• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 6 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati

20/07/2022
in Nasihat, Unggulan
Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati

Ilustrasi, foto: masjed.ir

125
SHARES
965
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANJI itu seperti utang. Kalau tak kunjung terbayar akan ada yang menagih. Silakan berjanji jika yakin mampu untuk menepati.

Berapa kali sehari kita mengucapkan janji. Janji tentang apa saja, yang besar maupun yang terasa kecil.

Janji yang paling terasa ringan ketika terucap untuk anak-anak kecil. Siapa pun anak kecil itu: ‘Ntar, ya!’, ‘Besok, ya!’, ‘Pasti, deh!’

Begitulah kira-kira sederet janji yang terucap. Karena yang dituju anak kecil, dianggapnya tidak memiliki bobot apa-apa. “Ya, nanti juga dia lupa!” begitu kira-kira anggapan yang umum.

Padahal, semua kita pernah menjadi anak kecil. Dan pernah juga merasakan bagaimana jika orang dewasa tak menetapi janji. Jelas, sakit hati.

Tapi mau gimana lagi. Mau marah, yang akan dimarahi jauh lebih besar. Mau nagih, yang ditagih jauh lebih pandai meramu janji baru. Yang bisa dilakukan si anak kecil hanya menangis.

Padahal di sisi Allah, yang namanya janji tetap janji. Ada nilai pahala dan dosanya. Meskipun janjinya hanya pada anak kecil.

Kalau sudah terbiasa ‘main-main’ janji pada anak kecil, akan terbiasa permainannya dengan sesama orang dewasa. Alasannya, ‘Maaf, saya ini…’, ‘Maaf, saya itu…’, dan seterusnya.

Lebih parah lagi jika ‘memainkan’ janji pada Allah subhanahu wata’ala. Contoh, “Ya Allah, jika lulus ujian, saya akan banyak zikir.” Tapi ketika harapannya terkabul, janjinya menguap begitu saja.

Sebenarnya, ingkar janji bukan hanya berdosa. Tapi juga menjatuhkan nilai baik diri sendiri di mata orang lain. Terlebih lagi di sisi Allah.

Janji kita akan mengalami inflasi. Hal ini karena nilai janji kita sudah nyaris tak memiliki nilai. Orang akan merespon, “Alah, paling ingkar lagi!”

Lantas, apa lagi yang akan orang pegang dari lisan kita kalau bukan dalam menepati janji.

Para perawi hadis di masa salafus soleh, kadang mendhaifkan hadis hanya karena si perawi ‘memainkan’ janji. Termasuk dalam hal paling sepele.

Contoh, ada seorang perawi yang memanggil-manggil hewan seperti ayam, kucing, atau hewan peliharaan lainnya. Seolah, ia memanggil untuk memberi makan. Padahal, hanya memanggil saja, dan tidak memberikan makan.

Bayangkan, janji kepada hewan saja sudah menjatuhkan kredibilitas seseorang. Apalagi janjinya kepada manusia dan terlebih lagi kepada Allah subhanahu wata’ala.

Inilah kita saat ini. Mungkin karena kurangnya pemahaman terhadap nilai janji. Mungkin juga karena salah asuh oleh lingkungan, bisa keluarga atau masyarakat.

Tapi, cara menyalahkan orang lain rasanya tidak bijak. Cobalah berjanji untuk berubah total mulai saat ini. Jangan cuma janji, ya! Tepati! [Mh]

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tawassul yang Dibolehkan dan yang Dilarang

Next Post

Tiga Kesiapan Dilamar atau Melamar

Next Post
Tips Sukses Cari Jodoh lewat Online

Tiga Kesiapan Dilamar atau Melamar

Cara Setan Melancarkan Tipu Daya

Jalan Masuk Setan untuk Menggoda Manusia

Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Apakah Jimak di Malam Jumat itu Sunnah?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9476 shares
    Share 3790 Tweet 2369
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11820 shares
    Share 4728 Tweet 2955
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4846 shares
    Share 1938 Tweet 1212
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1337 shares
    Share 535 Tweet 334
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4283 shares
    Share 1713 Tweet 1071
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2448 shares
    Share 979 Tweet 612
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Tetap Dakwah meski Sakit Parah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • ParagonCorp Perkuat 6.000 Guru dan Dosen Beradaptasi di Era AI

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Menghina Allah dalam Hati

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga