• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 8 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bercermin dengan yang Lebih Buruk

Musibah itu ada takarannya. Masing-masing orang punya takarannya sendiri. Apa yang kita rasakan buruk, boleh jadi, tidak seburuk seperti yang dialami orang lain.

17/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Bercermin dengan yang Lebih Buruk

Ilustrasi, foto: Dreamstime.com

85
SHARES
650
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Cobalah cerminkan musibah yang kita alami dengan apa yang juga dialami orang lain. Boleh jadi, kita akan mendapati sebuah bayangan cermin yang menakjubkan. Kesedihan dan kesusahan yang kita rasakan ternyata belum seberapa dibanding yang orang lain juga rasakan.

Sepasang suami istri usia lima puluhan baru saja menderita sakit. Kemungkinan besar Covid-19. Badannya panas. Tapi yang ia rasakan justru menggigil. Kepala pusing luar biasa. Perut mual seperti berada di atas kapal kecil yang terombang ambing gelombang laut. Sesekali batuk. Tapi syukurnya tidak sesak.

Di sebuah kamar sederhana itu, sepasang suami istri itu tergolek di atas tempat tidur. Tak ada makanan yang terasa normal. Yang manis terasa hambar. Dan yang hambar menjadi terasa pahit.

Kalau yang hambar saja menjadi pahit, bagaimana yang rasanya pahit seperti aneka obat yang harus ia minum setiap hari?

Antisipasi penularan, anak-anaknya pun “jaga jarak”. Di  rumah itu menjadi full masker: setiap saat, setiap momen. Kamar mandi dikhususkan untuk dua pasien ini. Tentunya yang lebih dekat dengan kamarnya.

Tapi meski begitu, hubungan hangat anak-anak dan orang tua harus terus bergulir. Secara bergantian, mereka berlatih melayani ayah ibunya itu.

Dalam suasana hidup yang tidak biasa itu, jam dan hari menjadi seperti tak lagi punya arti. Karena semua suasana terasa sama. Kecuali untuk satu hal: penanda waktu shalat.

Kadang, terbayang di benak keduanya tentang teman-temen mereka yang pernah sakit yang sama. Dari sekian yang diingat, sebagian besarnya berujung pada kematian. Tidak sampai dua pekan.

Jangan bayangkan karena sakitnya berdua bisa saling introspeksi. Bisa saling ngasih nasihat dan semangat. Jangankan itu, bisa tidur nyaman saja sudah sangat bagus. Menghadap kanan, badan terasa sakit. Menghadap kiri, apalagi. Sementara ketika tidak menghadap kemana-mana, kepala seperti berputar-putar tak tentu arah.

Ah, keduanya seperti merasa paling tersiksa. Sepekan berlalu tanpa tanda perbaikan. Begitu pun ketika hari sudah memasuki yang kesepuluh. “Ya Allah, inikah rasanya covid itu?” ungkapnya dalam kegalauan antara optimis dan pasrah.

Batin suami istri itu pun terus berkelana. Ya Allah, inikah saat-saat terakhir hidup yang telah Kau anugerahkan itu. Adakah malaikat kematian sudah mondar-mandir di rumah ini? Lantunan zikir dan istigfar terus membasahi lisan keduanya.

Dua pekan pun berlalu. Suami istri itu ternyata masih hidup. Keduanya sudah mulai baikan. Makanan sudah mulai bisa masuk lebih banyak. Mungkin juga karena anak-anak mereka begitu sabar mengingatkan keduanya untuk terus minum obat.

Anak-anaknya pun mendapati kedua orang tuanya sudah mulai bisa tersenyum. Dalam sebuah obrolan kecil di kamar itu, anaknya menceritakan kalau orang tua temannya pun mengalami hal yang sama. Tanggal kejadiannya pun hampir sama. Dan, kota domisilinya juga sama.

Cuma bedanya, kalau di rumah itu hanya dua yang sakit, sementara di rumah temannya yang sakit mencapai 11 orang, termasuk seorang bayi usia 10 bulan. Yang sakitnya parah ada dua orang karena harus menggunakan ventilator atau alat bantu pernafasan. Satu keluarga itu sudah dievakuasi di sebuah wisma penampungan di Jakarta untuk menjalani perawatan.

Suami istri ini tertegun mendengar cerita anaknya itu. Apa yang ia alami, ternyata tak seberapa dari yang dialami keluarga teman anaknya itu.

“Ya Allah, pahit getir yang kami rasakan, ternyata tidak sampai separuh dari yang dirasakan tetangga kami itu. Alhamdulillah!” (Mh)

 

 

Tags: MuhasabahNasihat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tiga Resep Sayur Lodeh, Enak dan Segar

Next Post

Apa Arti Kesederhanaan Bagi Anda?

Next Post
Richie’s Garden Resto, Nikmatnya Kuliner Nusantara dan Indahnya Gunung Salak

Apa Arti Kesederhanaan Bagi Anda?

Semoga Bisa Kembali Sekolah Juli Tahun Ini

Semoga Bisa Kembali Sekolah Juli Tahun Ini

Cerahkan Bibir Gelap dengan Scrub Bibir Berbahan Alami

Cerahkan Bibir Gelap dengan Scrub Bibir Berbahan Alami

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9276 shares
    Share 3710 Tweet 2319
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Trik Mudah Mengolah Pare agar Tidak Pahit

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Asosiasi PPIU Bentuk Kanal Komunikasi bagi Tour Leader yang Mendampingi Jemaah

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    226 shares
    Share 90 Tweet 57
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4199 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11740 shares
    Share 4696 Tweet 2935
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga