ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 06 Desember 2020 | 21 Rabiul Akhir 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
NASIONAL

Fatwa MUI tentang Covid-19 Kerap Disalahpahami, Kiai Cholil: Kita akan Terus Memaksimalkan Sosialisasi

06 November 2020 05:15:16
Fatwa MUI tentang Covid-19 Kerap Disalahpahami, Kiai Cholil: Kita akan Terus Memaksimalkan Sosialisasi

ChanelMuslim.com - Jubir Satgas Covid-19 MUI Pusat KH. Cholil Nafis memandang bahwa beberapa fatwa MUI terkait Covid-19 masih disalahpahami. Salah satunya Fatwa terkait pemulasaraan jenazah. Ini menunjukkan bahwa sosialiasi terkait ini masih kurang. Itulah yang ditangkap Kiai Cholil pasca mengikuti Webinar Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19, Senin (2/11).

“Satgas Covid-19 MUI Pusat sudah mendapatkan apa yang kita maksud dari webinar ini, yaitu mengungkapkan hal yang terjadi di masyarakat, dan kita sudah menemukan jawabannya dari ahli epidemologi dan sekretaris Komisi Fatwa, dan kesaksian para petugas, tetapi barangkali yang salah adalah pemahaman masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Di acara tersebut, kata dia, semakin terang bahwa tugas semua orang saat ini adalah sebagai juru dakwah. Dakwah yang bukan dalam artian sempit sebagai hanya masalah agama, namun dakwah yang memberikan pencerahan kepada yang belum tahu khususnya terkait pemulasaraan jenazah sesuai syariah.

“Bukan hanya Komisi Dakwah ya, karena kita semua adalah dai yang menyampaikan kebenaran,” katanya.

Pasca adanya webinar tersebut, Kiai Cholil mengatakan, kemungkinan dalam tempo dekat Satgas Covid-19 MUI akan memberikan masukan kepada Satgas Covid-19 Nasional.

Salah satu tema yang diangkat adalah bagaimana adanya by pass (lompatan) dalam proses pemulasaraan jenazah. Misalnya, keadaan darurat yang semastinya menjadi pilihan terakhir justru langsung menjadi pilihan pertama.

“Jadi di Fatwa MUI itu ada tahapan, tahapan pertama dilakukan sebaik-baiknya, sebagaimana sediakala, biasanya kita fardu kifayah untuk tadhisul jenazah, dimandikan, dikafani, sebagaimana biasanya, tetapi kalau tidak bisa, dilakukan dengan yang bisa apakah dengan cara dibungkus beserta bajunya, ditayamumkan, dan lainnya,” katanya.

“Ternyata petugas di lapangan tidak semua memperhatikan syariah, kadang-kadang karena kecapekan, karena ketidaktahuan, dan karena keterbatasan yang lain barangkali di dalam dia tadhisul janazah, sehingga dengan caranya sendiri dia mem-by pass langsung dimasukkan ke dalam peti, langsung dikuburkan,” imbuhnya.

Dia berharap, mudah-mudahan ke depan bisa menyampaikan kepada para pemangku kebijakan, sebagai langkah redakwah. Selain kepada pemangku kebijakan, tentu saja juga kepada masyarakat maupun petugas di lapangan.

“Agar mereka mengetahui bahwa yang mereka lakukan tidak semata tugas kemanusiaan, namun juga tugas keimanan,” paparnya.[ah/mui]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
BERITA LAINNYA
 
 
NASIONAL
21 December 2018 14:50:00

IITCF Membedah Persoalan Tur ke Eropa

 
NASIONAL
14 February 2018 16:51:15

Gegara Ini Orang Asmat Kena Gizi Buruk

 
NASIONAL
24 April 2020 05:59:13

Posko Catur Bakti PII Salurkan 120 Paket Sembako

 
NASIONAL
06 September 2020 08:01:14

Diskusi CIR: Investor Politik Kian Suburkan Oligarki

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284