• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 27 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Anakku, Engkaulah “Hajar Aswad” yang Sesungguhnya

15/01/2018
in Oase
82
SHARES
628
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Anakku, Engkaulah ‘Hajar Aswad’ yang Sesungguhnya

“Ibu.. maju terus. Ke kanan Bu. Sedikit lagi Bu. Saya jaga Ibu di belakang. Saya lindungi Ibu.” seraya pemuda itu terus menerus berdzikir sambil menangis “Yaa Latiiif.. Yaa Latiiif..”

Air mata ini sungguh tak terbendung mengingat saat-saat itu, menulis-pun masih gemetar.
Dini hari sekitar pukul 2 pagi, setelah saya menyelesaikan tawaf sunnah, saya menuju kerumunan antrian hajar aswad. Sepi? Subhanallah tak pernah sepi dan selalu berdesakan.

Saya mencoba masuk antrian bersama jamaah lain dari segala penjuru dunia yang badannya kekar tinggi besar.

Awalnya, ketika mulai masuk antrian, posisi saya paling belakang, tanpa sadar seperti ada yang menarik saya maju dijajaran depan begitu lancar.
Sudah selesaikah perjuangan? Belom.
Semakin mendekati Hajar Aswad, desakan semakin kuat, semakin rapat, hingga bernafaspun butuh tenaga.

Tak henti-hentinya bibir ini berucap hingga meneteskan air mata.

“Allahumma yassir wa laa tuassir” (Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit)

Tiba-tiba ada seorang pemuda, yang saya yakini lebih muda dari saya, orang Indonesia. Muncul dan berkata

“Ibu.. maju terus. Ke kanan Bu. Sedikit lagi Bu. Saya jaga Ibu di belakang. Saya lindungi Ibu.” seraya pemuda itu terus menerus berdzikir sambil menangis

“Yaa Latiiif.. Yaa Latiiif..”
“Ibu sedikit lagii..”
“Ibu.. cium Bu, cium Bu..”
“Ibu sudah mencium?”

Saya pun mengikuti arahannya.

Allahu Akbar Allahu Akbar, ataz izin Allah, Allah memberi kesempatan pada saya untuk mencium dan meraba hajar aswad.
Batu dari surga yang ditemukan Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim.

Batu yang sama dimana Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun mencium di setiap Tawafnya.

Apakah perjuangan sudah berakhir? Belum. Perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai.

Selesai saya mencium Hajar aswad, ketika akan berbalik badan bergantian dengan jamaah lainnya, saya hampir terpeleset batu yang menempel di pinggir kabah karena licin, hingga hampir jatuh, posisi lutut ini pun sudah rukuk.

Hanya satu yang terbayang, wajah anak-anak, suami, dan orangtua.
Saya merasa sangat lemah selemah-lemahnya dan sangat kecil bagikan debu.

Saya pun hanya mampu berdoa, “Ya Allah aku pasrahkan, ikhlaskan, dan sandarkan hidup matiku hanya pada Mu.

“Allahumma yassir wa laa tuassir”

Pemuda dibelakang saya tadi tiba-tiba berkata..
“Ibuu. Ibu jangan jatuh. Ibu berdiri Bu. Saya bantu angkat Ibu yaa..” seraya ia membantu mengangkat lengan saya ke atas dan membantu memberi jalan keluar dari kerumunan.

Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal…
“Terimakasih mas.. Jazakallahu khoiron katsiron. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan.”
Pemuda itu pun hanya menunduk dan hilang dalam kerumunan jamaah lainnya.

Hingga detik ini pun masih terngiang kata-kata pemuda itu.

Satu hal yang pasti, pertolongan Allah dari arah yang tak disangka.

Entah apa yang terjadi jika saya jatuh saat itu, mungkin sudah terinjak oleh kerumunan jemaah, suara minta tolong pun pastilah tak terdengar. Membayangkannya pun saya tak sanggup.

Moment yang menghentak hati saya. Perjalanan spiritual yang tidak akan pernah terlupa.

Jika mencium hajar aswad adalah cerminan cinta pada Allah dan Rasul-Nya.

Ketika Allah memberi wujud nyata cinta-Nya kepada hamba-Nya dengan anugerah anak, suami, dan orangtua, apa yang sudah saya perbuat untuk mereka?

Apakah saya sudah dengan gigih dan berjuang keras mencurahkan kasih sayang terhadap mereka?
Apakah saya sudah cukup sabar mendidik anak-anak seperti sabarnya saya meraih hajar aswad?
Apakah saya sudah cukup ikhlas membersamai anak-anak seperti ikhlasnya saya meraih hajar aswad?

Apakah saya sudah cukup bersyukur seperti bersyukurnya saya ketika mencium hajar aswad?

Jika terhadap batu saja bersungguh-sungguh berusaha begitu dahsyatnya, pasti lebih lagi terhadap anak-anak, suami, dan orangtua yang telah Allah amanahkan langsung kepada kita.
Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah..

‘Hajar aswad’ itu ternyata di depan mata saya.

Peluuuuk eraaat anak-anak.
Minta maaf pada anak, suami, dan orangtua.

-Ervika Dian Anggia Putri
Menulis sebagai pengingat diri

Ditulis oleh Dian Anggia Putri di akun Facebook nya pada 12 Januari 2018 pukul 13.21

Semoga Bermanfaat

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Islamic Fashion Ecommerce Buka Store Pertama di Palembang

Next Post

Ombudsman: Ada Indikasi Maladministrasi Stok Beras

Next Post

Ombudsman: Ada Indikasi Maladministrasi Stok Beras

Ayam

Empat Keanehan Kebijakan Impor Beras

  • Ayat Al-Qurán tentang Traveling

    Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1137 shares
    Share 455 Tweet 284
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4050 shares
    Share 1620 Tweet 1013
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8967 shares
    Share 3587 Tweet 2242
  • Anak Gaza Korban atau Target Sengaja Israel?

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11627 shares
    Share 4651 Tweet 2907
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5422 shares
    Share 2169 Tweet 1356
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2291 shares
    Share 916 Tweet 573
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    2126 shares
    Share 850 Tweet 532
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5447 shares
    Share 2179 Tweet 1362
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga