segala yang Baik dan Buruk telah Ditakdirkan Allah

Imam Al-Muzani Rahimahullah menyatakan, dan para makhluk itu melaksanakan apa yang telah diciptakan olehNya berupa Kebaikan atau Keburukan.

Para makhluk mengerjakan perbuatan. Perbuatan mereka adalah ciptaan Allah. Allah menciptakan segala sesuatu: baik maupun buruk. Segala kejadian, baik ataupun buruk telah ditakdirkan Allah, dan terjadi atas kehendak Allah.

Secara akidah dan keyakinan, kita harus Meyakini bahwa segala sesuatu baik dan buruknya berasal dari taqdir yang telah Allah tetapkan, berjalan atas kehendak Allah.

Namun, secara adab, kita tidaklah menisbatkan keburukan kepada Allah. Karena Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ

Dan keburukan tidaklah (dinisbatkan) kepadaMu. (H.R Muslim no 1290).

Sebagai contoh: dalam berdoa, kita tidak boleh menyatakan: Wahai Tuhan pencipta keburukan, Wahai Tuhan pencipta syaithan, dan ungkapan-ungkapan semisalnya.

Simaklah Adab yang diajarkan dalam Al-Qur’an tentang bagaimana menisbatkan kebaikan pada Allah dan tidak menisbatkan keburukan kepadaNya.

Nabi Ibrahim Alaihis Salam tidak menisbatkan datangnya penyakit bersumber dari Allah, tetapi beliau menisbatkan penyembuhan kepada Allah:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Dan jika aku sakit, maka Dialah (Allah) Yang Menyembuhkanku. (Q.S asy-Syu’araa’:80).

Al-Hafidz Ibnu Katsir asy-Syafi’i Rahimahullah menyatakan:

أسند المرض إلى نفسه، وإن كان عن قدر الله وقضائه وخلَقْه، ولكن أضافه إلى نفسه أدبا

(Nabi Ibrahim) menyandarkan sakit pada dirinya, walaupun itu terjadi atas taqdir, ketentuan, dan ciptaan Allah, akan tetapi beliau sandarkan (sakit) itu pada dirinya sebagai bentuk adab. (Tafsir al-Qur’anil Adzhim karya Ibnu Katsir, tafsir surat asy-Syuaraa’ ayat 80).

Demikian juga dalam surat al-Fatihah yang sering dibaca dalam sholat.

Kita meminta petunjuk kepada Allah. Petunjuk yang mengarahkan pada orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, bukannya jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Berilah kami petunjuk ke jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat. Bukannya jalan orang yang dimurkai, bukan pula jalan orang-orang yang sesat. (Q.S alFatihah: 6-7).

Ibnu Katsir asy-Syafi’i Rahimahullah menyatakan:

فأسند الإنعام إلى الله، سبحانه وتعالى، والغضب حُذف فاعله أدبًا، وأسند الضلال إلى العبيد

Maka (dalam doa ini kita) menisbatkan pemberian nikmat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, sedangkan kemurkaan dihilangkan penyebutan pelakunya, sebagai bentuk adab.

Dan menisbatkan kesesatan kepada hamba-Nya. (Tafsir al-Qur’anil Adzhim karya Ibnu Katsir, tafsir surat asy-Syuaraa’ ayat 80).

Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam -dalam hadits Qudsi- juga memberikan tuntunan adab semisal itu.

Jika seseorang mendapatkan kemudahan dalam berbuat ketaatan, hidayah, dan semisalnya, kemudian nanti di akhirat mendapatkan balasan kebaikan, maka pujilah Allah. Karena Dialah yang memberikan taufiq dan hidayah itu.

Namun, jika ia melakukan kemaksiatan dan dosa, kemudian mendapatkan akibat buruk dari perbuatan dosa itu, janganlah mencela kecuali dirinya sendiri.

…فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

Barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka pujilah Allah. Barangsiapa yang mendapati selain itu, maka janganlah mencela kecuali dirinya sendiri. (HR. Muslim no 4674).

Segala perbuatan Allah adalah baik, berkisar antara keadilan dan kelebihan kebaikan (Fadhl) dariNya.

Jika ada sesuatu yang terlihat atau dirasakan oleh manusia sebagai sesuatu keburukan, pada dasarnya hal itu adalah baik akibatnya dan baik sesuai dengan hikmah yang diketahui oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala. [Cms/Sdz]

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

http://telegram.me/alistiqomah

Tags: Segala yang baik dan buruk ditakdirkan Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Berpihak dalam Perseteruan Sesama Kaum Muslim

Next Post

Ilmu Membimbing Kita pada Pilihan yang Benar

Next Post
Allah Tak Membebani Seseorang kecuali Sesuai Kesanggupannya

Ilmu Membimbing Kita pada Pilihan yang Benar

Mengukur Kesiapan Menikah

Mengukur Kesiapan Menikah

MUI DKI Jakarta dan UIA Gelar Seminar Internasional Bahas Islam dan Identitas Nasional

MUI DKI Jakarta dan UIA Gelar Seminar Internasional Bahas Islam dan Identitas Nasional

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9550 shares
    Share 3820 Tweet 2388
  • Meski 96 Persen Muslim, Azerbaijan Larang Siswi dan Guru Berjilbab

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4869 shares
    Share 1948 Tweet 1217
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11849 shares
    Share 4740 Tweet 2962
  • Suami Suka Bohong, Istri Harus Bagaimana?

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4315 shares
    Share 1726 Tweet 1079
  • Cara Memilih Mukena Premium yang Nyaman untuk Ibadah di Rumah maupun Traveling

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1368 shares
    Share 547 Tweet 342
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga