HIDAYAH Islam bisa menerangi siapa saja. Bahkan seorang tokoh non muslim sekalipun. Sampaikanlah, walau hanya satu ayat.
Dalam sejarah awal Islam, ada nama seorang raja Nasrani yang tak terlupakan oleh umat Islam. Dia adalah raja dari negeri Etiopia. Ia bernama Najasyi.
Pada tahun kelima kenabian, siksaan yang dialami umat Islam di Mekah kian parah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan sebagian sahabat hijrah ke negeri Habasyah atau Etiopia.
Perjalanan yang mereka tempuh sekitar seribu lima ratus kilometer. Sebagian dengan kapal laut, sebagiannya lagi dengan darat.
Pertanyaannya, kenapa ke Etiopia yang jaraknya begitu jauh? Jawabannya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui kalau rajanya saat itu seorang Nasrani yang hanif. Hanif artinya hanya menyembah Allah atau bertauhid.
Jumlah para sahabat yang hijrah ke Etiopia totalnya lebih dari 80 orang. Mereka berangkat dalam beberapa gelombang. Dan mereka tiba di sana dalam keadaan selamat dan diterima dengan baik.
Pembesar Quraisy akhirnya mengetahui ini. Mereka mengutus diplomatnya untuk mempengaruhi Raja Najasyi. Di antara diplomat itu adalah Amru bin ‘Ash yang saat itu masih kafir.
Mereka membawakan hadiah untuk para punggawa raja dan juga untuk rajanya. Akhirnya, Raja Najasyi menyadari kalau orang-orang yang hijrah ke negerinya sedang ada konflik karena alasan agama.
Mereka pun dipanggil menghadap raja dan diplomat dari Mekah itu untuk klarifikasi. Seorang sahabat bernama Ja’far bin Abu Thalib disepakati sebagai jubir.
Awalnya, Raja Najasyi terpengaruh dengan omongan utusan Mekah itu. Tapi, ia meminta penjelasan agama seperti apa yang diajarkan oleh Nabi dari Mekah itu.
Ja’far pun menjelaskan segalanya. Bahwa, Islam mengajarkan tauhid, akhlak, muamalah, dan lainnya.
Namun, tiba-tiba Amru menyelah dengan mengatakan bahwa Rasulullah mengajarkan tentang Yesus dan Bunda Maria yang berbeda dengan kepercayaan Nasrani.
Najasyi sontak kaget. “Apakah agama kalian menceritakan tentang hal itu?” tanyanya.
Kemudian, Ja’far membacakan Surah Maryam. Sebuah surah yang begitu unik, karena namanya adalah nama dari ibu Nabi Isa alaihissalam.
Menyimak apa yang disampaikan Ja’far, Raja Najasyi tiba-tiba menangis. Air matanya mengalir tanpa tertahan.
“Wahai Ja’far, antara agamamu dengan agamaku bersumber dari Tuhan yang sama!” tegas Najasyi. Ia pun mengembalikan semua hadiah yang diberikan oleh utusan dari Mekah dan menyuruh utusan itu pergi.
Raja Najasyi menjelaskan, sekiranya bukan karena tugas yang saat ini ia emban, ia akan datang menemui Rasulullah dan akan siap mentaati meskipun hanya membawakan sandal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Raja Najasyi dikabarkan masuk Islam dengan sembunyi-sembunyi. Ia memfasilitasi semua kebutuhan para sahabat yang tinggal di sana.
Pada tahun 630 masehi, atau sekitar 6 tahun lebih Rasulullah sudah hijrah ke Madinah, Raja Najasyi dikabarkan meninggal dunia.
Mendengar kabar itu, Rasulullah langsung melakukan shalat gaib untuk Raja Najasyi. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun mendoakannya.
**
Cahaya Islam bisa menyinari hati siapa saja. Bahkan dari tokoh non muslim yang mungkin sebelumnya memusuhi Islam.
Jangan pernah mengira-ngira bahwa seseorang akan selamanya berseberangan dengan Islam. Hidayah Allah bisa merasuk ke hati siapa saja.
Tugas kita hanya satu: menyampaikan ke siapa pun tentang Islam, meskipun hanya satu ayat. [Mh]



