PUSAT kekuasaan itu pusat kebaikan dan keburukan umat. Jangan heran kalau setan-setan berkumpul di situ.
Setelah masa generasi sahabat Nabi, ada seorang khalifah yang adil dan amanah. Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Meski hanya berkuasa dua setengah tahun, seluruh rakyat hidup sejahtera.
Apa rahasianya? Khalifah yang berusia tiga puluhan tahun ini fokus pada kesederhanaan dan keadilan. Dan itu ia mulai dari diri dan keluarganya sendiri.
Khalifah tidak tinggal di istana. Beliau tinggal di rumahnya sendiri. Istana dijadikan Khalifah lebih sebagai kantor atau tempat bekerja daripada lambang kekuasaan. Jadi, beliau digaji, bukan memiliki kas negara.
Khalifah juga melarang keras anggota keluarganya menjadi pejabat. Kalau mau punya duit, harus bekerja dengan jerih payah sendiri.
Khalifah mengganti pejabat-pejabat yang korup dengan yang adil dan amanah. Pajak tidak lagi ditujukan kepada rakyat, melainkan kepada pengusaha dan orang-orang kaya.
Hanya dalam waktu singkat, rakyat hidup sejahtera. Bagi yang memiliki utang dan tidak mampu membayar, maka akan ditanggung oleh negara. Bahkan, bagi yang sudah siap menikah tapi tak punya uang, akan dibiayai oleh negara.
Sejarah mencatat, di masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, orang sulit membayar zakat kepada siapa. Hal ini karena rakyatnya hidup sejahtera dan berkecukupan.
Pendek kata, Khalifah paham betul bahwa pusat kekuasaan sarangnya setan. Jika pusat kekuasaanya baik, baik seluruh bangsa negaranya. Begitu pun sebaliknya.
Sayangnya, masa kepemimpinan cicit dari Umar bin Khaththab ini hanya dua setengah tahun. Hal ini karena beliau syahid diracun oleh setan berwujud manusia.
**
Pusat kekuasaan dalam setiap diri kita ada pada hati. Seperti halnya pusat kekuasaan negara, di hati ini setan-setan juga berkumpul. Mereka bekerja keras mengambil alih kepemimpinan.
Obat dan penangkalnya sederhana. Perbanyak berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Bukan sekadar bergema di lisan, tapi juga bergetar di hati.
Kalimat zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illa-Llah. Bahwa, tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Tidak ada yang patut dicintai kecuali Allah. Tidak ada yang patut ditakuti kecuali Allah. Dan tidak ada yang patut dijadikan sandaran, kecuali Allah.
Jaga pusat kekuasaan diri dan negara dari pengaruh setan. Jangan biarkan setan-setan bersarang di situ. Karena kebaikan di pusat, kebaikan untuk kita semua. Begitu pun sebaliknya. [Mh]



