CUMI adalah salah satu hasil laut yang banyak digemari karena rasanya gurih dan cocok diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari cumi goreng tepung, cumi saus tiram, hingga cumi bakar, semuanya memiliki penggemar tersendiri. Namun, ada satu masalah yang sering dialami saat memasak cumi, yaitu teksturnya menjadi alot dan sulit dikunyah.
Padahal, cumi yang dimasak dengan benar seharusnya memiliki tekstur empuk, juicy, dan tetap nikmat saat disantap. Untuk mendapatkan hasil seperti itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak memilih bahan hingga proses memasaknya.
Langkah pertama adalah memilih cumi yang masih segar. Cumi segar biasanya memiliki warna tubuh yang mengilap, mata yang jernih, serta aroma laut yang tidak terlalu menyengat. Semakin segar cumi yang digunakan, semakin baik pula tekstur yang akan dihasilkan setelah dimasak.
Baca Juga: Hukum Makan Cumi-Cumi
Ketahui Tips Memasak Cumi agar Tidak Alot di Sini!
Sebelum diolah, bersihkan cumi dengan benar. Buang tinta, tulang bening, dan bagian dalam tubuhnya. Setelah dicuci, tiriskan hingga tidak terlalu banyak air yang tersisa. Cumi yang terlalu basah sering kali membuat proses memasak menjadi kurang optimal karena suhu masakan dapat turun saat cumi dimasukkan ke dalam wajan.
Salah satu rahasia utama agar cumi tidak alot adalah memperhatikan waktu memasak. Banyak ahli kuliner menyebutkan bahwa cumi sebaiknya dimasak dalam waktu sangat singkat atau justru cukup lama. Memasak cumi pada waktu yang berada di antara kedua kondisi tersebut sering kali membuat teksturnya menjadi keras dan kenyal berlebihan.
Jika ingin menumis atau menggoreng cumi, cukup masak selama sekitar 2 hingga 3 menit dengan api yang cukup besar. Dalam waktu singkat tersebut, protein pada daging cumi belum mengalami pengerasan yang berlebihan sehingga teksturnya tetap lembut.
Sebaliknya, jika ingin membuat gulai, semur, atau masakan berkuah yang dimasak lama, cumi bisa dimasak hingga lebih dari 30 menit. Pada proses ini, jaringan ikat dalam tubuh cumi akan melunak kembali sehingga menghasilkan tekstur yang lebih empuk.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penggunaan api juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Api yang terlalu kecil membuat cumi terlalu lama berada di atas panas sehingga berpotensi menjadi alot. Karena itu, untuk tumisan atau masakan cepat, gunakan api sedang hingga besar agar proses pemasakan berlangsung singkat.
Beberapa orang juga memanfaatkan air jeruk nipis sebelum memasak. Selain membantu mengurangi aroma amis, jeruk nipis dapat memberikan rasa segar pada cumi. Namun, jangan merendam terlalu lama karena dapat memengaruhi tekstur dagingnya.
Saat memasak cumi dengan bumbu saus, sebaiknya tumis bumbu hingga matang terlebih dahulu. Setelah bumbu siap, baru masukkan cumi pada tahap akhir. Cara ini membuat waktu pemasakan cumi lebih terkontrol dan mengurangi risiko teksturnya menjadi keras. [DW]





