• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Saudara Seiman Lebih Mulia daripada Sekandung

08/01/2025
in Nasihat
Menyambung Tali yang Putus

Ilustrasi, foto: suaramuslim.net

92
SHARES
707
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IMAN menyatukan hati umat Islam dalam sebuah persaudaraan. Ikatannya lebih erat daripada saudara sekandung.

Ada dua sosok mulia sahabat Nabi yang begitu kuat ikatan persaudaraannya. Keduanya adalah Abu Huzaifah bin Utbah dan Salim Maula Huzaifah radhiyallahu ‘anhuma.

Abu Huzaifah adalah saudara kandung Hindun, istri Abu Sufyan. Mereka merupakan keluarga terhormat, petinggi dari pemimpin Mekah waktu itu. Bahkan ayah Abu Huzaifah, Utbah bin Rabi’ah, sudah menyiapkan Abu Huzaifah sebagai pengganti Abu Sufyan, menantunya.

Di luar dugaan mereka, Abu Huzaifah justru masuk Islam. Sahabat Nabi yang usianya lebih muda 11 tahun dari Nabi ini masuk Islam di urutan ke-44 orang-orang pertama yang masuk Islam.

Saat itu, Abu Huzaifah memiliki seorang budak bernama Salim. Ia berasal dari tanah Persia. Ayah dan nasabnya tidak diketahui. Salim dibeli keluarga Abu Huzaifah di pasar budak di Mekah saat masih kecil.

Melihat Salim sangat baik dan cerdas, Abu Huzaifah dan istri pun mengajak Salim masuk Islam. Ia menerima dengan suka cita dan semangat.

Sebegitu sayangnya dengan Salim, Abu Huzaifah mengangkat Salim sebagai anak. Tapi, turun firman Allah yang melarang mengangkat anak dengan menghapus nasab asal anak tersebut. Akhirnya, nama Salim tetap dilekatkan dengan Abu Huzaifah dengan sebutan Salim Maula Abu Huzaifah, atau Salim bekas budak Abu Huzaifah.

Sebenarnya, maksud Abu Huzaifah mengangkat Salim sebagai anak untuk menaikkan derajat status sosialnya. Karena hal itu dilarang Islam, Abu Huzaifah pun menikahkan Salim dengan keponakannya yang juga keturunan pembesar Quraisy.

Ada yang istimewa dari Salim. Rasulullah mengagumi Salim dalam hal keilmuannya tentang Al-Qur’an. Mulai dari tilawahnya, hafalannya, dan pemahamannya.

Di sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merekomendasikan nama Salim sebagai salah seorang dari empat sahabat yang dijadikan rujukan tentang ilmu Al-Qur’an.

Ketika peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah, para sahabat Muhajirin lebih dulu tiba di Madinah daripada Nabi dan Abu Bakar. Sementara shalat berjamaah sudah berlangsung di Masjid Quba Madinah.

Sambil menunggu tibanya Rasulullah di Madinah, para sahabat bersepakat untuk mengangkat Salim sebagai imam shalat. Padahal, di situ ada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dan para sahabat mulia lainnya.

Kebersamaan Salim dan Abu Huzaifah akhirnya mesra lagi di Madinah, setelah keduanya hijrah. Di saat perang Badar, Salim dan Abu Huzaifah selalu bersama di barisan mujahidin. Sementara di barisan kafir Quraisy, ada ayah, kakak, dan paman Abu Huzaifah, Utbah bin Rabi’ah, Al-Walid bin Utbah.

Ketika Perang Badar berakhir, Abu Huzaifah mendapati mayat-mayat pasukan Quraisy. Di antara mereka ada mayat ayahnya, kakaknya, dan pamannya. Justru, Abu Huzaifah mengatakan, “Alhamdulillah kemenangan untuk pasukan Islam.”

Persaudaraannya karena Islam jauh lebih kuat daripada persaudaraan karena sekandung.

Dalam Perang Yamamah melawan orang-orang yang murtad setelah Nabi wafat, Salim dan Abu Huzaifah selalu bersama. Posisi mereka selalu berdekatan.

Saat itu, panji Islam dipegang oleh Salim. Ia memegang simbol panji Islam semacam bendera dengan kedua tangannya. Seorang musuh menebas tangan kanannya. Salim memegang dengan tangan kirinya. Ketika tangan kirinya juga ditebas, ia memeluk dengan lengannya. Tapi, akhirnya ia tersungkur jatuh.

Ketika peperangan itu usai, Panglima Khalid bin Walid menemui Salim yang sedang sekarat. Salim bertanya ke Khalid, “Bagaimana keadaan pasukan kita?”

Khalid menjawab, “Pasukan Islam berhasil memenangkan peperangan.”

Salim bertanya lagi, “Bagaimana keadaan saudaraku, Abu Huzaifah?”

Khalid menunjukkan jasad Abu Huzaifah dengan isyarat tangannya. Jenazahnya berada di sebelah kaki Salim. Tak lama, Salim pun wafat. Keduanya seperti bersepakat untuk sehidup semati, meskipun bukan saudara sekandung, tapi dalam persaudaraan Islam.

**

Cintailah saudara kita dalam Islam sebagaimana kita mencintai saudara kita yang seibu seayah. Bahkan ikatan Islam jauh lebih kuat daripada ikatan darah. Karena ikatannya berdimensi dunia dan akhirat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Tidaklah sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i) [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Saudara Seiman Lebih Mulia daripada Sekandung
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Biaya Haji Tahun 2025 Menurun jika Dibandingkan Tahun Lalu

Next Post

Drama Korea When The Phone Rings Tuai Kritik Usai Tampilkan Perang Israel-Palestina

Next Post
Drama Korea When The Phone Rings Tuai Kritik Usai Tampilkan Perang Israel-Palestina

Drama Korea When The Phone Rings Tuai Kritik Usai Tampilkan Perang Israel-Palestina

Masih tentang Mentalitas Masih Bisa Lagi

Tidak Selalu Bantuan itu Baik

3 Tips Cepat Dapat Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas

3 Tips Cepat Dapat Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8379 shares
    Share 3352 Tweet 2095
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4297 shares
    Share 1719 Tweet 1074
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3780 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    434 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Gaza Story Night: Diskusi Hangat tentang Realitas di Palestina

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • BSI dan BAZNAS Luncurkan Layanan Pembayaran Kurban dan DAM Digital untuk Dukung Ekonomi Desa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • BAZNAS dan BSI Perkuat Kolaborasi Layanan Kurban dan DAM Berbasis Digital

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga