• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 6 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati

20/07/2022
in Nasihat, Unggulan
Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati

Ilustrasi, foto: masjed.ir

124
SHARES
955
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANJI itu seperti utang. Kalau tak kunjung terbayar akan ada yang menagih. Silakan berjanji jika yakin mampu untuk menepati.

Berapa kali sehari kita mengucapkan janji. Janji tentang apa saja, yang besar maupun yang terasa kecil.

Janji yang paling terasa ringan ketika terucap untuk anak-anak kecil. Siapa pun anak kecil itu: ‘Ntar, ya!’, ‘Besok, ya!’, ‘Pasti, deh!’

Begitulah kira-kira sederet janji yang terucap. Karena yang dituju anak kecil, dianggapnya tidak memiliki bobot apa-apa. “Ya, nanti juga dia lupa!” begitu kira-kira anggapan yang umum.

Padahal, semua kita pernah menjadi anak kecil. Dan pernah juga merasakan bagaimana jika orang dewasa tak menetapi janji. Jelas, sakit hati.

Tapi mau gimana lagi. Mau marah, yang akan dimarahi jauh lebih besar. Mau nagih, yang ditagih jauh lebih pandai meramu janji baru. Yang bisa dilakukan si anak kecil hanya menangis.

Padahal di sisi Allah, yang namanya janji tetap janji. Ada nilai pahala dan dosanya. Meskipun janjinya hanya pada anak kecil.

Kalau sudah terbiasa ‘main-main’ janji pada anak kecil, akan terbiasa permainannya dengan sesama orang dewasa. Alasannya, ‘Maaf, saya ini…’, ‘Maaf, saya itu…’, dan seterusnya.

Lebih parah lagi jika ‘memainkan’ janji pada Allah subhanahu wata’ala. Contoh, “Ya Allah, jika lulus ujian, saya akan banyak zikir.” Tapi ketika harapannya terkabul, janjinya menguap begitu saja.

Sebenarnya, ingkar janji bukan hanya berdosa. Tapi juga menjatuhkan nilai baik diri sendiri di mata orang lain. Terlebih lagi di sisi Allah.

Janji kita akan mengalami inflasi. Hal ini karena nilai janji kita sudah nyaris tak memiliki nilai. Orang akan merespon, “Alah, paling ingkar lagi!”

Lantas, apa lagi yang akan orang pegang dari lisan kita kalau bukan dalam menepati janji.

Para perawi hadis di masa salafus soleh, kadang mendhaifkan hadis hanya karena si perawi ‘memainkan’ janji. Termasuk dalam hal paling sepele.

Contoh, ada seorang perawi yang memanggil-manggil hewan seperti ayam, kucing, atau hewan peliharaan lainnya. Seolah, ia memanggil untuk memberi makan. Padahal, hanya memanggil saja, dan tidak memberikan makan.

Bayangkan, janji kepada hewan saja sudah menjatuhkan kredibilitas seseorang. Apalagi janjinya kepada manusia dan terlebih lagi kepada Allah subhanahu wata’ala.

Inilah kita saat ini. Mungkin karena kurangnya pemahaman terhadap nilai janji. Mungkin juga karena salah asuh oleh lingkungan, bisa keluarga atau masyarakat.

Tapi, cara menyalahkan orang lain rasanya tidak bijak. Cobalah berjanji untuk berubah total mulai saat ini. Jangan cuma janji, ya! Tepati! [Mh]

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Jangan Berjanji Kalau Tak Mau Ditepati
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tawassul yang Dibolehkan dan yang Dilarang

Next Post

Tiga Kesiapan Dilamar atau Melamar

Next Post
Tips Sukses Cari Jodoh lewat Online

Tiga Kesiapan Dilamar atau Melamar

Cara Setan Melancarkan Tipu Daya

Jalan Masuk Setan untuk Menggoda Manusia

Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah

Apakah Jimak di Malam Jumat itu Sunnah?

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    3746 shares
    Share 1498 Tweet 937
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9045 shares
    Share 3618 Tweet 2261
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4093 shares
    Share 1637 Tweet 1023
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Shobrun Jamil, Bersabar Seperti Aisyah

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4732 shares
    Share 1893 Tweet 1183
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11668 shares
    Share 4667 Tweet 2917
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga