HIDUP ini sesaat, sekali, dan terbatas. Karena itu, jangan salah mengutamakan yang tidak penting.
Para orang tua saat ini tidak sedikit yang mengkursuskan anak-anak dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan. Misalnya, bahasa asing, renang, musik, dan lainnya.
Namun, sudahkah anak-anak bisa membaca Qur’an? Sudahkah mereka menghafal banyak ayat Al-Qur’an dan juga memahaminya?
Padahal, Al-Qur’an dan agama adalah warisan orang tua yang paling berharga. Tanpanya, anak-anak akan melalui hidup tanpa arah yang benar.
**
Silakan lengkapi rumah dengan sarana yang dibutuhkan. Misalnya, ruang tidur anak, ruang belajar, sarana olah raga, taman, dan lainnya.
Namun, jangan lupakan hal pokok. Sudahkah ruang shalat berjamaah ada di rumah kita?
**
Silakan pula menjalin pertemanan dan keakraban dengan banyak kalangan. Lintas domisili, lintas profesi, lintas negeri, dan seterusnya.
Namun, jangan pernah lupakan keakraban dengan anggota keluarga dan tetangga kanan kiri kita.
**
Hobi baca buku itu bagus. Topik apa saja untuk menambah wawasan berpikir kita. Tapi, jangan lalaikan untuk rutin membaca Al-Qur’an. Karena di situlah keseimbangan hati dan pikiran kita.
**
Silakan mengajarkan dan melatih anak-anak untuk menjaga kesehatan, kebersihan, pola makan, dan keakraban keluarga.
Namun, jangan pernah bosan untuk menjaga rutinitas shalat mereka. Karena itulah tiang agama yang menentukan kuat dan rapuhnya agama kita.
**
Hidup ini selalu menawarkan berbagai pilihan hal penting dari yang jauh lebih penting. Karena itu jangan salah prioritas. Karena kesempatan hidup hanya sekali, terbatas, dan akan pergi tanpa ngasih aba-aba. [Mh]



