• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 8 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia

08/01/2026
in Parenting, Unggulan
Cara Agar Hidup Menjadi Lebih Mudah

(foto: depositphotos)

114
SHARES
878
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BUNDA, menjadi orang tua adalah pekerjaan paling penting di dunia tetapi benar-benar tidak dipersiapkan. Mari Ayah Bunda, sejenak kita berkontemplasi mengenai pengasuhan selama ini.

Motivator parenting Randy Ariyanto Wibowo dari Rumah Pintar Aisha menulis mengenai pola pengasuhan yang dilakukan para orang tua saat ini.

Banyak sekali kita jumpai sekolah-sekolah yang dapat menghasilkan uang.

Banyak orang yang memikirkan bagaimana menjadi seorang pakar hukum, arsitek, dokter, dengan berbagai macam jenjang sekolah yang harus mereka tempuh, mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai jenjang doktoral.

Profesi-profesi tersebut membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam sehari selama 5 hari dalam sepekan.

Banyak orang berlomba menggunakan waktu mereka selama bertahun-tahun untuk belajar suatu ilmu agar memperoleh pekerjaan tapi sayang, banyak orang jarang bahkan tidak pernah belajar ilmu parenting, yang ilmu itu dia butuhkan selama 24 jam dalam sehari.

Padahal mereka bekerja untuk kebutuhan anak-anak mereka namun mereka enggan belajar untuk mengembangkan, mengasuh, mendidik anak-anak mereka.

Bunda, banyak orang tua yang ingin anaknya menjadi lebih baik tetapi seringkali orang tua tidak berkaca diri.

Saat orang tua berteriak meminta anaknya berhenti untuk tidak berteriak, apa yang sebenarnya orang tua contohkan kepada anaknya.

Saat orang tua meminta anaknya bersabar tapi dengan kata-kata “Aah.. sabar dong, enggak sabaran amat”, sebenarnya apa yang orang tua ajarkan kepada anaknya.

Baca Juga: 10 Tips Menjadi Orang tua yang Baik

Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia

Saat orang tua meminta anaknya tidak mengeluh: “Udah enggak usah mengeluh, susah amat sih dibilangin, ngeluh lagi, ngeluh lagi” sebenarnya keteladanan apa sih yang orang tua berikan kepada anaknya?

Coba mari kita berkaca dulu, orang tua seperti apa sih kita ini. Mendidik anak itu memang tidak instan bahkan sampai sepanjang hayat, maka orang tua perlu memiliki kesabaran yang berlebih.

Sabar bukan hanya menahan marah, sabar itu tidak tergesa-gesa melihat hasil tetapi terus konsisten menjalani prosesnya.

Saya seringkali menyaksikan atau mendengar, banyak orang tua dengan tega, mengeksploitasi anaknya demi kebanggaan orang tuanya.

Orang tua bersemangat mengkursuskan berbagai macam kursus kepada anaknya mulai dari main piano agar bisa tampil di panggung dan mendapat applaus, kursus matematika agar bisa menang olimpiade, kursus bahasa Inggris agar bisa tampil pidato dan berbagai macam kursus lainnya.

Orang tua tidak sadar, apakah semua kursus yang anak lakukan itu membuatnya gembira atau tidak, membuat anaknya nyaman atau tidak, membuat anaknya stres atau tidak, membuat anaknya depresi atau tidak.

Bisa jadi, anak menuruti kemauan orang tua karena rasa takut bukan didasarkan pada kemauan si anak. Orang tua tidak peduli perasaan anak.

Orang tua terus mengeksploitasi anak demi kebanggaan orang tua, demi nama baik orang tua, demi kehormatan orang tua, demi kepentingan orang tua, demi harga diri orang tua, dan demi kebanggaan orang tua di mata khalayak umum.

Saya juga sering menyaksikan, bagaimana peran orang tua yang secara otoriter mengontrol penuh anaknya. Anak yang selalu dikontrol berdampak tidak baik bagi anak.

Orang tua yang selalu memutuskan apa saja untuk anaknya mulai dari memilih baju, memilih mainan, memilih teman bermain, dan lainnya maka anak akan cenderung bermasalah baik secara akademik maupun secara pergaulan.

Anak akan terus tergantung pada orang tuanya. Anak tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Saat orang tuanya tiada, ia akan mudah stress dan tertekan saat menghadapi masalah sebab dewa penolongnya sudah tiada.

Orang tua yang sering mengontrol anaknya di kemudian hari akan berdampak buruk bagi anaknya.

Anak menjadi kurang percaya diri, takut mengambil keputusan, kurang inisiatif dan kreatif, tidak siap menghadapi kegagalan, mudah stress saat menghadapi masalah.

Mari Bunda, Ayah sejenak kita berkontemplasi. Sudah benarkah pengasuhan yang kita lakukan selama ini?

Jika belum, maka sekaranglah waktu yang tepat untuk mengubah semuanya. Sekarang waktu yang tepat untuk memulai kembali pengasuhan yang benar. Saat ini, bukan nanti.[ind]

Tags: Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

6 Tips untuk Membantu Anak Mengatasi Kecemasan

Next Post

BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

Next Post
BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

Laksanakanlah shalat dalam kondisi apa pun

Cara agar Anak Mendirikan Shalat

Jenazah Korban Banjir Bandang Dimakamkan Secara Massal di Kecamatan Lubuk Basung

Jenazah Korban Banjir Bandang Dimakamkan Secara Massal di Kecamatan Lubuk Basung

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8163 shares
    Share 3265 Tweet 2041
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    708 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3636 shares
    Share 1454 Tweet 909
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2013 shares
    Share 805 Tweet 503
  • KBIHU Aisyiyah Batang Gelar Pelepasan Jemaah Haji 2026, Bekali Calon Jemaah dengan Kesiapan Fisik dan Spiritual

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4187 shares
    Share 1675 Tweet 1047
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    866 shares
    Share 346 Tweet 217
  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Menyikapi Istri yang Berzina

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Menghina Allah dalam Hati

    439 shares
    Share 176 Tweet 110
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga