ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16 Safar 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
OASE

Anakku, Engkaulah "Hajar Aswad" yang Sesungguhnya

15 January 2018 12:08:27
Kabah, Baitullah, hajar Aswad, chanelmuslim, Masjid, Parenting, ibu
Ilustrasi para jamaah haji saat di depan Ka\'bah

Anakku, Engkaulah ‘Hajar Aswad’ yang Sesungguhnya

“Ibu.. maju terus. Ke kanan Bu. Sedikit lagi Bu. Saya jaga Ibu di belakang. Saya lindungi Ibu.” seraya pemuda itu terus menerus berdzikir sambil menangis “Yaa Latiiif.. Yaa Latiiif..”

Air mata ini sungguh tak terbendung mengingat saat-saat itu, menulis-pun masih gemetar.

Dini hari sekitar pukul 2 pagi, setelah saya menyelesaikan tawaf sunnah, saya menuju kerumunan antrian hajar aswad. Sepi? Subhanallah tak pernah sepi dan selalu berdesakan.

Saya mencoba masuk antrian bersama jamaah lain dari segala penjuru dunia yang badannya kekar tinggi besar.

Awalnya, ketika mulai masuk antrian, posisi saya paling belakang, tanpa sadar seperti ada yang menarik saya maju dijajaran depan begitu lancar.

Sudah selesaikah perjuangan? Belom.

Semakin mendekati Hajar Aswad, desakan semakin kuat, semakin rapat, hingga bernafaspun butuh tenaga.

Tak henti-hentinya bibir ini berucap hingga meneteskan air mata.

“Allahumma yassir wa laa tuassir” (Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit)

Tiba-tiba ada seorang pemuda, yang saya yakini lebih muda dari saya, orang Indonesia. Muncul dan berkata

“Ibu.. maju terus. Ke kanan Bu. Sedikit lagi Bu. Saya jaga Ibu di belakang. Saya lindungi Ibu.” seraya pemuda itu terus menerus berdzikir sambil menangis

“Yaa Latiiif.. Yaa Latiiif..”

“Ibu sedikit lagii..”

“Ibu.. cium Bu, cium Bu..”

“Ibu sudah mencium?”

Saya pun mengikuti arahannya.

Allahu Akbar Allahu Akbar, ataz izin Allah, Allah memberi kesempatan pada saya untuk mencium dan meraba hajar aswad.

Batu dari surga yang ditemukan Nabi Ismail dan diletakkan oleh Nabi Ibrahim.

Batu yang sama dimana Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun mencium di setiap Tawafnya.

Apakah perjuangan sudah berakhir? Belum. Perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai.

Selesai saya mencium Hajar aswad, ketika akan berbalik badan bergantian dengan jamaah lainnya, saya hampir terpeleset batu yang menempel di pinggir kabah karena licin, hingga hampir jatuh, posisi lutut ini pun sudah rukuk.

Hanya satu yang terbayang, wajah anak-anak, suami, dan orangtua.

Saya merasa sangat lemah selemah-lemahnya dan sangat kecil bagikan debu.

Saya pun hanya mampu berdoa, “Ya Allah aku pasrahkan, ikhlaskan, dan sandarkan hidup matiku hanya pada Mu.

“Allahumma yassir wa laa tuassir”

Pemuda dibelakang saya tadi tiba-tiba berkata..

“Ibuu. Ibu jangan jatuh. Ibu berdiri Bu. Saya bantu angkat Ibu yaa..” seraya ia membantu mengangkat lengan saya ke atas dan membantu memberi jalan keluar dari kerumunan.

Dengan nafas yang masih tersenggal-senggal…

“Terimakasih mas.. Jazakallahu khoiron katsiron. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan.”

Pemuda itu pun hanya menunduk dan hilang dalam kerumunan jamaah lainnya.

Hingga detik ini pun masih terngiang kata-kata pemuda itu.

Satu hal yang pasti, pertolongan Allah dari arah yang tak disangka.

Entah apa yang terjadi jika saya jatuh saat itu, mungkin sudah terinjak oleh kerumunan jemaah, suara minta tolong pun pastilah tak terdengar. Membayangkannya pun saya tak sanggup.

Moment yang menghentak hati saya. Perjalanan spiritual yang tidak akan pernah terlupa.

Jika mencium hajar aswad adalah cerminan cinta pada Allah dan Rasul-Nya.

Ketika Allah memberi wujud nyata cinta-Nya kepada hamba-Nya dengan anugerah anak, suami, dan orangtua, apa yang sudah saya perbuat untuk mereka?

Apakah saya sudah dengan gigih dan berjuang keras mencurahkan kasih sayang terhadap mereka?

Apakah saya sudah cukup sabar mendidik anak-anak seperti sabarnya saya meraih hajar aswad?

Apakah saya sudah cukup ikhlas membersamai anak-anak seperti ikhlasnya saya meraih hajar aswad?

Apakah saya sudah cukup bersyukur seperti bersyukurnya saya ketika mencium hajar aswad?

Jika terhadap batu saja bersungguh-sungguh berusaha begitu dahsyatnya, pasti lebih lagi terhadap anak-anak, suami, dan orangtua yang telah Allah amanahkan langsung kepada kita.

Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah..

'Hajar aswad' itu ternyata di depan mata saya.

Peluuuuk eraaat anak-anak.

Minta maaf pada anak, suami, dan orangtua.

-Ervika Dian Anggia Putri

Menulis sebagai pengingat diri

Ditulis oleh Dian Anggia Putri di akun Facebook nya pada 12 Januari 2018 pukul 13.21

Semoga Bermanfaat



Penulis : Juwietha Fajar Hari
Bergabung di Oase ChanelMuslim.com sejak 01 January 2015

Tanggung jawab isi konten tulisan member oase diluar tanggung jawab redaksi

Anda bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik oase di halaman ini atau silakan melakukan registrasi untuk anda yang belum terdaftar disini.
 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
kabah
baitullah
hajar aswad
chanelmuslim
masjid
parenting
ibu
 
BERITA LAINNYA
 
 
OASE
05 January 2018 08:39:27

Resolusi Pengasuhan 2018

 
OASE
20 November 2017 00:04:56

Benarkah Micin Menjadikan Kita Bodoh?

 
OASE
29 July 2019 13:45:27

Menjadi Muslimah Idaman Suami dan Mertua

The Power Of Love 2 Hayya
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284