• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 6 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Seorang Ibu Mati Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya: Di Mana Kehadiran Negara

26/11/2025
in Parenting
Seorang Ibu Mati Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya: Di Mana Kehadiran Negara

Foto: pixabay

72
SHARES
550
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEORANG ibu mati bunuh diri bersama dua anaknya: di mana kehadiran negara? Ditulis oleh Cahyadi Takariawan.

Ketahanan keluarga Indonesia kembali diuji. Bertubi-tubi persoalan menghimpit keluarga Indonesia, sejak masalah pertengkaran hingga kasus bunuh diri.

Salah satu pemicu persoalan keluarga adalah faktor ekonomi. Sulitnya mencari pekerjaan, sulitnya mencari penghasilan yang layak untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ketimpangan kesejahteraan yang makin luas, membuat persoalan ekonomi semakin kompleks.

Kenyataan menunjukkan, tekanan ekonomi bisa berdampak luas dalam kehidupan keluarga. Jika tak ada solusi dan daya dukung sosial yang memadai, masalah ekonomi bisa berkembang menjadi tekanan kejiwaan yang berat.

Beberapa waktu lalu, seorang ibu di Kabupaten Bandung diketahui mengakhiri hidup bersama dua anak kecilnya. Polisi menduga, keputusan mengakhiri hidup dilakukan oleh pelaku karena tekanan ekonomi yang sangat berat.

Jangan cepat menilai bahwa pelaku bunuh diri adalah kalangan yang kurang beriman. Karena terdapat sangat banyak faktor yang saling berhubungan, yang mendorong seseorang nekat mengakhiri hidup.

Kalangan pengamat menilai ini adalah salah satu bukti kegagalan negara dalam menjamin kehidupan yang layak bagi masyarakat kelas bawah. Kehadiran negara belum cukup kuat dirasakan bagi masyarakat kalangan bawah.

Perempuan 34 tahun itu ditemukan gantung diri di kusen pintu kamarnya. Sementara dua anaknya yang berusia 9 tahun dan 11 bulan ditemukan sudah tak bernyawa, tak jauh dari jasad sang ibu.

Sebelum bunuh diri, perempuan itu sempat menulis surat. Dalam suratnya, ia mengungkapkan masalah keluarga yang terkait dengan kesulitan ekonomi dan perbuatan sang suami.

Buntu. Itulah kondisi yang dihadapi ibu dua anak tersebut. Ia tidak tahu jalan keluar. Ia tidak tahu tempat mengadukan persoalan. Ia tidak percaya ada pihak yang bisa membantunya keluar dari masalah yang mendera.

Baca juga: Ibu Tewas Bunuh Diri Setelah Meracuni Dua Anaknya, KPAI Sebut Filisida Maternal

Ibu Mati Bunuh Diri, Negara Diam

Jika kita bawa ke kisah zaman terdahulu, kita bertemu perempuan miskin yang memasak batu untuk menghibur anak-anaknya yang kelaparan.

“Khalifah tidak memedulikan kondisi kami”, begitu ucapannya. Ia tidak tahu sedang berbicara dengan Khalifah.

Segera Khalifah bergegas mengambil gandum ke baitul mal negara, dan mengangkat sendiri karung gandum itu agar diberikan kepada ibu yang tak memiliki apapun untuk dimasak.

Zaman dulu, Khalifah Umar sangat khawatir jika ada unta mati di masa kepemimpinannya, kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Bagaimana dengan ibu yang mati karena beban ekonomi?

Bagaimana dengan ibu yang tak bisa tega membiarkan anak hidup di muka bumi tanpa kehadiran kasih sayangnya?

Jika hanya ia yang mengakhiri hidup, rasa keibuannya tercabik – – karena harus membiarkan kedua anaknya hidup bersama ayah yang dinilai tidak bertanggung jawab. Ia tidak membiarkan hal itu terjadi.

Maka ia memutuskan mengakhiri hidup bersama kedua anak tercinta. Agar anak-anaknya tak merasakan penderitaan berkepanjangan.

Tentu saja – -ini adalah wujud cinta yang luar biasa besarnya. Sekaligus wujud cinta yang luar biasa kontradiktifnya – – bahwa lantaran cinta, seorang ibu harus menghilangkan nyawa dua anak yang tak berdosa.

Di mana negara? Di mana para pejabatnya? Haruskah menunggu semakin banyak kasus viral baru bisa ditindaklanjuti?

Surat tulisan tangan perempuan itu adalah hempasan keputusasaan. Ia tidak melihat dan merasakan kehadiran negara untuk melindungi dan mengasihi.

Maka melalui surat itu ia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarganya, termasuk kepada kedua anak yang telah meninggal dunia.

Sungguh Indonesia berduka. Indonesia terluka. Hati dan jiwa kemanusiaan kita tengah dipertanyakan keberadaannya.[ind]

*) Dihimpun dari berbagai sumber

Tags: Seorang Ibu Mati Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya: Di Mana Kehadiran Negara
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tafsir Surat Abasa Ayat 1-16

Next Post

14 Hal Penting yang Harus Diketahui Perempuan saat Berusia 40 Tahun

Next Post
Hak anak perempuan menurut Islam

14 Hal Penting yang Harus Diketahui Perempuan saat Berusia 40 Tahun

Bahaya Penghasilan Haram

Bahaya Penghasilan Haram

Minum Susu 2 Liter per Hari Bikin Anak Tambah Tinggi, Benarkah?

Minum Susu 2 Liter per Hari Bikin Anak Tambah Tinggi, Benarkah?

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    3592 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4092 shares
    Share 1637 Tweet 1023
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9044 shares
    Share 3618 Tweet 2261
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Shobrun Jamil, Bersabar Seperti Aisyah

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4731 shares
    Share 1892 Tweet 1183
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Bahasa Gaul di Era Digital: Kreativitas Anak Muda atau Ancaman bagi Bahasa Indonesia?

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga