• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 6 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia

08/01/2026
in Parenting, Unggulan
Cara Agar Hidup Menjadi Lebih Mudah

(foto: depositphotos)

116
SHARES
889
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BUNDA, menjadi orang tua adalah pekerjaan paling penting di dunia tetapi benar-benar tidak dipersiapkan. Mari Ayah Bunda, sejenak kita berkontemplasi mengenai pengasuhan selama ini.

Motivator parenting Randy Ariyanto Wibowo dari Rumah Pintar Aisha menulis mengenai pola pengasuhan yang dilakukan para orang tua saat ini.

Banyak sekali kita jumpai sekolah-sekolah yang dapat menghasilkan uang.

Banyak orang yang memikirkan bagaimana menjadi seorang pakar hukum, arsitek, dokter, dengan berbagai macam jenjang sekolah yang harus mereka tempuh, mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai jenjang doktoral.

Profesi-profesi tersebut membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam sehari selama 5 hari dalam sepekan.

Banyak orang berlomba menggunakan waktu mereka selama bertahun-tahun untuk belajar suatu ilmu agar memperoleh pekerjaan tapi sayang, banyak orang jarang bahkan tidak pernah belajar ilmu parenting, yang ilmu itu dia butuhkan selama 24 jam dalam sehari.

Padahal mereka bekerja untuk kebutuhan anak-anak mereka namun mereka enggan belajar untuk mengembangkan, mengasuh, mendidik anak-anak mereka.

Bunda, banyak orang tua yang ingin anaknya menjadi lebih baik tetapi seringkali orang tua tidak berkaca diri.

Saat orang tua berteriak meminta anaknya berhenti untuk tidak berteriak, apa yang sebenarnya orang tua contohkan kepada anaknya.

Saat orang tua meminta anaknya bersabar tapi dengan kata-kata “Aah.. sabar dong, enggak sabaran amat”, sebenarnya apa yang orang tua ajarkan kepada anaknya.

Baca Juga: 10 Tips Menjadi Orang tua yang Baik

Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia

Saat orang tua meminta anaknya tidak mengeluh: “Udah enggak usah mengeluh, susah amat sih dibilangin, ngeluh lagi, ngeluh lagi” sebenarnya keteladanan apa sih yang orang tua berikan kepada anaknya?

Coba mari kita berkaca dulu, orang tua seperti apa sih kita ini. Mendidik anak itu memang tidak instan bahkan sampai sepanjang hayat, maka orang tua perlu memiliki kesabaran yang berlebih.

Sabar bukan hanya menahan marah, sabar itu tidak tergesa-gesa melihat hasil tetapi terus konsisten menjalani prosesnya.

Saya seringkali menyaksikan atau mendengar, banyak orang tua dengan tega, mengeksploitasi anaknya demi kebanggaan orang tuanya.

Orang tua bersemangat mengkursuskan berbagai macam kursus kepada anaknya mulai dari main piano agar bisa tampil di panggung dan mendapat applaus, kursus matematika agar bisa menang olimpiade, kursus bahasa Inggris agar bisa tampil pidato dan berbagai macam kursus lainnya.

Orang tua tidak sadar, apakah semua kursus yang anak lakukan itu membuatnya gembira atau tidak, membuat anaknya nyaman atau tidak, membuat anaknya stres atau tidak, membuat anaknya depresi atau tidak.

Bisa jadi, anak menuruti kemauan orang tua karena rasa takut bukan didasarkan pada kemauan si anak. Orang tua tidak peduli perasaan anak.

Orang tua terus mengeksploitasi anak demi kebanggaan orang tua, demi nama baik orang tua, demi kehormatan orang tua, demi kepentingan orang tua, demi harga diri orang tua, dan demi kebanggaan orang tua di mata khalayak umum.

Saya juga sering menyaksikan, bagaimana peran orang tua yang secara otoriter mengontrol penuh anaknya. Anak yang selalu dikontrol berdampak tidak baik bagi anak.

Orang tua yang selalu memutuskan apa saja untuk anaknya mulai dari memilih baju, memilih mainan, memilih teman bermain, dan lainnya maka anak akan cenderung bermasalah baik secara akademik maupun secara pergaulan.

Anak akan terus tergantung pada orang tuanya. Anak tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Saat orang tuanya tiada, ia akan mudah stress dan tertekan saat menghadapi masalah sebab dewa penolongnya sudah tiada.

Orang tua yang sering mengontrol anaknya di kemudian hari akan berdampak buruk bagi anaknya.

Anak menjadi kurang percaya diri, takut mengambil keputusan, kurang inisiatif dan kreatif, tidak siap menghadapi kegagalan, mudah stress saat menghadapi masalah.

Mari Bunda, Ayah sejenak kita berkontemplasi. Sudah benarkah pengasuhan yang kita lakukan selama ini?

Jika belum, maka sekaranglah waktu yang tepat untuk mengubah semuanya. Sekarang waktu yang tepat untuk memulai kembali pengasuhan yang benar. Saat ini, bukan nanti.[ind]

Tags: Menjadi Orang tua adalah Pekerjaan Paling Penting di Dunia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

6 Tips untuk Membantu Anak Mengatasi Kecemasan

Next Post

BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

Next Post
BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro

Laksanakanlah shalat dalam kondisi apa pun

Cara agar Anak Mendirikan Shalat

Jenazah Korban Banjir Bandang Dimakamkan Secara Massal di Kecamatan Lubuk Basung

Jenazah Korban Banjir Bandang Dimakamkan Secara Massal di Kecamatan Lubuk Basung

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8589 shares
    Share 3436 Tweet 2147
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3863 shares
    Share 1545 Tweet 966
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11411 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • SMP JIBS–JIGSc Raih Prestasi Gemilang, Cetak Top Achievers TKA 2025–2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4394 shares
    Share 1758 Tweet 1099
  • Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3397 shares
    Share 1359 Tweet 849
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2292 shares
    Share 917 Tweet 573
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga