• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 21 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memudahkan Jual Beli

08/08/2022
in Nasihat, Unggulan
Kaya dengan Akhlak, Miskin dengan Ridha

Ilustrasi, foto: hooplaloans.co.za

79
SHARES
607
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JUAL BELI merupakan hal lazim. Ada penjual, pembeli, barang, harga, dan ijab qabul. Masalahnya tidak semua orang mudah dalam kesepakatan harga.

Kadang kita tidak adil dalam berjual beli. Kalau dengan pemodal besar, kita mudah-mudah saja. Tapi dengan yang kecil, justru menjadi sebaliknya: tawar habis!

Ketika kita belanja ke mal, kita cenderung setuju saja dengan harga yang sudah ditetapkan. Karena di situ memang tidak ada tawar menawar.

Seolah kita terbawa dengan suasana. Seperti, tempat jualan yang nyaman, pelayan yang rapi dan menarik, serta rasa gengsi dengan tempat jual belinya.

Namun akan berbeda ketika kita ke pasar tradisional. Biasanya, di tempat itu tidak ada bandrol harga, penjualnya juga tidak rapi apalagi berusaha untuk tampil menarik, begitu pun dengan gengsi.

Meski harganya sama, produknya sama, mereknya sama dengan yang di mal; kita bersikap berbeda ketika di pasar tradisional.

Seolah rasanya tidak ikhlas kalau nggak menawar. Bahkan kalau pun akhirnya harga diturunkan, kita masih ‘optimis’ kalau harga bisa lebih murah lagi. Meskipun butuh waktu dan emosi.

Padahal, kita menyadari bahwa yang di pasar tradisional itu pedagang dengan modal pas-pasan. Dan umumnya mereka muslim. Sementara yang di mal sebaliknya.

Begitu pun ketika kita berstransaksi jasa. Ketika kita menumpang taksi, kita lebih cenderung membayar dengan pembulatan lebih besar dari argo yang tertera.

Tapi ketika menumpang mikrolet, ojek pengkolan, bajai, becak; kita menjadi sosok yang berbeda. Kita akan tawar habis agar harga yang ditawarkan bisa lebih murah lagi.

Padahal, kita juga menyadari bahwa mereka tergolong ekonomi bawah dan umumnya muslim. Sementara pebisnis taksi boleh jadi sebaliknya.

Kenapa seolah kita menjadi begitu rela uang kita diterima oleh mereka yang pebisnis kaya dan kemungkinan non muslim pula, daripada oleh pebisnis ala kadarnya yang muslim.

Keberpihakan terhadap muslim atau tidak memang tidak menjadi syarat sahnya muamalah. Tapi, bukankah kalau sesama muslim kita juga tanpa sengaja membantu ekonomi saudara kita.

Kalau mereka dapat untung besar, mereka juga akan membayar zakat, infak, dan sedekah. Dan maslahatnya akan kembali ke kita lagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya (utang).” (HR. Bukhari)

Boleh jadi, ketika kita memudahkan dalam berjual beli dengan saudara kita sesama muslim, Allah mencatat kemudahan itu sebagai sedekah dan ta’awun kita. Dan hal itu bernilai pahala. [Mh]

 

Tags: Memudahkan Jual Beli
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cinta baru Jodoh atau Jodoh baru Cinta

Next Post

Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Next Post
Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Cinta

Waspadai Dampak Buruk Pasutri Sibuk

Kepastian ujian Allah

Dunia Menurut As-Sunnah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8458 shares
    Share 3383 Tweet 2115
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3815 shares
    Share 1526 Tweet 954
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4327 shares
    Share 1731 Tweet 1082
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Generasi Muda Muslim Indonesia Mulai Menjadikan Haji Sebagai Bagian dari Ambisi Hidup

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    867 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2141 shares
    Share 856 Tweet 535
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3369 shares
    Share 1348 Tweet 842
  • Istri Pulang ke Rumah Ortu, Apakah Suami Wajib Menafkahi

    3786 shares
    Share 1514 Tweet 947
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11351 shares
    Share 4540 Tweet 2838
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga