• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Apel Abu Hanifah

07/09/2025
in Kisah, Unggulan
Apel Abu Hanifah

ilustrasi: pixabay

106
SHARES
813
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH apel Abu Hanifah ini diterjemahkan oleh K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc. dari “Zad al-Murabbin”, karya Ibrahim Badr Syihab al-Khalidi.

Suatu hari, salah seorang yang sholeh bernama Tsabit bin Ibrahim berjalan di kawasan kebun dalam keadaan lapar.

Di tengan perjalanan, ia melewati aliran air kecil yang tengah membawa sebutir apel yang jatuh dari salah satu pohon di kebun terdekat, lalu ia mengambil dan memakannya.

Kemudian ia sadar bahwa apel itu bukan miliknya dan tidak halal baginya.

Kemudian ia menemui penjaga kebun dan berkata kepadanya: Saya telah memakan apel dari kebunmu yang dibawa oleh aliran air, apakah kamu mau memaafkanku?

Penjaga kebun: Apel itu bukan milikku, karena kebun ini bukan milikku. Kebun ini milik tuanku, dia tinggal di rumahnya yang berjarak tempuh sehari semalam dari tempat ini.

Tsabit bin Ibrahim: Saya harus menemuinya sekalipun harus menempuh perjalanan jauh, karena saya tidak boleh memakan sesuatu tanpa izin pemiliknya.

Apalagi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram maka api neraka lebih layak baginya”.

Setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, akhirnya ia sampai di tempat tujuan dan mengetuk pintu rumah pemilik kebun.

Setelah pintu dibuka, ia mengucap salam kepadanya dan berkata: Wahai tuanku, saya telah memakan apel yang jatuh dari pohon yang ada di kebunmu.

Saya mendapatinya di luar kebun setelah terbawa aliran air. Apakah engkau mau menghalalkan apel tersebut untukku?

Setelah mengamatinya, pemilik kebun berkata: Saya tidak menghalalkannya untukmu.

Baca Juga: Kisah Petugas Kebersihan yang Terhormat

Apel Abu Hanifah

Tsabit bin Ibrahim: Kalau begitu, juallah apel itu kepadaku.

Pemilik kebun: Saya tidak mau menjualnya kepadamu.

Tsabit bin Ibrahim: Subhanallah! Kalau begitu, apa yang engkau inginkan dariku?

Pemilik kebun (setelah melihat ketakwaan dan kesholehannya): Kecuali kamu mau menikahi anak perempuanku.

Tsabit bin Ibrahim: Dengan senang hati.

Pemilik kebun: Tetapi anak perempuanku buta, bisu, tuli dan lumpuh.

Mendengar hal ini, Tsabit bin Ibrahim terkejut dan berfikir lama kemudian berkata di dalam hati: Apakah ini istri yang cocok buatku, dan karena hal ini pula, ia tidak mau menghalalkan apelnya untukku?

Pemilik kebun: Tanpa syarat ini, saya tidak akan memaafkanmu.

Tsabit bin Ibrahim: Saya terima lamarannya. Saya akan menerima pernikahannya dan saya akan berniaga bersama Allah Rabbul alamin melalui pernikahan ini.

Saya akan berkhidmah kepadanya dan dengan demikian saya telah menghapuskan dosa memakan apel tanpa izin pemiliknya.

Kemudian bapak wanita tersebut memanggil dua orang saksi, lalu keduanya menyaksikan akad pernikahannya.

Setelah itu, pemilik kebun membawa anak perempuannya dan dimasukkan ke dalam kamarnya. Tsabit bin Ibrahim pun bersiap untuk masuk menemuinya.

Ketika Tsabit masuk ke dalam kamar dan mengucapkan salam kepadanya, wanita itu menjawab salamnya dan bangkit lalu meletakkan tangannya di tangan Tsabit bin Ibrahim, sehingga membuat Tsabit bin Ibrahim berkata di dalam hati:

Apa ini? Dia menjawab salam! Jadi, dia tidak bisu. Dia mendengar salam, tidak tuli. Dia juga berdiri, tidak lumpuh.

Dia mengulurkan tangannya ke tanganku, tidak buta?! Lalu kenapa bapaknya menyampaikan kepadaku bahwa dia buta, bisu, tuli, dan lumpuh?

Baca Juga: Kisah Imam Ahmad bin Hambal Mencari Ilmu

Kemudian Tsabit menanyakan hal tersebut kepada wanita yang telah menjadi istrinya ini, lalu dia menjawab: Bapakku benar.

Tsabit: Tetapi saya tidak melihat semua yang dikatakannya.

Istrinya: Bapakku mengatakan aku buta, karena kedua mataku tidak pernah melihat sesuatu yang diharamkan Allah. Jadi, saya buta terhadap hal-hal yang haram.

Kedua telingaku tuli dari segala apa yang tidak diridhai Allah. Saya lumpuh, karena kedua kakiku tidak pernah membawaku ke tempat yang dimurkai Allah.

Karena itu semua, saya bisu, sebab lisanku tidak pernah bergerak kecuali dengan dzikrullah.

Bapakku selalu menyebutku seperti lebah yang tidak pernah hinggap kecuali di atas bunga yang paling indah dan mengambil sari patinya lalu menghasilkan madu.

Tsabit bin Ibrahim berkata: Kemudian saya memandangi wajahnya yang terlihat sangat cantik seperti bulan purnama.

Kemudian Tsabit hidup bersamanya dan dikaruniai anak yang kemudian ilmu dan kesholehannya memenuhi seantero bumi. Anak itu adalah Imam Abu Hanifah an-Nukman radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: Anisul Mukminin, 110.[ind]

Sumber: https://t.me/robbanimediatama

Tags: abu hanifahapel abu hanifahkisah imam abu hanifah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Simak Tips Mengatasi Jerawat Hormonal

Next Post

Simak Lima Jenis Kain yang Tidak Menyerap Keringat

Next Post
Simak Lima Jenis Kain yang Tidak Menyerap Keringat

Simak Lima Jenis Kain yang Tidak Menyerap Keringat

Rumah Zakat Salurkan 240 Paket Makan Bergizi untuk Siswa Madrasah Al Jihad Papanggo

Rumah Zakat Salurkan 240 Paket Makan Bergizi untuk Siswa Madrasah Al Jihad Papanggo

Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1883 shares
    Share 753 Tweet 471
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8055 shares
    Share 3222 Tweet 2014
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3559 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • DPR Setujui Opsi Pemangkasan Anggaran MBG Demi Jaga Defisit APBN

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3122 shares
    Share 1249 Tweet 781
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11198 shares
    Share 4479 Tweet 2800
  • Kenali Perbedaan Cadar, Niqab dan Burqa

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga