MESKIPUN gencatan senjata telah mengurangi intensitas serangan militer di Gaza, dampak kemanusiaan yang berat masih terus berlangsung.
Salah satu kelompok yang paling terdampak adalah pasien dengan penyakit kronis, termasuk penderita kanker, yang hingga kini kesulitan memperoleh perawatan medis dasar.
Keterbatasan akses obat dan terhentinya rujukan medis ke luar wilayah membuat kondisi kesehatan banyak pasien terus memburuk meskipun pertempuran telah mereda.
Sejak dimulainya genosida, sistem kesehatan Gaza mengalami kerusakan parah. Rumah sakit kekurangan obat-obatan esensial, perlengkapan medis, dan fasilitas diagnostik.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dilansir dari middleeasteye, data dari otoritas kesehatan Palestina menunjukkan bahwa lebih dari separuh obat-obatan penting dan sebagian besar perlengkapan medis tidak tersedia.
Akibatnya, pasien tidak hanya kehilangan akses terhadap pengobatan lanjutan, tetapi juga tidak dapat memantau perkembangan penyakit mereka secara memadai.
Tingkat kematian di kalangan pasien kanker dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan sebelum konflik.
Krisis ini juga berdampak pada kelompok rentan lainnya, termasuk bayi dan anak-anak.
Laporan UNICEF mencatat peningkatan tajam angka kematian bayi baru lahir selama periode perang, sebuah tren yang masih berlanjut setelah gencatan senjata.
Krisis Kemanusiaan Gaza Pasca Gencatan Senjata: Kesehatan, Pengungsian, dan Ketergantungan Bantuan
Selain keterbatasan layanan kesehatan, faktor lain seperti kekurangan gizi, kondisi tempat tinggal yang tidak layak, dan ketidakamanan yang berkelanjutan turut memperburuk situasi.
Di sisi lain, pembatasan pergerakan dan perluasan zona terlarang telah menyebabkan gelombang pengungsian baru.
Banyak keluarga tidak dapat kembali ke rumah mereka karena wilayah tersebut dinyatakan tidak dapat diakses.
Dengan sekitar 1,5 juta orang masih mengungsi dan proses rekonstruksi belum berjalan, puluhan ribu keluarga harus bertahan di tenda-tenda darurat, menghadapi cuaca musim dingin yang ekstrem dan risiko kesehatan tambahan.
Baca juga: UNICEF: Enam Anak Palestina Meninggal Akibat Hipotermia di Gaza
Selain itu, pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan serta hambatan bagi organisasi internasional memperlambat pemulihan kondisi kehidupan di Gaza.
Kerusakan besar pada sektor pertanian dan perikanan juga menghilangkan sumber pangan lokal, meningkatkan ketergantungan penduduk pada bantuan eksternal.
Secara keseluruhan, situasi pascagencatan senjata menunjukkan bahwa berakhirnya pertempuran belum berarti berakhirnya krisis kemanusiaan di Gaza.[Sdz]



