• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Al-Ahqaf Ayat 13, Istiqomah Butuh Waktu yang Panjang

10/06/2024
in Quran Hadis, Unggulan
Al-Ahqaf Ayat 13, Istiqomah Butuh Waktu yang Panjang

Foto: Pixabay

129
SHARES
996
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ISTIQOMAH atau konsisten dalam ketaatan adalah buah dari keimanan. Ia tidak didapat dengan cara instan. Istiqomah butuh waktu yang panjang. Seorang yang memutuskan berhijab tidak menjamin akan terus berhijab jika ia tidak berusaha meraih istiqomah.

Istiqomah mengharuskan kita mengorbankan waktu, pikiran, tenaga untuk memahami dan mengenal Allah serta segala aturan-Nya.

Bagaikan memegang bara api, tantangan untuk istiqomah cukup curam. Sehingga tak jarang kita temui mereka yang berhijab memutuskan melepasnya karena ada keuntungan lain yang ia dapat dari melepas hijab.

Atau seorang yang dulunya konsisten shalat di masjid menjadi tidak shalat sama sekali karena merasa bosan dan ia tidak melihat ada keuntungan dari kebiasaannya itu.

Begitupula seseorang yang bertahun-tahun rutin membaca al-Qur’an bisa menjadi pendukung legalisasi alkohol atau penyimpangan seksual karena sulit membedakan mana yang maslahat menurut Islam dan bukan.

Masih banyak contoh betapa istiqomah dalam keimanan itu adalah buah yang harus dipetik dari pohon yang tinggi dengan batang penuh duri dan serangga.

Baca Juga: Yunus ayat 62-63, Salah Paham Tentang Istilah Wali Allah

Al-Ahqaf Ayat 13, Istiqomah Butuh Waktu yang Panjang

Dalam surah Al-Ahqaf ayat 13 Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

Allah ingin menyampaikan kepada kita semua melalui ayat di atas, bahwa ucapan haruslah sesuai dengan apa yang ada di dalam hati kita. Dan ucapan haruslah diwujudkan dalam perbuatan.

Mukmin tidak cukup dengan hanya berpakaian menutup aurat, shalat lima waktu di masjid, membaca al-Qur’an sehari tiga kali dan lain sebagainya.

Amalan lahiriyah tidak cukup menggambarkan makna iman yang sesungguhnya, karena amalan lahiriyah akan rapuh jika tidak diberengi dengan kekuatan iman dalam hati.

Demikian pula, kita tidak cukup meyakini dan mengakui iman di dalam hati, tanpa mewujudkannya dengan ucapan dan tindakan.

Keduanya harus berjalan secara beriringian untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu istiqomah.

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang iman, ia bersabdah: “Bukanlah iman itu dengan (engkau) berangan-angan, dan bukan pula dengan hiasan luar saja”

Jika seorang mengaku beriman, maka ia berusaha sekuat mungkin untuk menghindari segala kemaksiatan. Tidak hanya memajang al-Quran di rak-rak rumahnya, namun bagaimana al-Quran hidup di hati, ucapan dan perbuatannya.

Tidak hanya berhijab panjang terurai menjuntai hingga kaki, namun juga dibenaknya menolak segala pelanggaran syariat, ucapannya dipenuhi dengan syiar-syiar Islam, dan perbuatannya wujud dari dukungan atas agenda-agenda kebaikan.

Seorang yang mengaku beriman kepada Allah tidak cukup hanya membenarkan bahwa Allahlah yang menciptakan alam semesta dan seisinya, Allahlah yang memberi kita rezeki baik berupa materi ataupun ketenangan batin.

Demikian pula tidak cukup hanya mengaku bahwa Allah yang memiliki segala kebaikan dan yang mengatur segala urusan.

Segala pengakuan tersebut tidaklah cukup tanpa pembuktian. Bukankah iblis juga mengakui Allah dengan segala kemulian-Nya, akan tetapi ia tidak mau mengikuti perintah-Nya, tidak mau tunduk pada syariat-Nya, dan tidak mau menyembah kepada-Nya.

Iman dibuktikan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya.

Menjadi istiqomah itu butuh waktu yang panjang.  Itulah mengapa pada ayat di atas Allah menggunakan lafaz tsumma (kemudian) yang menunjukkan antara satu kejadian dengan kejadian berikutnya memiliki rentang waktu yang panjang.

Dalam rentang waktu itulah seorang yang mengaku beriman harus mengerahkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk mencapai istiqomah.

Menghadiri majelis ilmu, membaca kitab-kitab para ulama, mentadaburi pesan-pesan al-Qur’an, melakasanakan beragam ibadah, mendalami hakikat dan makna ibadah, berkumpul dengan orang-orang shalih dan seterusnya, adalah jalan menuju istiqomah.

Jika seluruh amalan ini telah menjadi kebiasaan, dan menghujam di hati maka tidak ada kekhawatiran apapun tentang masa depan.

Ia tidak akan cemas jika keputusannya untuk beriman kepada Allah berhadapan dengan kerugian duniawi. Karena baginya dengan iman segalanya telah tercukupi. [Ln]

Tags: Al-Ahqaf Ayat 13Istiqomah Butuh Waktu yang Panjang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan Ilmu dan Kelembutan

Next Post

Lulusan TK Jakarta Islamic School Hafal Juz 30, Orangtua Terharu saat Haflah

Next Post
Lulusan TK Jakarta Islamic School Hafal Juz 30, Orangtua Terharu saat Haflah

Lulusan TK Jakarta Islamic School Hafal Juz 30, Orangtua Terharu saat Haflah

Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

Adam dan Hawa Berusaha Menutupi Aurat dengan Daun Tin

Gerak Non-Lokomotorik dan Stimulasinya

Gerak Non-Lokomotorik dan Stimulasinya

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6194 shares
    Share 2478 Tweet 1549
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1755 shares
    Share 702 Tweet 439
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4074 shares
    Share 1630 Tweet 1019
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3407 shares
    Share 1363 Tweet 852
  • Banjir Karawang Meluas Akibat Sungai Citarum dan Sungai Cibeet Meluap

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Resep Singkong Keju Goreng

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7868 shares
    Share 3147 Tweet 1967
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga