• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 27 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Seperti Tawakal Burung

31/10/2022
in Nasihat
Seperti Tawakal Burung

Ilustrasi, foto: blogspot.com

101
SHARES
778
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BURUNG memperlihatkan tawakal yang sempurna. Pergi dari sarang dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.

Kadang ada salah paham tentang tawakal. Sebagian orang memahami tawakal sebagai berserah diri dengan ‘sempurna’.

Kata ‘sempurna’ dimaksudkan sebagai penyerahan secara total kepada Allah. Tanpa perlu usaha dan mencoba. Ia pun berkeyakinan, kalau Allah berkehendak maka apa pun bisa terjadi.

Persepsi ini seolah menjadikan Allah subhanahu wata’ala bukan sebagai Raja yang Bijaksana. Melainkan seperti ‘pesuruh’ yang hanya dengan meminta, urusan akan beres dengan sendirinya.

Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang jamaah shalat yang datang dengan mengendarai unta. Ia biarkan begitu saja untanya tanpa diikat terlebih dahulu.

Sahabat ini seperti memahami tawakal sebagai kalau Allah berkehendak untanya tidak hilang, maka tidak akan hilang meskipun tidak diikat. Tapi kalau Allah berkehendak hilang, maka untanya akan hilang meskipun sudah diikat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “I’qilha watakkal!” Ikat terlebih dahulu untamu, baru bertawakal.

Jadi, bertawakal dilakukan bersamaan dengan ikhtiar yang dilakukan secara optimal. Kalau setelah berikhtiar tapi juga masih tidak seperti yang diharapkan, itu hal baru yang disebut takdir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menasihati kita, “Seandainya kalian bersungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung, pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Nabi memberikan perumpamaan seperti tawakalnya burung. Semua burung tidak diam ketika mereka lapar. Mereka tidak tetap tinggal di sarang dengan hanya berdoa dan berdoa kepada Allah. Atau stress hanya memikirkan jalan keluar yang tidak jelas.

Mereka pergi meninggalkan sarang. Meskipun saat itu burung tidak tahu di mana ada biji-bijian atau serangga yang akan mereka makan, mereka hanya terbang untuk berikhtiar.

Dan hasilnya, mereka pergi meninggalkan sarang dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang. Begitulah yang dilakukan burung setiap hari.

Selain itu, ikhtiar yang diiringi tawakal tidak menjadikan orang ‘menuhankan’ ikhtiar itu sendiri. Ia tidak akan kecewa apalagi stres jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Hal ini karena Allah memberikan balasan pahala untuk mereka yang telah ikhtiar. Meskipun tentang hasil menjadi hal lain. Tawakal pula yang menjadikan seseorang selalu berdoa kepada Allah seiring ikhtiarnya. Dan hal itu akan menjadi pahala karena doa merupakan ibadah.

Jadi, jangan terlebih dahulu membayangkan dapat atau tidak. Tapi ‘terbanglah’ terlebih dahulu, seperti burung yang berikhtiar mencari rezeki meskipun ia tidak tahu di mana rezeki itu ada. [Mh]

 

 

Tags: Seperti Tawakal Burung
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Makna Surat Ibrahim Ayat 35, ketika Nabi Ibrahim Memohon Dijauhkan dari Penyembahan terhadap Berhala

Next Post

Hadits Arbain 4: Setiap Takdir Manusia Telah Ditetapkan

Next Post
Ingatlah Allah di Masa Lapang

Hadits Arbain 4: Setiap Takdir Manusia Telah Ditetapkan

Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Kisah Hidayah Sa’d bin Muadz

Menyikapi Keburukan Pasangan dengan Cinta dan Kebaikan

Menyikapi Keburukan Pasangan dengan Cinta dan Kebaikan

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1760 shares
    Share 704 Tweet 440
  • Kisah Nuhair yang Tak Berani Meminta Surga

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8017 shares
    Share 3207 Tweet 2004
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4473 shares
    Share 1789 Tweet 1118
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1684 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Istri Pulang ke Rumah Ortu, Apakah Suami Wajib Menafkahi

    3723 shares
    Share 1489 Tweet 931
  • Getaran Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru Tercatat Hampir Empat Jam

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3532 shares
    Share 1413 Tweet 883
  • Hukum Menyentuh Kemaluan Saat Mandi Wajib

    2059 shares
    Share 824 Tweet 515
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga