ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 29 Mei 2020 | 7 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
PARENTING

Menyiapkan Kematian Ala Santri Tahfidz Quran di Anyer

02 January 2019 09:03:23
menyiapkan,kematian
sebastian voortman @pexels.com

 

 

ChanelMuslim.com – Tahun 2018 diakhiri dengan berita duka dari Sukabumi. Setelah hujan deras yang mengguyur kawasan Cisolok, pada pukul 17.30 terjadi tanah longsor yang menimbun 30 rumah. Bencana yang menimbun 107 orang menyebabkan setidaknya 15 orang meninggal, sekitar 20 masih dicari dan 60 selamat.

Indonesia memang salah satu negara yang rawan akan bencana. Sebelumnya telah terjadi tsunami di Banten dan Lampung akibat erupsi anak gunung Krakatau. Ada satu peristiwa yang bisa kita ambil hikmahnya.

Viral cerita tentang siswa-siswa Nurul Fikri Boarding School Anyer yang tengah mengikuti camp Quran. Mereka sedang mengikuti program menghafal qur’an yang diadakan saat liburan panjang sekolah. Lokasi di sebuah kondominium tepat di bibir pantai Carita. Hari itu anak-anak sedang rehat. Beberapa anak laki-laki sedang bermain bola. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti suara hujan yang besar tapi hari itu terang dan tidak ada rintik hujan yang turun.  

Tersiarlah kabar telah terjadi tsunami di Tanjung lesung. Pihak panitia camp Quran pun bersiap mengevakuasi anak-anak menuju pesantren Nurul Fikri Anyer yang letaknya di atas bukit. Persiapan evakuasi menyimpan kisah haru tentang anak-anak yang tengah menyiapkan kematian mereka sendiri. Tidak ada rasa takut mati sama sekali.

"Pakai baju terbaik ya yang menutup aurat. Kalau kita meninggal aurat kita tertutup dan kita menghadap Allah dengan kondisi baik," ujar seorang santri putri.

"Aku minta maaf ya kalau aku punya salah, maafin kalau aku meninggal aku lega kamu maafin aku," tutur yang lainnya.

"Teteh, ini aku bayar utangku ya 5 ribu biar kalau aku meninggal bisa masuk surga," kata seorang anak pada Teteh yang memasakan makanan mereka selama camp Quran.

"Ya Allah ini matching gak ya? Baju dan jilbabnya. Kan Allah sukanya keindahan,” tanya seorang santri kepada kawannya.

"Ummiku aku mikirin ummiku yang lagi nginap dekat pantai juga. Aku nggak ikut ngungsi ya, ustadzah. Aku nunggu disini aja. Kayaknya umi akan jemput aku lagi.” Seorang santri gusar memikirkan keluarganya.

Tsunami tidak menyentuh kondominium itu, air lau seperti berebelok ke arah lain. Masya Allah, kisah ini jadi mengingatkan kita tentang sabda Rasulullah saw yang berbunyi,

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)

 

Selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan bekal ketaqwaan akan membuat kita terlepas dari kenikmatan dunia yang menipu. Ketika kehidupan seseorang terfokus pada meraih ketaqwaan, ia tidak akan risau memikirkan dunia. Wallahu’alam (MAY)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
menyiapkan
kematian
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
10 February 2018 21:47:14

Bersikap Jujur Itu Berawal dari Rumah

 
PARENTING
15 October 2019 22:44:49

Seni Mendidik dalam Kisah Guru dan Murid Pencuri

 
PARENTING
20 January 2020 12:00:02

Ayah Bunda, Kenali Tanda Anak Alami Stres

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284