• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 1 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda Lusuh yang Membunuh Seseorang (2)

01/08/2021
in Kisah
Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda Lusuh yang Membunuh Seseorang (2)

Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda Lusuh yang Membunuh Seseorang (2) (Foto: Pexels/Mareefe)

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda lusuh yang membunuh seseorang berlanjut dengan percakapan Umar dan pemuda itu.

“Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin”.

“Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?,” ujar pemuda lusuh itu.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab dan Pemuda Lusuh yang Membunuh Seseorang (1)

Kisah Umar bin Khattab Mengizinkan Salman Al Farisi Menjadi Penjamin

“Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari, tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji,” kata Umar.

“Aku tidak memiliki seorang kerabat pun di sini. Hanya Allah, hanya Allahlah penjaminku wahai orang-orang beriman,” katanya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang.

“Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin,” ujar Salman.

“Salman? Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini.”

“Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, wahai Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya,” jawab Salman tenang.

Akhirnya, dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitu pun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya.

Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya, tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi.

Hadirin mulai terisak karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok lelaki berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit.

”Itu dia! Dia datang menepati janjinya!” ujar Umar.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan napas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab Menolak Pemberian Gula dari Utusan Azerbaijan

Pemuda Lusuh Datang dengan Napas Tersengal-sengal

Si pemuda bercerita dengan napas tersenggal bahwa tunggangannya sekarat di gurun karena ia mengendarinya tanpa henti.

Oleh sebab itu, terpaksa tungannya ia tinggal dan si pemuda berlari dari sana.

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan di kalangan Muslimin tak ada lagi kesatria menepati janji,” kata si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya, “)alu engkau, Salman, mengapa mau-maunya engkau menjamin orang yang baru saja kaukenal?”

Kemudian Salman menjawab, “Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya.”

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru karena kejadian itu.

”Allahu Akbar! Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu,” teriak kedua pemuda itu.

Semua orang tersentak kaget.

Keuda pemuda itu mengatakan,
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya.”

Akhirnya, pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.

Sahabat Muslim, dari kisah ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa sebagai Muslim, sudah seharusnya kita bisa menjadi orang yang selalu menepati janji dan menjadi pemaaf. [Cms]

Tags: Kisah Umar bin Khattab
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

85 Persen Luka Diabetes Dapat Dicegah

Next Post

Suasana Rumah yang Kondusif Bagi Anak di Masa Pandemi

Next Post
suasana rumah

Suasana Rumah yang Kondusif Bagi Anak di Masa Pandemi

Pandemi, Indonesia Menyumbang Penjualan Mobil Terbesar Sedunia

Pandemi, Indonesia Menyumbang Penjualan Mobil Terbesar Sedunia

resensi buku fitrah

Resensi Buku Fitrah Based Education

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9440 shares
    Share 3776 Tweet 2360
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11802 shares
    Share 4721 Tweet 2951
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2434 shares
    Share 974 Tweet 609
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2501 shares
    Share 1000 Tweet 625
  • ParagonCorp Ajak Founder Brand Kecantikan Lokal Wujudkan Industri Beauty yang Berkelanjutan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mama Dedeh Ajak Keluarga Saling Menguatkan dalam Kajian di Masjid At-Taqwa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4837 shares
    Share 1935 Tweet 1209
  • Industri Kecantikan dan Tantangan Keberlanjutan, ParagonCorp Dorong Perubahan dari Hulu

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Makna Pernikahan dalam Kajian Keluarga Dibahas dalam Kajian bersama Mama Dedeh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga