• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 7 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mengasah Habit menjadi Hebat

12/04/2026
in Parenting, Unggulan
Mengasah Habit menjadi Hebat

Mengasah Habit menjadi Hebat (foto: pixabay)

117
SHARES
900
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENGASAH habit menjadi hebat, saat ini, bukan nanti. Ah… nanti sajalah fokus mendidik anak. Toh, anak masih kecil juga.

Bunda pernah membaca kata mutiara ini “kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan hari Ini adalah hadiah”.

Iya, kemarin adalah sejarah, yang tidak mungkin kita ubah alur ceritanya. Masa depan adalah misteri, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

Kita hanya bisa berharap dan berusaha untuk mencapai mimpi-mimpi yang telah kita susun.

Hari ini adalah hadiah, iya karena yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan mimpi, memberi manfaat kepada orang lain, membahagiakan keluarga, menjadikan diri kita diridhoi Sang Maha Pencipta itu adalah hari ini, adalah saat ini.

Ada juga kata mutiara yang hampir mirip “kemarin itu masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan esok adalah harapan”.

Baca Juga: Habits, Menjadi Luar Biasa Dari yang Biasa

Mengasah Habit menjadi Hebat

Kita pasti memiliki harapan, pasti memiliki impian. Impian keluarga, impian dalam pekerjaan, impian dalam pengasuhan anak dan mimpi-mimpi lainnya.

Namun terkadang, banyak orang gamang untuk meraihnya. Apakah Bunda juga mengalaminya?

Saat kita memiliki mimpi bahwa anak kelak akan menjadi seperti ini dan itu. Misalnya kita memiliki mimpi anak kita kelak akan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz.

Namun sering kali kita gamang dengan mimpi kita sendiri.

Kita tidak tahu kapan saat yang tepat untuk memulai. Tidak tahu kapan langkah pertama itu dilangkahkan.

Kita sering menunda untuk memulai. Dalam diri kita sering berapologi yang membenarkan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk memulai, tapi nanti.

Nanti ketika sudah memiliki ini, itu, nanti kalau sudah waktunya ini, itu, nanti ketika anak sudah berumur sekian dan sekian, dan nanti bla…bla…bla…, nanti dan nanti dulu bukan saat ini.

Hati-hati dengan kata nanti, Bunda. Ketika kata nanti sudah Bunda yakini maka otak dan seluruh organ tubuh akan merespon seperti apa yang diyakini.

Kata nanti bisa berubah menjadi sirna ketika komitmennya rendah. Jika begitu selamanyalah Bunda tidak akan pernah bisa mencapai apa yang diimpikan, selamanya tidak akan pernah bisa meraih harapan.

Semua hanya tinggal kenangan, tinggal cerita bahwa Bunda pernah bermimpi ananda yang hafidz Quran.

Dan Bunda hanya bisa bercerita getir kepada ananda bahwa itu hanya sekadar mimpi yang tak pernah terjadi, maafkan Bunda ya Nak….

Baca Juga: Membiasakan Kebiasaan Baik pada Anak

Buang Kata Nanti menjadi Saat Ini

Buang kata nanti ganti dengan kata saat ini. Ketika Bunda menetapkan keyakinan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai maka semua organ tubuh dan hormon akan bekerja dan bersinergi untuk membuktikan apa yang telah Bunda yakini.

Ada keajaiban-keajaiban yang akan muncul ketika Bunda telah menentapkan keyakinan untuk memulai saat ini.

Kelak keajaiban itu akan Bunda alami dan bisa diceritakan keajaiban tersebut kepada orang lain sebagai inspirasi.

Saat inilah saat yang tepat untuk memulai langkah pertama. Jangan menunda lagi.

Cobalah untuk memulai dari sekarang, dalam prosesnya Bunda akan sadar bahwa Bunda telah memulai pada saat yang tepat.

Kelak waktu akan membuktikan bahwa langkah pertama yang telah Bunda lakukan itu adalah langkah yang benar.

Lalu Bunda mengalami sebuah peristiwa yang luar biasa.

Bunda duduk di sebelah ananda yang sedikit lagi mampu menyetorkan hafalannya yang terakhir.

Bunda tersenyum dan memeluk ananda dengan erat sampai-sampai tak terasa ada tetesan air mata mengalir di kedua kelopak mata Bunda.

Nanti akan meledak kegembiraan Bunda saat ananda memakaikan mahkota kemuliaan yang bercahaya dan menjadi keinginan semua orang tua kelak di akhirat.

Bunda, apa yang saya ceritakan yaitu bermimpi memiliki anak yang hafidz Quran ini adalah salah satu contoh.

Bunda, ayo bermimpilah untuk dirimu dan anak-anakmu. Mulailah saat ini, kita kejar mimpi-mimpi itu.

Mulailah ayunkan langkah pertama untuk mewujudkan mimpimu terhadap anak-anakmu. Saat ini Bunda, sekarang juga bukan nanti, jangan ditunda lagi.

Jika terus ditunda mimpi itu akan sirna, mimpi itu tidak lagi membekas, mimpi itu hanya akan menjadi cerita getir yang kelu untuk diceritakan.[ind]

sumber: Kulwap Tumbuh Yuk! Rumah Inspirasi Aisha, Juli 2021.

Tags: dyah lestyarinimengasah habit menjadi hebatrandy ariyantorumah inspirasi aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keutamaan Istigfar untuk Orang Tua

Next Post

Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Next Post
Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Cara Memasak Daging Kurban Dengan Tepat dan Lezat

Gegar Pulang Kampung

Tergantung Apa yang Kita Lihat

Apakah Pacaran Membatalkan Puasa

13 Tips Harmonis dalam Rumah Tangga

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4241 shares
    Share 1696 Tweet 1060
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    268 shares
    Share 107 Tweet 67
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9049 shares
    Share 3620 Tweet 2262
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4095 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Shobrun Jamil, Bersabar Seperti Aisyah

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4733 shares
    Share 1893 Tweet 1183
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2405 shares
    Share 962 Tweet 601
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga