• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mendidik Anak sebagai Budak

04/10/2025
in Parenting, Unggulan
Cara Mendidik dengan Lemah Lembut

(foto: pixabay)

156
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Mendidik anak sebagai budak, judul artikel ini mungkin kontroversial. Namun, bubur tidak akan pernah menjadi nasi kembali. Tulisan yang beredar di media sosial ini menyarankan untuk mendidik anak sebagai ‘budak’ dari sekarang supaya tidak menjadi ‘raja’.

Mendidik anak sebagai ‘budak’. Judulnya seperti bercanda, tapi itulah esensi mendidik anak-anak sekarang ini.

Baca Juga: Hukum Perbudakan dalam Islam

Mendidik Anak sebagai Budak

Mungkin tidak banyak yang setuju dengan fakta ini, terutama orang tua yang melihat bahwa anak tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Anda pernah melihat kejadian saat ibu sibuk bekerja di rumah, seperti mencuci, mengepel, memasak dan bahkan membereskan kamar anak.

Padahal, si ibu memiliki 2-3 anak gadis duduk di depan TV, atau bermain handphone atau laptop di depannya.

Nah, ketika mereka diminta untuk membantu, terus mengeluh, tidak mau, malas dan beberapa yang alasan lainnya.

Ini lebih parah lagi, ada pula yang pergi, merajuk dan cuek, padahal hanya karena diminta untuk menutup keran air di dapur.

Kadang sampai berteriak pun mereka tidak peduli.

Anak laki-laki pun tidak mau melakukan pekerjaan yang dilakukan anak perempuan? Tidak macho katanya, perasaan terbebani seperti lengket di atas lem saja.

Baca Juga: Dua Penyakit Masyarakat yang Merajalela

Budaya Anak Menjadi ‘Raja’ semakin Meluas

Budaya anak menjadi raja semakin meluas sekarang ini. Untuk alasan apa? Karena mereka belum merasakan dididik menjadi ‘budak’ sejak kecil.

Banyak pasangan yang terlalu sayang kepada anak-anak. Keinginan anak-anak semua diikuti. Mereka tidak diajarkan untuk memahami kesulitan dan kesulitan orang tua mereka.

Ya, orang tuanya kaya, tapi ingin anak menjadi sukses, tidak mudah.

Bila para orang tua diberi saran agar jangan memanjakan anak Anda. Inilah jawaban mereka …

“Tidak apa-apa mereka masih anak-anak.”

“Jangan biarkan anak laki-laki mengerjakannya, seperti pelayan saja.”

Jika begini alasannya, maka orang tua bersiaplah untuk menjadi “budak” bagi anak pada masa tua?

Tidak hanya itu…

Ada anak yang sudah sampai menikah masih menyusahkan orang tua untuk membereskan barangnya.

Hal ini banyak terjadi, dan kita sendiri telah berkali-kali melihat dengan mata kepala sendiri. Ini kenyataan.

Hal ini terjadi di dunia sekarang ini. Pakaian anak dan mantu masih ibu yang mencuci. Padahal usia lebih dari 30 tahun, mau makan pun, ibu yang memasak.

Anak-anak yang tidak dididik dengan melakukan pekerjaan sejak kecil, mereka akan canggung melakukannya saat mereka telah dewasa.

Kalau sudah terjadi demikian, mereka melakukannya kurang tulus dan terpaksa saja. Mereka akan melakukannya hanya saat disuruh.

Kita tidak ingin orang tua menghukum anaknya.

Orangtua harus sadar, mulai dari anak usia 2 tahun, mereka perlu dipelihara dan dididik menjadi ‘budak’.

Mengarahkan mereka melakukan sesuatu, kadang seperti memaksanya padahal semua itu buat kebaikan anak di masa depannya.

Jangan terlalu lembut. Jangan terlalu kasihan kepada anak-anak. Jangan terlalu manja

Ajari mereka banyak kerja keras sejak kecil. Ajari mereka tentang pekerjaan rumah
Ajari mereka arti hidup.

Memupuk kesadaran di dalamnya. Ajari anak perempuan untuk bekerja membersihkan, memasak, mencuci rumah dan segala jenis pekerjaan rumah.

Ajari putri Anda tentang kebersihan, terutama kebersihan pribadi.

Anak laki-laki mulai terbiasa enteng tangan. Ajarkan anak laki-laki juga untuk melakukan pekerjaan seperti berenang, memperbaiki pipa air, menebang pohon dan banyak lagi.

Jika memungkinkan, ajarkan juga apa yang cewek suka, memasak. Tidak ada salahnya, tapi itu akan menjadi bonus sebagai orang dewasa.

Baca Juga:Semua Orang Sayang Anak

Anak Kita, Belajar dari Kita

Ajarkan dan didik mereka dengan cinta tapi perlu tegas dan pastikan mereka mengikuti instruksinya.

Biarkan dididik sebagai budak, jangan sampai bila mereka besar menjadi raja. Dan yang paling ditakuti, berubah menjadi anak durhaka, yang dibenci Allah.

Bila anak tidak dididik seperti itu, kondisi itu akan sama seperti kondisi bunyi hadist di bawah ini yang merupakan tanda-tanda kiamat:

Ibnu Abbas menyebutkan suatu hadits. Dan dalam hadits tersebut disebutkan, Rasulullah berkata:

“Jika kamu mau, saya akan menceritakan kepadamu mengenai tanda-tanda kiamat selain itu.”

Para sahabat berkata, “Tentu wahai Rasulullah, ceritakanlah padaku.”

Rasulullah bersabda: “Jika kamu telah melihat budak wanita (ibunya dijadikan seperti budak) melahirkan tuannya (anak-anak dibiarkan bagaikan raja)…” (HR Ahmad)

Ayah Bunda Sahabat Muslim, apa kabar pengasuhan anak-anak kita?[ind]

Tags: Mendidik Anak sebagai Budak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kandungan Skincare yang Cocok untuk Kulit Berminyak

Next Post

Kepala Boleh Panas, Hati Tetap Dingin

Next Post
Rahasiakan Dirimu dengan Senyuman

Kepala Boleh Panas, Hati Tetap Dingin

Konferensi Iblis

Setan Tidak Dapat Masuk dalam Rumah yang Disebut Nama Allah

Penghancuran Ka'bah dan Terbitnya Matahari dari Barat

Hari Kiamat sangat Dekat

  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8366 shares
    Share 3346 Tweet 2092
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4288 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3773 shares
    Share 1509 Tweet 943
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Salimah Kalbar Gelar Rakornas dan Pelatihan Kepemimpinan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2241 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3347 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Menghina Allah dalam Hati

    492 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4591 shares
    Share 1836 Tweet 1148
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga