• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Dewasa dengan Keadaan

17/07/2026
in Nasihat
Wanita Pun Bisa Berjihad Maksimal

Ilustrasi, foto: dreamtime.com

68
SHARES
521
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEADAAN hidup melalui dua warna: susah dan senang. Tak seorang pun bisa menentukan keadaan susah senangnya  esok hari.

Tidak semua sahabat Nabi hidup senang setelah masa hijrah. Mereka tidak lagi tinggal di kampung halaman. Tidak lagi memiliki pekerjaan seperti sebelumnya. Bahkan masih banyak sanak keluarga yang tetap tinggal di Mekah alias berpisah.

Kekuatan iman dan tekad perjuangan itulah yang terus menggelorakan semangat hidup mereka.

Di antara mereka ada pebisnis kawakan seperti Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu. Ketika berhijrah, tidak banyak harta yang bisa ia bawa. Karena masa itu, semua aset masih ‘manual’, belum digital seperti saat ini.

Ketika tinggal di Madinah, Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari awal. Tantangannya: Madinah tidak seperti Mekah yang kota perdagangan. Di Madinah, lebih banyak sektor pertanian daripada pasar. Kalau pun ada, semuanya dikuasai Yahudi.

Keadaan berat itu bukan hanya dialami pebisnis seperti Abdurrahman bin Auf. Yang lain pun tidak jauh beda. Di antaranya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Saad bin Abi Waqash, Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhum, dan lainnya. Mereka memulai dari awal.

Namun begitu, nasib mereka masih jauh lebih baik. Karena banyak para sahabat miskin yang meninggalkan kampung halaman mereka nun jauh di sana demi untuk bisa hijrah ke Madinah. Meskipun miskin, di kampung halaman masih ada rumah kecil, pekerjaan, dan lainnya.

Di antara mereka ada Abu Hurairah, Abu Dzar alghifari radhiyallahu ‘anhum, dan lainnya. Mereka tinggal di Madinah di emperan masjid Nabawi yang beratap dan berdinding tenda-tenda seadanya.

Masih banyak lagi dari kalangan akhwat atau perempuan. Ada di antara mereka yang pisah dari keluarga besar seperti putri dari Abu Sofyan: Ummu Habibah dan putri Abu Lahab: Durrah radhiyallahu ‘anhuma. Tak ada sanak dan keluarga di tempat yang baru.

Selain itu semua, di Madinah memang tidak ada kasus penyiksaan dan penghinaan seperti di Mekah. Tapi, di tempat baru itu, mereka diperangi oleh banyak kalangan: musyrik Quraisy, munafik Madinah, dan suku-suku Yahudi.

Namun, tak seorang pun dari mereka yang menyesal telah berhijrah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tak seorang pun dari mereka yang ingin kembali ke Mekah dan meninggalkan Madinah.

Mereka tak pernah menyalahkan keadaan. Justru, mereka menjadikan himpitan keadaan itu sebagai tantangan perjuangan. Hingga akhirnya, Allah menganugerahkan mereka kehidupan yang makmur dan sejahtera.

**

Kalimat kuncinya itu: jangan pernah menyalahkan keadaan. Sebaliknya, jadikan himpitan keadaan sebagai tantangan perjuangan hidup.

Dan fakta membuktikan. Bahwa, komunitas warga yang sukses di negeri ini adalah mereka yang berani mengambil tantangan hidup. Antara lain, Suku Minang, Suku Bugis atau Makasar, Suku Jawa, dan Suku Madura. Mereka seperti kaum Muhajirin yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Jangan pernah menyalahkan keadaan. Karena problem hidup tak akan pernah usai hingga datangnya ajal kematian. Merajuk dengan keadaan justru hanya akan melemahkan. [Mh]

 

 

 

Tags: Belajar Dewasa dengan Keadaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Sneakers yang Bisa Masuk ke Semua Outfit

Next Post

Jangan Pernah Berputus Asa dari Rahmat Allah

Next Post
Jangan Pernah Berputus Asa dari Rahmat Allah

Jangan Pernah Berputus Asa dari Rahmat Allah

Memahami Kata Kafir

3 Tingkatan Keimanan Seorang Muslim

Kenali Beberapa Tanda Autoimun

Kenali Beberapa Tanda Autoimun

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9200 shares
    Share 3680 Tweet 2300
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4162 shares
    Share 1665 Tweet 1041
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1963 shares
    Share 785 Tweet 491
  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11719 shares
    Share 4688 Tweet 2930
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga