• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memudahkan Jual Beli

08/08/2022
in Nasihat, Unggulan
Kaya dengan Akhlak, Miskin dengan Ridha

Ilustrasi, foto: hooplaloans.co.za

79
SHARES
607
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JUAL BELI merupakan hal lazim. Ada penjual, pembeli, barang, harga, dan ijab qabul. Masalahnya tidak semua orang mudah dalam kesepakatan harga.

Kadang kita tidak adil dalam berjual beli. Kalau dengan pemodal besar, kita mudah-mudah saja. Tapi dengan yang kecil, justru menjadi sebaliknya: tawar habis!

Ketika kita belanja ke mal, kita cenderung setuju saja dengan harga yang sudah ditetapkan. Karena di situ memang tidak ada tawar menawar.

Seolah kita terbawa dengan suasana. Seperti, tempat jualan yang nyaman, pelayan yang rapi dan menarik, serta rasa gengsi dengan tempat jual belinya.

Namun akan berbeda ketika kita ke pasar tradisional. Biasanya, di tempat itu tidak ada bandrol harga, penjualnya juga tidak rapi apalagi berusaha untuk tampil menarik, begitu pun dengan gengsi.

Meski harganya sama, produknya sama, mereknya sama dengan yang di mal; kita bersikap berbeda ketika di pasar tradisional.

Seolah rasanya tidak ikhlas kalau nggak menawar. Bahkan kalau pun akhirnya harga diturunkan, kita masih ‘optimis’ kalau harga bisa lebih murah lagi. Meskipun butuh waktu dan emosi.

Padahal, kita menyadari bahwa yang di pasar tradisional itu pedagang dengan modal pas-pasan. Dan umumnya mereka muslim. Sementara yang di mal sebaliknya.

Begitu pun ketika kita berstransaksi jasa. Ketika kita menumpang taksi, kita lebih cenderung membayar dengan pembulatan lebih besar dari argo yang tertera.

Tapi ketika menumpang mikrolet, ojek pengkolan, bajai, becak; kita menjadi sosok yang berbeda. Kita akan tawar habis agar harga yang ditawarkan bisa lebih murah lagi.

Padahal, kita juga menyadari bahwa mereka tergolong ekonomi bawah dan umumnya muslim. Sementara pebisnis taksi boleh jadi sebaliknya.

Kenapa seolah kita menjadi begitu rela uang kita diterima oleh mereka yang pebisnis kaya dan kemungkinan non muslim pula, daripada oleh pebisnis ala kadarnya yang muslim.

Keberpihakan terhadap muslim atau tidak memang tidak menjadi syarat sahnya muamalah. Tapi, bukankah kalau sesama muslim kita juga tanpa sengaja membantu ekonomi saudara kita.

Kalau mereka dapat untung besar, mereka juga akan membayar zakat, infak, dan sedekah. Dan maslahatnya akan kembali ke kita lagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya (utang).” (HR. Bukhari)

Boleh jadi, ketika kita memudahkan dalam berjual beli dengan saudara kita sesama muslim, Allah mencatat kemudahan itu sebagai sedekah dan ta’awun kita. Dan hal itu bernilai pahala. [Mh]

 

Tags: Memudahkan Jual Beli
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cinta baru Jodoh atau Jodoh baru Cinta

Next Post

Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Next Post
Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Melalui Produk KRAFT Quick Melt, Mondelez Indonesia Hadirkan Akhir Pekan bersama Keluarga Lebih Bermakna

Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Cinta

Waspadai Dampak Buruk Pasutri Sibuk

Kepastian ujian Allah

Dunia Menurut As-Sunnah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8288 shares
    Share 3315 Tweet 2072
  • Kisah Nuryati bersama Anak Cucu di KRL Bekasi Timur

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4250 shares
    Share 1700 Tweet 1063
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5338 shares
    Share 2135 Tweet 1335
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3725 shares
    Share 1490 Tweet 931
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11294 shares
    Share 4518 Tweet 2824
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2085 shares
    Share 834 Tweet 521
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5363 shares
    Share 2145 Tweet 1341
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga