ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 10 Desember 2019 | 13 Rabiul Akhir 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
 
Jasa Aqiqah Murah, Budget Aqiqah, Kambing Aqiqah Murah, Aqiqah Tangerang
 
PARENTING

Jangan Bersedih Jika Hanya Dikaruniai Anak Perempuan

27 February 2019 07:42:29
anak,perempuan,keberkahan
Lukisan Muna hyunmien Bae

ChanelMuslim.com - Pasangan yang hanya memiliki anak perempuan menghadapi banyak tekanan dalam masyarakat kita karena mereka belum memiliki seorang putra. Anak perempuan adalah berkah dari Allah tetapi di era modern ini orang masih saja beranggapan jika memiliki anak laki-laki lebih baik.

Jika ada pasangan yang hanya memiliki anak-anak perempuan, selalu saja ada komentara, “Satu lagi dong, siapa tahu yang lahir bayi laki-laki.”

Sangat wajar memang jika satu keluarga menginginkan adanya anak laki-laki dalam keturunannya karena anak laki-laki dianggap sebagai penerus garis keturunan. Meski begitu memiliki anak laki-laki bukan berarti lebih baik dari pada sekedar memiliki anak-anak perempuan saja. Tidak ada jaminan memiliki anak laki-laki akan membuat hidup orangtua lebih bahagia. Kebahagiaan didapat bukan ari jenis kelamin anak-anak kita tapi dari seberapa besar syukur kita dan bakti anak-anak pada orangtua.

Memiliki anak perempuan artinya orangtua sudah mempunyai jaminan untuk masuk surga karena dengan merawat, mendidik dan membesarkan anak-anak perempuan akan mendapat ganjaran surga. Perlakukan anak-anak dengan sama. Sering terdengar bagaimana orang menganakemaskan seorang anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan.

Ketika Nabi berada di rumah atau di depan umum, dan putrinya ini menghampiri atau memasuki ruangannya, Nabi segera berdiri menyambut dan memperlihatkan secara terbuka kelembutan terhadapnya. Baik orang Madinah maupun orang Mekkah terkejut melihat perilaku Nabi terhadap anak perempuan, yang dalam adat kebiasaan mereka, anak-anak tidak mendapat perlakuan semacam itu. Rasulullah SAW biasa mencium putrinya, duduk di sisinya, tanpa memedulikan komentar orang lain, atau kritik bahwa perilaku itu bisa menimbulkan gejolak.

Dari Aisyah, ummul mukminin, radhiallahu anha dia berkata, “Dahulu kami para isteri Nabi shallallahu alaihi wa sallam berada di sisinya semua, tidak ada seorang pun di antara kami yang tidak ada, lalu datanglah Fatimah alaihassalam berjalan kaki. Demi Allah, gaya berjalannya serupa dengan gaya berjalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ketika melihatnya, beliau menyambutnya seraya berkata, “Selamat datang puteriku.” 

Kemudian dia dipersilahkan duduk di sebelah kanannya atau sebelah kirinya. Kemudian beliau membisikinya, maka dia menangis, ketika melihatnya bersedih, beliau kembali membisikinya (lagi), ternyata dia tertawa. Maka aku berkata sebagai salah seorang isteri beliau berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tadi membisikkanmu secara khusus di depan kami, kemudian engkau menangis, maka ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bangun, aku menanyainya tentang apa yang dibisikkan kepadamu?”

Dia (Fatimah) berkata, ‘Aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau wafat, aku bertanya lagi kepadanya. Ketika beliau (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) wafat, aku (Aisyah) berkata kepadanya (Fatimah), “Aku masih menuntutmu perkara hak yang belum engkau sampaikan kepadaku (soal bisikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). Maka Fatimah berkata, “Kalau sekarang bolehlah,’ Lalu dia mengabarkanku dengan berkata, “Adapun kala beliau membisikkan aku pada kali pertama, dia mengabarkan bahwa Jibril biasnaya memeriksa bacaan Alqurannya sekali setiap tahun, namun pada tahun ini dia memeriksanya dua kali dalam setahun, aku menilai itu sebagai pertanda dekatnya ajalku, bertakwalah engkau kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya akan sebaik-baik pendahulu bagimu.” Dia berkata, ‘Maka aku menangis seperti yang engkau lihat. Ketika beliau melihat kesedihanku, beliau membisikkan aku kali kedua, beliau berkata, ‘Wahai Fatimah, tidak kah engkau sudi menjadi pemimpin para wanita beriman atau pemimpin wanita umat ini?” (HR. Bukhari, no. 5928, Muslim, no. 2450)

Memperlakukan anak-anak memang harus sesuai dengan fitrahnya tapi bukan berarti harus melanggar hak-hak mereka sebagai seorang anak yang harus kita jaga iman dan Islamnya. Dalam Islam, kategori anak shaleh tidak disematkan hanya pada anak laki-laki tapi pada semua anak maka perlakukanlah anak-anak kita sebagai anak-anak emas yang akan mengantarkan kita menuju ridho Allah. Semoga Allah melindungi semua anak perempuan di dunia. Aamiin. (Maya)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
anak
perempuan
keberkahan
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
01 February 2018 17:19:34

Mempersiapkan Anak untuk Terbang Lebih Tinggi

 
PARENTING
20 October 2018 07:22:38

Kalimat Bertuah Para Ibu

 
 
PARENTING
24 November 2018 11:02:26

Ayah, Aku membutuhkanmu

 
PARENTING
18 April 2018 21:12:01

16 Ciri-Ciri Anak Cerdas Kinestetik

iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Manajemen Masjid Berbasis Ekonomi Kreatif 4.0
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284