• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Raihlah Hatinya, Bunda

03/11/2024
in Parenting, Unggulan
Bun, Jika Memuji Anak, Sertakan Konsekuensi Positif Ya

(foto: pixabay/RitaE)

87
SHARES
670
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Raihlah hatinya, Bunda. Sulitnya orang tua mengarahkan anak sebenarnya berawal dari ketidakmampuan ayah bunda untuk meraih hati sang anak. Terjadi hambatan psikologis yang menyebabkan hubungan dengan sang buah hati menjadi tidak hangat.

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. (Ketua Hikari Parenting School)

Anak saya sering berteriak-teriak bahkan memukul siapa saja yang ada di dekatnya, terutama kalau sedang marah Mbak..”, ”Bagaimana sih caranya agar anak saya mau menuruti perkataan saya?”, “Anak saya nakal sekali, susah diatur..”begitulah kira-kira keluhan para bunda yang mampir dalam memori saya.

Dalam kondisi-kondisi tertentu, masalah seperti ini masih bisa dianggap biasa. Namun, kalau hubungan yang tidak harmonis ini berlangsung dalam waktu berbulan-bulan, bahkan menahun, maka tentu ada yang salah dengan pola hubungan antara kita dengan sang buah hati.

Baca Juga: Meraih Hati Sebelum Menasihati

Raihlah Hatinya, Bunda

Sulitnya orang tua mengarahkan anak sebenarnya berawal dari ketidakmampuan ayah bunda untuk meraih hati sang anak. Terjadi hambatan psikologis yang menyebabkan hubungan dengan sang buah hati menjadi tidak hangat. Akibatnya, apa pun yang kita ajarkan sulit untuk masuk ke dalam hatinya, dan mewarnai perilakunya.

Berikut ini ada tips yang bisa dipakai oleh orang tua agar bisa meraih hati sang buah hati:

Menerima anak apa adanya

Teorinya memang mudah, menerima anak apa adanya. Namun sering kali orang tua terjebak dengan perasaan tidak puas ketika melihat anak melakukan kesalahan atau memiliki kekurangan tertentu.

Anak-anak kita masih dalam proses tumbuh dan berkembang. Selama proses ini berlangsung, seperti juga kita yang sudah dewasa, sering kali salah dalam bertingkah laku. Anak-anak sering dicap nakal ketika berbuat salah. Padahal, yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mengarahkannya dnegan lembut dan bukan mengadilinya.

Selain itu anak kita adalah individu yang unik. Yang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Melihat kelebihan-kelebihannya dan mendorong anak untuk lebih banyak mengeluarkan potensi kebaikannya, lebih baik dari pada membandingkan kekurangannya dengan kelebihan anak-anak lain.

Memberi cinta tanpa syarat

Setelah menerima anak apa adanya, tentu lebih mudah bagi orang tua untuk mencintai anak tanpa syarat. Kita mencintai anak-anak kita bukan karena ia cantik, pintar atau karena ia berbakat dalam bidang tertentu. Tetapi simply karena anak-anak adalah anugrah terbesar yang dititipkan Allah SWT kepada kita.

Karena anak-anak lah kita bisa belajar banyak hal. Tentang kelembutan, tentang kesabaran, tentang memaafkan kesalahan kecil karena kita manusia yang tidak sempurna. Anak-anak juga mengajarkan kita tentang ketangguhan menghadapi kendala-kendala dalam hidup kita. Tanpa kita sadari, anak-anaklah justeru yang membuat kita lebih kuat dan tidak cengeng dalam menjalani hidup ini.

Mengungkapkan rasa cinta

Seperti orang dewasa, anak-anak tidak bisa menebak apa yang ada dalam pikiran kita. Anak-anak tidak akan tahu betapa kita memiliki rasa cinta yang besar, kalau kita tidak mengungkapkannya.

Ungkapan sayang dengan kata-kata, dengan belaian lembut, dengan tepukan lembut di kepala atau di pundak, tatapan sayang dan ciuman adalah perilaku yang perlu dibiasakan oleh orang tua. Ungkapan secara lisan maupun dengan bahasa tubuh inilah yang memberikan peneguhan kepada anak. Anak merasa bahwa ia dicintai oleh ayah bundanya. Anak-anak akan merasa kalau ia berharga bagi keluarganya. Inilah dasar lahirnya rasa percaya diri bagi sang anak.

Perilaku lembut ini tidak hanya perlu dilakukan kepada anak-anak balita saja. Anak-anak usia sekolah dasar pun masih memerlukan sentuhan kasih sayang seperti ini. Dengan sentuhan fisik dan lisan. Kalau perlu adakan waktu-waktu khusus untuk mengungkapkan rasa sayang kepada sang anak. Misalnya sebelum tidur atau setelah bangun tidur. Ini sangat efektif untuk menyambungkan ikatan hati antara orang tua dan anak.

Memperbanyak ngobrol dengan anak

Obrolan ringan di meja makan, obrolan santai sebelum tidur, candaan dan diskusi hangat dengan anak-anak efektif untuk menjalin komunikasi dengan anak. Dengan obrolan ini, kita jadi tahu apa yang dirasakan dan dipikirkan anak-anak kita. Kita jadi tahu stres macam apa yang dialami anak-anak kita di luar sana, ketika mata kita tidak bis amenjangkau mereka.

Kemampuan mendengar sangat diperlukan untuk dimiliki orang tua. Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya sulit sekali untuk dilaksanakan. Mendengar dengan hati, mendengar tanpa menilai, mendengar dengan empati. Tidak semua orang memiliki kemampuan ini. Kemampuan ini harus dilatih dan dibiasakan oleh orang tua. Terkadang stres-stres yang ringan bisa diobati hanya dengan mendengarkan saja. Stres-stres ringan ini kalau dibiarkan menumpuk, akhirnya menjadi tekanan yang tidak baik untuk perkembangan anak.

Memohon kepada Allah untuk Kebaikan Sang Buah Hati

Kebiasaan ini menumbuhkan hubungan yang kuat dan mendalam dengan anak-anak kita. Saat kita memohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholih, semoga menjadi saat menguatnya akar cinta, yang ditanamkan oleh Allah ke dalam diri kita.

Cinta yang tulus kepada anak-anak kita mendorong meluncurnya doa-doa agar Allah senantiasa membimbing mereka tetap berada di jalan yang lurus.

Itulah beberapa tips yang bisa kita coba untuk meraih hati sang buah hati. Semoga antara hati kita dengan hati anak-anak kita saling berhubungan, “kokoro to kokoro ga tsunagatteiru” begitu istilah orang Jepang. Setelah hubungan ini terjalin, insya Allah akan mudah bagi kita untuk membimbing dan mengarahkan mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih.[ind]

Tags: cara dekat dengan anakCara mendidik anakhifizah nurhikari parenting schoolmeraih hatiParentingteknik meraih hati anak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak JISc Ikut AYIMUN

Next Post

Jangan Mainkan Janji

Next Post
Menyambung Tali yang Putus

Jangan Mainkan Janji

Bahwa untuk Membebaskan Al Aqsha, Kamu Harus Fokus Memenangkan Bidangmu

Bahwa untuk Membebaskan Al Aqsha, Kamu Harus Fokus Memenangkan Bidangmu

Sakinah Tidak Gratisan, Namun Harus Diperjuangkan

Sakinah Tidak Gratisan, Namun Harus Diperjuangkan

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1893 shares
    Share 757 Tweet 473
  • 7 Masjid Indah Ini Ternyata Ada Di Indonesia, Lho

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    252 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Manisnya Buah Lai, Kembaran Durian dari Mahakam

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8060 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3562 shares
    Share 1425 Tweet 891
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2113 shares
    Share 845 Tweet 528
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga