PENYAKIT itu memang tidak mengenakkan. Tapi, di balik penyakit ada kafarat atau penghapusan dosa dari Allah subhanahu wata’ala.
Ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mendapatkan pelajaran khusus dari Rasulullah. Sahabat Nabi itu bernama Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu.
Ubay bin Ka’ab adalah sahabat Anshar yang begitu istimewa dalam memahami Al-Qur’an. Ia punya mushaf khusus hasil tulisan tangannya sendiri semasa menjadi juru tulis Rasulullah. Ia pernah menjadi tim penasihat Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga di masa khalifah berikutnya.
Suatu kali, Ubay mendengar Rasulullah mengatakan bahwa penyakit itu kafarat atau penghapus dosa dari Allah.
Ubay bertanya, “Apakah juga penyakit yang kecil, Ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Ya. Bahkan tertusuk duri pun termasuk di antaranya.”
Ubay pun minta didoakan agar mendapat penyakit demam yang tidak menghalanginya untuk berhaji, umrah, dan shalat berjamaah.
Seorang sahabat Nabi bernama Abu Said Al-Khudri memberikan kesaksian bahwa semua orang yang menyentuh tubuh Ubay bin Ka’ab akan merasakan panas seperti demam. Bahkan, hal itu berlangsung hingga akhir hayat Ubay bin Ka’ab.
**
Allah subhanahu wata’ala merahmati hamba-Nya dengan cara yang unik. Dan boleh jadi, kasih sayang Allah itu bisa disalahartikan. Termasuk hinggapnya penyakit.
Di balik penyakit yang diderita seseorang, ada peleburan dosa yang akan mengantarkannya kepada surga. Dengan catatan, orang itu ridha dengan keadaan yang ia alami.
Silakan berikhtiar untuk sembuh dari penyakit. Tapi, jangan keluhkan penyakit. Karena itulah cara peleburan dosa-dosa kita yang banyak. [Mh]



