• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Apel Abu Hanifah

15/07/2026
in Kisah, Unggulan
Apel Abu Hanifah

ilustrasi: pixabay

119
SHARES
917
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH apel Abu Hanifah ini diterjemahkan oleh K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc. dari “Zad al-Murabbin”, karya Ibrahim Badr Syihab al-Khalidi.

Suatu hari, salah seorang yang sholeh bernama Tsabit bin Ibrahim berjalan di kawasan kebun dalam keadaan lapar.

Di tengan perjalanan, ia melewati aliran air kecil yang tengah membawa sebutir apel yang jatuh dari salah satu pohon di kebun terdekat, lalu ia mengambil dan memakannya.

Kemudian ia sadar bahwa apel itu bukan miliknya dan tidak halal baginya.

Kemudian ia menemui penjaga kebun dan berkata kepadanya: Saya telah memakan apel dari kebunmu yang dibawa oleh aliran air, apakah kamu mau memaafkanku?

Penjaga kebun: Apel itu bukan milikku, karena kebun ini bukan milikku. Kebun ini milik tuanku, dia tinggal di rumahnya yang berjarak tempuh sehari semalam dari tempat ini.

Tsabit bin Ibrahim: Saya harus menemuinya sekalipun harus menempuh perjalanan jauh, karena saya tidak boleh memakan sesuatu tanpa izin pemiliknya.

Apalagi Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram maka api neraka lebih layak baginya”.

Setelah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, akhirnya ia sampai di tempat tujuan dan mengetuk pintu rumah pemilik kebun.

Setelah pintu dibuka, ia mengucap salam kepadanya dan berkata: Wahai tuanku, saya telah memakan apel yang jatuh dari pohon yang ada di kebunmu.

Saya mendapatinya di luar kebun setelah terbawa aliran air. Apakah engkau mau menghalalkan apel tersebut untukku?

Setelah mengamatinya, pemilik kebun berkata: Saya tidak menghalalkannya untukmu.

Baca Juga: Kisah Petugas Kebersihan yang Terhormat

Apel Abu Hanifah

Tsabit bin Ibrahim: Kalau begitu, juallah apel itu kepadaku.

Pemilik kebun: Saya tidak mau menjualnya kepadamu.

Tsabit bin Ibrahim: Subhanallah! Kalau begitu, apa yang engkau inginkan dariku?

Pemilik kebun (setelah melihat ketakwaan dan kesholehannya): Kecuali kamu mau menikahi anak perempuanku.

Tsabit bin Ibrahim: Dengan senang hati.

Pemilik kebun: Tetapi anak perempuanku buta, bisu, tuli dan lumpuh.

Mendengar hal ini, Tsabit bin Ibrahim terkejut dan berfikir lama kemudian berkata di dalam hati: Apakah ini istri yang cocok buatku, dan karena hal ini pula, ia tidak mau menghalalkan apelnya untukku?

Pemilik kebun: Tanpa syarat ini, saya tidak akan memaafkanmu.

Tsabit bin Ibrahim: Saya terima lamarannya. Saya akan menerima pernikahannya dan saya akan berniaga bersama Allah Rabbul alamin melalui pernikahan ini.

Saya akan berkhidmah kepadanya dan dengan demikian saya telah menghapuskan dosa memakan apel tanpa izin pemiliknya.

Kemudian bapak wanita tersebut memanggil dua orang saksi, lalu keduanya menyaksikan akad pernikahannya.

Setelah itu, pemilik kebun membawa anak perempuannya dan dimasukkan ke dalam kamarnya. Tsabit bin Ibrahim pun bersiap untuk masuk menemuinya.

Ketika Tsabit masuk ke dalam kamar dan mengucapkan salam kepadanya, wanita itu menjawab salamnya dan bangkit lalu meletakkan tangannya di tangan Tsabit bin Ibrahim, sehingga membuat Tsabit bin Ibrahim berkata di dalam hati:

Apa ini? Dia menjawab salam! Jadi, dia tidak bisu. Dia mendengar salam, tidak tuli. Dia juga berdiri, tidak lumpuh.

Dia mengulurkan tangannya ke tanganku, tidak buta?! Lalu kenapa bapaknya menyampaikan kepadaku bahwa dia buta, bisu, tuli, dan lumpuh?

Baca Juga: Kisah Imam Ahmad bin Hambal Mencari Ilmu

Kemudian Tsabit menanyakan hal tersebut kepada wanita yang telah menjadi istrinya ini, lalu dia menjawab: Bapakku benar.

Tsabit: Tetapi saya tidak melihat semua yang dikatakannya.

Istrinya: Bapakku mengatakan aku buta, karena kedua mataku tidak pernah melihat sesuatu yang diharamkan Allah. Jadi, saya buta terhadap hal-hal yang haram.

Kedua telingaku tuli dari segala apa yang tidak diridhai Allah. Saya lumpuh, karena kedua kakiku tidak pernah membawaku ke tempat yang dimurkai Allah.

Karena itu semua, saya bisu, sebab lisanku tidak pernah bergerak kecuali dengan dzikrullah.

Bapakku selalu menyebutku seperti lebah yang tidak pernah hinggap kecuali di atas bunga yang paling indah dan mengambil sari patinya lalu menghasilkan madu.

Tsabit bin Ibrahim berkata: Kemudian saya memandangi wajahnya yang terlihat sangat cantik seperti bulan purnama.

Kemudian Tsabit hidup bersamanya dan dikaruniai anak yang kemudian ilmu dan kesholehannya memenuhi seantero bumi. Anak itu adalah Imam Abu Hanifah an-Nukman radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: Anisul Mukminin, 110.[ind]

Sumber: https://t.me/robbanimediatama

Tags: abu hanifahapel abu hanifahkisah imam abu hanifah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hijabersmom Community Bekasi Gelar Kajian, Ustadz Husen Al Mubarok Bagikan Amalan Penjaga Keberkahan Hunian

Next Post

Kembali ke Zakopane Setelah 16 Tahun: Ketika Alam, Budaya, dan Teknologi Menjaga Pesona Sebuah Kota

Next Post
Kembali ke Zakopane Setelah 16 Tahun: Ketika Alam, Budaya, dan Teknologi Menjaga Pesona Sebuah Kota

Kembali ke Zakopane Setelah 16 Tahun: Ketika Alam, Budaya, dan Teknologi Menjaga Pesona Sebuah Kota

Tape Singkong dapat Mengatasi Jerawat

Tape Singkong dapat Mengatasi Jerawat

Hijabersmom Community Bekasi Bahas Ruqyah Mandiri, Jadikan Rumah Tempat Turunnya Keberkahan

Hijabersmom Community Bekasi Bahas Ruqyah Mandiri, Jadikan Rumah Tempat Turunnya Keberkahan

  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9566 shares
    Share 3826 Tweet 2392
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Wakaf Warrior Perluas Kolaborasi dengan Menggandeng Tiga Bank Syariah dan AWQAF Dental di ISEF 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menemukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga