• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Berpikir Terbalik (2)

27/01/2024
in Nasihat
Langkah Maju Undur-undur

Ilustrasi, foto: Pos Kupang

85
SHARES
650
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERPIKIR terbalik memberikan solusi dengan cara yang tidak biasa. Memang perlu waktu untuk melihat hasil.

Pasca hijrah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diperintah Allah subhanahu wata’ala untuk melaksanakan haji. Sayangnya, saat itu Mekah masih dikuasai kaum musyrik.

Karena perintah Allah, Nabi dan para sahabat ‘mamaksakan’ diri untuk ibadah haji. Kemungkinan haji akan dihalang-halangi penguasa Mekah sangat mungkin akan terjadi.

Mereka pun berangkat menuju Mekah dengan niat untuk haji. Tapi setibanya di perbatasan, di daerah bernama Hudaibiyah, pasukan musyrik sudah menghadang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menawarkan pihak musyrik untuk berunding. Dan tawaran itu disetujui. Negosiator di pihak musyrik adalah Suhail Ibnu ‘Amr. Di pihak muslim adalah Rasulullah sendiri.

Setelah negosiasi yang alot, akhirnya disepakati sejumlah perjanjian. Antara lain, pelaksanaan haji tidak bisa dilaksanakan tahun ini.

Kedua, disepakati gencatan senjata kedua belah pihak. Ketiga, umat Islam yang masih tinggal di Mekah tidak diperbolehkan hijrah. Dan keempat, orang Madinah yang ingin hijrah ke Mekah diperbolehkan.

Kesepakatan itu menunjukkan keuntungan di pihak musyrik dan merugikan di pihak muslim. Tidak heran jika para sahabat, termasuk yang senior merasakan ada ketidakpuasan dengan negosiasi Rasulullah.

Setelah turun firman Allah subhanahu wata’ala, para sahabat akhirnya menyadari kekeliruan mereka. Mereka pun menunjukkan sami’na wa atha’na. Tapi, mereka harus kembali ke Madinah.

Benar saja, perjanjian itu menelan korban. Ada seorang pemuda muslim yang kabur dari Mekah dan ingin hijrah ke Madinah dilarang masuk Madinah. Akhirnya ia tinggal di wilayah yang bukan Mekah dan Madinah.

Sebenarnya, masih banyak warga Mekah yang sudah muslim ingin sekali hijrah ke Madinah. Tapi, mereka terhalang dengan perjanjian itu.

Selang beberapa tahun, ada dampak lain yang akhirnya dirasakan pihak musyrik Mekah. Umat Islam di Mekah kian hari bertambah banyak karena dakwah dari mereka yang tidak bisa hijrah ke Madinah.

Sementara, warga Madinah yang hijrah ke Mekah adalah mereka yang pura-pura masuk Islam dan memang tidak bermanfaat untuk umat Islam di Madinah.

Menyadari dampak buruk di balik perjanjian itu, pihak penguasa Mekah akhirnya membatalkan sepihak perjanjian itu. Tapi, kerugian besar mereka sudah terlanjur terjadi.

**

Siapa sangka perjanjian Hudaibiyah bisa menguntungkan umat Islam dan merugikan pihak musyrik Mekah. Bahkan para sahabat yang ikut bersama Nabi saat itu pun sempat salah sangka.

Berpikir terbalik memberikan kesan keuntungan di pihak lawan. Tapi sebenarnya, sangat merugikan mereka.

Cara ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tapi juga kesabaran bersikap. Dan insya Allah bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini. [Mh]

 

 

Tags: Belajar Berpikir Terbalik (2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berbagi kepada Orang Lain dalam Perjalanan

Next Post

Menggambarkan Elegansi Indonesia: Kolaborasi Kreatif di Sarinah Thamrin

Next Post
Sumber: pinterest

Menggambarkan Elegansi Indonesia: Kolaborasi Kreatif di Sarinah Thamrin

An-Nisa' Ayat 82, Tersebarnya Kemaksiatan Karena Kurang Tadabbur

An-Nisa' Ayat 82, Tersebarnya Kemaksiatan Karena Kurang Tadabbur

Rineereo

Rineereo Persembahkan Parade Cyber-Xotic Khusus Anak dan Remaja di JFT 2024

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8706 shares
    Share 3482 Tweet 2177
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11489 shares
    Share 4596 Tweet 2872
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    987 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga