• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 17 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Anak Bukan Bawahan Orangtua, Biarkan Anak Menemukan Jati Dirinya Sendiri

29/03/2026
in Parenting, Unggulan
Anak Bukan Bawahan Orangtua, Biarkan Anak Menemukan Jati Dirinya Sendiri

Foto: Pexels

86
SHARES
664
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MEMBIMBING dan mengajarkan anak menjadi yang terbaik memang sudah menjadi tugas orangtua. Namun, ada kalanya orangtua harus membiarkan anak menemukan jati dirinya sendiri tanpa harus memaksa.

Hingga saat ini  masih ada orangtua, baik ibu maupun ayah yang menerapkan pendidikan kepada anak layaknya atasan dan bawahan.

Ada ini sebuah kisah yang perlu menjadi pembelajaran bagi orangtua yang masih menerapkan pola asuh tersebut.

Berikut ini kisahnya, disampaikan dalam buku Parenting with Heart: Menumbuhkan Anak dengan Hati yang tulis oleh Alia Daryati dan Anna Farida:

Saya pernah menjumpai anak yang sangat cantik sebut, saja namanya Erika kelas 1 SMP.

Dari penampilannya terlihat bahwa dia terurus dengan baik.

Saya selalu beranggapan Erika baik-baik saja hingga suatu kali wali kelasnya datang kepada saya untuk minta bantuan.

Baca Juga: Waktunya Orangtua Belajar, Kenali 10 Kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak

Anak Bukan Bawahan Orangtua, Biarkan Anak Menemukan Jati Dirinya Sendiri

“Bu tolong tenangkan Erika. dia menangis lagi.”

“Kenapa?”

“Katanya gara-gara bajunya kotor. Dia juga tidak mau ikut olahraga karena lapangan kitakan dari tanah dia tidak mau pakai sepatu kotor.”

Saya menghela nafas. Mengapa Erika tidak suka kotor sampai seekstrim begitu?

Ketika sampai di kelasnya saya lihat gadis remaja itu sedang menangis dan nyaris panik. Rupanya dia keasyikan membaca sambil memainkan spidol lalu secara tidak sengaja lengan bajunya tercoret.

Saya genggam tangannya dan dia menangis lebih keras.

“Apa yang bikin kamu cumas Erika,” tanya saya perlahan.

“Baju saya kotor Bu. Saya harus selalu terampil rapi tidak boleh kotor, tidak boleh kusut.”

Dan dia menangis lagi. Kali ini lebih lama karena sudah mau mulai jam istirahat dan sebentar lagi kelas akan ramai.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saya ajak dia ke kantor. Erika tampaknya sedang tidak ingin diajak bicara, jadi saya biarkan saja dia menenangkan diri sampai akhirnya bisa kembali ke kelas.

Dua hari kemudian ibunya datang menemui saya dengan wajah cemas.

Entah kenapa, di zaman ini masih ada kesan kuat bahwa kalau orangtua dipanggil ke sekolah berarti anaknya dalam masalah.

Saya hampir selalu harus menghilangkan kesan itu, agar bisa berbincang secara terbuka dan nyaman dengan orangtua.

Dari penampilannya yang sangat rapi, saya menduga standar kerapian dan kebersihan Erika berasal dari ibunya.

“Saya memang mengajarkan Erika agar selalu bersih dan rapi. Standar saya sederhana, baju tidak boleh kusut atau kotor, rambut selalu rapi. Di rumah, saya menyediakan cairan pencuci tangan di setiap ruangan.

Kebersihan dan kerapian kan tidak bisa diajarkan secara instan, Bu. Saya memahami pentingnya kebersihan dan kerapian juga karena didikan orangtua saya sejak kecil…”

“Pernah enggak Ibu bertanya ke Erika, apakah dia merasa repot dengan ketentuan yang ibu tetapkan:?” tanya saya.

“Awalnya saya ngerepot, Bu. Saya terus memantau apakah dia sudah cuci tangan, menyeka keringat dengan tisu basah dan merapikan bajunya. Lama-lama, dia juga paham.”

“Menurut Ibu apa yang Erika pahami soal kebersihan?”

“Aduh zaman sekarang penyakit mudah sekali menyerang, Bu. Karena itu saya selalu ajarkan pentingnya kebersihan dan kerapian. Daripada anak saya sakit mending saya jaga-jaga deh.”

“Sebentar. Yang ingin saya tanyakan adalah pemahaman Erika sendiri. Apakah ibu tahu?”

“Anak seumur itu kadang belum paham, Bu. Apa yang saya lakukan toh demi kebaikannya. Dengan standar kebersihan yang kami terapkan dia akan selalu sehat dan tampil rapi. Nanti kalau sudah lebih besar dia akan paham sendiri.”

Dengan pengasuhan, tiap-tiap orangtua memiliki Standard Operating Prosedure (SOP) yang mesti dijalankan.

Namun, anak-anak bukanlah bawahan dan kita bukan atasan mereka yang memantau kualitas kerja berdasarkan SOP saja.

Kita adalah pembimbing mereka. Pengasuhan tidak menghasilkan miniatur orangtuanya melainkan anak-anak yang menemukan jati dirinya dengan bimbingan yang benar dari kita. [Ln/Sdz]

Tags: Anak Bukan Bawahan OrangtuaBiarkan Anak Menemukan Jati Dirinya Sendiri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui, Kelebihan serta Karakteristik Bahan Polyester

Next Post

Kenali Penyebab dan Gejala Gondongan yang Harus Diwaspadai

Next Post
Kenali Penyebab dan Gejala Gondongan yang Harus Diwaspadai

Kenali Penyebab dan Gejala Gondongan yang Harus Diwaspadai

Membangun Bonding Kakak-Beradik yang Memiliki Karakter Berbeda Satu Sama Lain

Membangun Bonding Kakak-Beradik yang Memiliki Karakter Berbeda Satu Sama Lain

Makam Mulia Dulunya Adalah Rumah Aisyah

Makam Mulia Dulunya Adalah Rumah Aisyah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8430 shares
    Share 3372 Tweet 2108
  • Lewat Sekolah Lansia, Salimah Tulungagung Ajak Masyarakat Kenali Gejala Demensia Sejak Dini

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11339 shares
    Share 4536 Tweet 2835
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4312 shares
    Share 1725 Tweet 1078
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Sudah Siap Pindah dari Gas LPG ke CNG?

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Inilah Jawabannya, Mengapa Kita Berjalan Mengelilingi Kabah di Makkah

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2256 shares
    Share 902 Tweet 564
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    239 shares
    Share 96 Tweet 60
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga