SETIAP pagi kita membuka mata dengan daftar aktivitas yang panjang. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, pesan yang harus dibalas, media sosial yang ingin dilihat, dan hiburan yang terasa sulit dilepaskan. Tanpa disadari, berjam-jam waktu berlalu hanya untuk menggulir layar, menonton video, atau tertawa pada hal-hal yang mungkin tidak membawa manfaat sedikit pun.
Ironisnya, ketika azan berkumandang, kita sering berkata, “Nanti dulu.” Shalat yang hanya membutuhkan beberapa menit terasa berat untuk didahulukan. Seolah-olah kita memiliki waktu untuk segala urusan dunia, tetapi selalu merasa kekurangan waktu ketika Allah memanggil kita menghadap-Nya.
Baca Juga: 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi
Sebelum Waktu Habis Pulanglah kepada Allah
Padahal, waktu adalah nikmat yang tidak pernah bisa dibeli kembali. Setiap detik yang berlalu tidak akan kembali meski kita memiliki seluruh harta di dunia. Karena itu, Rasulullah mengingatkan agar manusia memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya, termasuk masa hidup sebelum datang kematian dan waktu luang sebelum datang kesibukan.
Sering kali kita rela begadang demi menonton serial, bermain gim, atau terus berselancar di media sosial. Mata terasa kuat menatap layar hingga larut malam, tetapi ketika alarm Subuh berbunyi, tubuh seakan kehilangan tenaga. Bukan karena Allah membuat ibadah itu berat, melainkan karena hati kita terlalu lama disibukkan oleh hal-hal yang melalaikan.
Muhasabah bukan berarti kita harus meninggalkan dunia. Islam tidak melarang bekerja, belajar, beristirahat, ataupun menikmati hiburan yang halal. Yang menjadi persoalan adalah ketika semua itu mengambil porsi terbesar dalam hidup hingga membuat hubungan kita dengan Allah semakin jauh. Dunia menjadi tujuan, sementara akhirat hanya menjadi angan yang terus ditunda.
Jangan pernah merasa umur masih panjang. Berapa banyak orang yang pagi harinya masih berencana, tetapi sore harinya telah dipanggil menghadap Allah. Kematian tidak menunggu seseorang menjadi tua, sukses, atau siap. Ia datang tepat pada waktu yang telah Allah tetapkan.
Kabar baiknya, pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Hari ini masih menjadi kesempatan untuk memperbaiki shalat, memperbanyak istighfar, mengurangi waktu yang sia-sia, dan mengganti kebiasaan yang menjauhkan kita dari Allah. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk kembali kepada-Nya. Justru Allah mencintai hamba yang datang dengan penuh penyesalan dan keinginan untuk berubah.
Mulailah dari langkah kecil. Saat azan terdengar, hentikan sejenak aktivitasmu. Letakkan ponsel, tinggalkan kesibukan, lalu penuhi panggilan Rabb yang telah memberi kita waktu dan kehidupan. Karena pada akhirnya, bukan berapa lama kita hidup yang akan ditanya, tetapi bagaimana kita menghabiskan waktu yang Allah titipkan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah menjadikan hati kita lembut untuk menerima hidayah, memudahkan kita menjaga shalat tepat waktu, dan mengampuni setiap detik yang pernah kita sia-siakan. Sebelum penyesalan datang, mari pulang kepada Allah selagi pintu rahmat-Nya masih terbuka. [DW]


