AMALAN hati itu begitu utama. Hanya Allah dan orang itu yang tahu tentang amalan itu.
Sebuah riwayat menyebutkan tentang kisah seorang sahabat yang dipuji Rasulullah sebagai calon penghuni surga. Tiga kali Rasul menyebut itu, tiga kali pula orang itu muncul.
Apa gerangan amalan utamanya? Para sahabat begitu sensitif tentang amalan yang istimewa. Termasuk Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma.
Sahabat muda ini mencari tahu, hingga ia bermalam di rumah orang itu. Tapi, Abdullah tidak menemukan hal istimewa. Semuanya biasa seperti yang dilakukan para sahabat.
Akhirnya, Abdullah menanyakan itu kepadanya. Orang itu menjelaskan kalau ada satu hal yang tak pernah ia tinggalkan setiap kali akan tidur. Yaitu, ‘membersihkan’ hatinya dari segala ‘friksi’ yang terjadi selama siang itu.
Kalau ada orang yang berbuat salah, ia maafkan. Dan kalau dirinya yang bersalah, ia beristigfar kepada Allah. Ia begitu menjaga agar hatinya tetap bersih di saat tidur. Karena tak seorang pun yang tahu apakah esoknya kita bisa bangun lagi.
Wow, sebuah amalan yang begitu sederhana, tapi dengan tingkat kesulitan ytersang luar biasa.
**
Hati itu memiliki memori. Ia menyimpan segala hal yang dirasakan dan dipikirkan tentang orang lain. Ada rasa kesal, tersinggung, kecewa, merasa direndahkan, bahkan dendam.
Semua memori buruk itu seperti sampah. Kalau tetap tersimpan, akan mempengaruhi kesehatan hati. Bahkan, akan mempengaruhi kesehatan jasmani. Hampir semua penyakit disebabkan oleh yang berasal dari dalam hati.
Sebelum tidur, hapus semua sampah itu. Ikhlaskan apa yang baik dan buruk dalam memori hari itu. Kosongkan ruang hati hanya untuk Yang Maha Kasih dan Sayang: Allah subhanahu wata’ala. [Mh]


