• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Belajar Arif Memaknai Jihad

24/12/2019
in Berita
75
SHARES
579
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Dra. Hj. Siti Faizah, Ketua Umum Persaudaraan Muslimah.

 

ChanelMuslim.com- Jihad seringkali diwacanakan dalam sudut pandang keliru dan negatif. Mengarah kepada arogansi dan perlawanan bersenjata, pembunuhan, perampasan dan pemaksaan. Memahami secara sempalan dan serampangan peperangan dan penaklukan di masa kenabian dan kerasulan. Padahal tiadalah seorang muslim diseru untuk berperang sebagai salah satu realisasi jihad, melainkan dipicu oleh kondisi menjaga pertahanan diri, kepemilikan masyarakat, kehidupan beragama, penegakan agama dan keruntuhan negara yang terganggu dan terancam. Sehingga menuntut perlawanan dan ketahanan.  
Sesungguhnya Islam menghadirkan makna jihad sebagai tuntutan pada seseorang agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menegakkan kebenaran, melaksanakan kebaikan dan memasyarakatkannya, mencegah keangkaraan, kemunkaran, kebrutalan, kejahatan, kezaliman dan keburukan lainnya. Sehingga perhelatan dunia tetap dalam perwajahan yang tenteram, aman dan nyaman. 
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.” 
Ayat enam puluh sembilan yang mengakhiri surat kedua puluh sembilan, dengan nama Al Ankabut di atas, menurut Ibnu Atiyyah merupakan ayat yang turun sebelum turunnya perintah jihad yang biasa dikenal. Dengan demikian, makna jihad dalam ayat tersebut berbentuk umum, yakni jihad mengendalikan hawa nafsu agar tetap dalam ketaatan kepada Allah sebagai jihad terbesar. Termasuk di dalamnya menegakkan agama Allah Ta’ala dan mencari keridaan-Nya, memperjuangkan agama, mematahkan argumentasi orang-orang sesat, membungkam kezaliman dengan menegakkan perbuatan baik dan meninggalkan larangan-Nya.   
Dengan demikian, tuntutan yang paling besar pada orang mukmin yang berilmu, yakni jihad untuk mengamalkannya. Ranah aplikasi sangat dibutuhkan bukan sekedar tuntutan pelaksanaan, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus kemanfaatan yang bisa diberikan oleh seseorang dan kegunaannya untuk orang lain. 
Hal ini sejalan dengan sabda Rasul SAW., “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.” tiadalah pengetahuan, ilmu, kreatifitas, inovasi Allah Ta’ala berikan kepada seseorang, melainkan sedikit. Sebab tiada guna seseorang memiliki ilmu yang banyak tanpa pelaksanaan dan perwujudan kebaikan, kemanfaatan pada dirinya dan orang lain. “Tiadalah kalian diberi ilmu kecuali sedikit” (Qs. Al Isra’ : 85). Sebab, Dzat Yang Mahapandai ingin melihat dulu manfaat apa yang sudah diberikan, sehingga Ia berhak memberikan tambahan ilmu kepada manusia.   
Setelah kesungguhan, komitmen, usaha keras dalam melakukan ketaatan, menegakkan kebenaran dan menebarkan kebaikan, menolong agama Allah Ta’ala, menolak kejahatan, memberantas kezaliman dan kebrutalan sebagai realisasi kearifan dalam berjihad, niscaya Allah Ta’ala akan memberi seseorang petunjuk dan membimbingnya menuju surga. Menambah ilmu dan meningkatkan kebaikan pada seseorang, menempuh jalan kebahagiaan serta kebaikan bagi dunia dan di akhirat, “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.” (Qs. Muhammad:17)
Petunjuk yang Allah Ta’ala berikan setelah proses jihad dilaksanakan berbentuk bimbingan menuju jalan kebaikan, keimanan dan kebahagiaan, bantuan, dukungan dan pemeliharaan. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Sesungguhnya yang menyebabkan kita tidak mendapatkan ilmu tentang hal-hal yang belum kita ketahui disebabkan kita tidak mengamalkan ilmu yang kita miliki. Sekiranya kita mengamalkan sebagian saja dari ilmu yang kita miliki, niscaya Allah Ta’ala akan mengucurkan kepada kita ilmu yang sangat banyak,” sebagaimana firman-Nya, “Dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan memberikan pengajaran kepadamu.” (Qs. Albaqarah: 282). Allohu a’lam bish shawab. [Mh]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jadi Seorang Ibu, Ini Cerita Intan Nuraini dan Harapannya

Next Post

Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

Next Post
Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

Pendidikan Bertahap sesuai Tumbuh Kembang Anak

BNI Syariah Siapkan Dana Rp180,2 Miliar Menjelang Libur Panjang Akhir Tahun

Menu Makan Siang dengan Simple Chicken Fajitas, Kuliner ala Texas Amerika

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1906 shares
    Share 762 Tweet 477
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1829 shares
    Share 732 Tweet 457
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga