DI ERA digital seperti sekarang, tantangan terbesar orang tua bukan hanya mengatur pola makan anak, tetapi juga membiasakan mereka untuk aktif bergerak. Gawai, televisi, hingga permainan daring sering membuat anak lebih betah duduk berjam-jam daripada bermain di luar rumah. Jika kondisi ini dibiarkan, kebiasaan kurang bergerak dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental anak.
Padahal, olahraga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Aktivitas fisik membantu memperkuat tulang dan otot, menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung kemampuan konsentrasi saat belajar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan anak usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama rata-rata 60 menit setiap hari.
Agar anak terbiasa berolahraga tanpa merasa dipaksa, orang tua perlu menerapkan cara yang menyenangkan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Baca Juga: Simak Lima Bahan Alami untuk Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan
5 Tips Mengajarkan Anak Rajin Berolahraga Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu
1. Jadilah Contoh bagi Anak
Anak adalah peniru ulung. Mereka lebih mudah mengikuti apa yang dilakukan orang tua dibandingkan hanya mendengarkan nasihat.
Jika ayah dan ibu rutin berjalan kaki, bersepeda, jogging, atau senam di rumah, anak biasanya akan tertarik ikut mencoba. Sebaliknya, akan sulit mengajak anak aktif jika orang tua sendiri lebih sering menghabiskan waktu di depan televisi atau ponsel.
Membiasakan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup keluarga akan membuat anak menganggap aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
2. Pilih Olahraga yang Disukai Anak
Tidak semua anak menyukai jenis olahraga yang sama. Ada yang senang bermain sepak bola, ada yang lebih menikmati berenang, menari, bulu tangkis, atau sekadar bersepeda di sekitar rumah.
Karena itu, hindari memaksa anak mengikuti olahraga yang tidak diminatinya. Berikan kesempatan mencoba berbagai aktivitas hingga ia menemukan olahraga yang membuatnya merasa senang.
Ketika anak menikmati aktivitasnya, ia akan lebih termotivasi untuk melakukannya secara rutin.
3. Batasi Waktu Bermain Gawai
Salah satu penyebab anak malas bergerak adalah terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.
Orang tua dapat membuat aturan sederhana, misalnya waktu penggunaan gawai hanya setelah tugas sekolah selesai atau maksimal beberapa jam setiap hari sesuai usia anak. Waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk bermain di luar rumah atau berolahraga bersama keluarga.
Keseimbangan antara waktu layar dan aktivitas fisik akan membantu anak menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
4. Jadikan Olahraga Sebagai Waktu Berkualitas Keluarga
Olahraga tidak harus selalu dilakukan di tempat kebugaran. Jalan santai di taman, bermain bola di halaman, bersepeda saat akhir pekan, atau senam bersama di rumah juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.
Selain menyehatkan tubuh, kegiatan bersama seperti ini dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Anak pun akan memiliki kenangan menyenangkan yang membuatnya semakin menyukai olahraga.
5. Berikan Apresiasi, Bukan Tekanan
Saat anak mulai rutin berolahraga, berikan pujian atas usahanya. Tidak perlu hadiah yang mahal, ucapan sederhana seperti “Ayah bangga kamu semangat bersepeda hari ini” sudah dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
Sebaliknya, hindari membandingkan kemampuan anak dengan teman atau saudaranya. Fokuslah pada perkembangan yang ia capai, sekecil apa pun itu. Dengan begitu, anak akan merasa olahraga adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan sebuah kewajiban yang membebani.
Menanamkan kebiasaan berolahraga memang membutuhkan kesabaran. Namun, hasilnya akan sangat bermanfaat bagi kesehatan anak hingga dewasa nanti. Yang terpenting bukanlah memilih olahraga yang paling berat, melainkan membangun rutinitas agar anak terbiasa aktif setiap hari. [DW]





