• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Biografi Singkat Muawiyah bin Abi Sufyan

05/12/2025
in Kisah, Unggulan
Biografi Singkat Muawiyah bin Abi Sufyan

Biografi Singkat Muawiyah bin Abi Sufyan (ilustrasi: iStock)

808
SHARES
6.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NAMA lengkapnya Muawiyah bin Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd Syams bin Abd Manaf, biasa dipanggil Abu Abdurrahman.

Ia masyhur dengan nama Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Ia lahir di Makkah tahun 20 sebelum hijrah. Ayahnya adalah Abu Sufyan, dan ibunya adalah Hindun binti Utbah.

Ia adalah sosok yang terkenal fasih, penyabar, berwibawa, cerdas, cerdik, badannya tinggi besar, dan kulitnya putih.

Ia masuk Islam bersama ayah, ibu, dan saudaranya, Yazid, pada saat pembebasan kota Makkah tahun 8 H.

Tentang keislamannya, ia pernah mengatakan, “Aku telah masuk Islam pada saat penandatanganan perjanjian Hudaibiyah tahun 6 H, tapi aku menyembunyikan keislamanku.”

Ia ikut dalam perang Hunain bersama Rasulullah. Beliau memberinya 100 ekor onta dan 40 uqiyah (1 uqiyah= 29,75 gram emas) dari hasil rampasan perang.

Rasulullah pernah mendoakannya dan berkata, “Ya Allah, jadikanlah ia orang yang tampil ke depan memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.”

Ia adalah salah seorang juru tulis Al-Qur’an.

Ia selalu berada di garis depan pada saat pertempuran. Ia pernah berhasil membebaskan kota ‘Arqah, Jubail, dan Beirut.

Umar bin Al-Khattab pernah menugaskannya sebagai gubernur Jordania, kemudian menjadi gubernur damaskus setelah saudaranya, Yazid, meninggal.

Ia juga pernah ditugaskan Usman bin Affan sebagai gubernur seluruh wilayah Syam.

Baca Juga: Antara Ubadah dan Muawiyah

Biografi Singkat Muawiyah bin Abi Sufyan

Pasca terbunuhnya Usman bin Affan, ia menuntut balas atas pembunuhan tersebut.

Ia menuduh Ali bin Abi Thalib berada di belakang pembunuhan Usman. Setelah itu, Ali mencopot jabatannya sebagai gubernur, tapi Mu’awiyah menolak.

Ia tetap mempertahankan kekuasaannya dan menolak membai’at Ali sebagai khalifah. Ia memerangi Ali di Shiffin. Pada akhirnya, Mu’awiyah menjalankan kekuasaannya di Syam dan Ali di Irak.

Setelah Ali terbunuh, Hasan bin Ali di-bai’at menjadi khalifah. Namun Hasan menyerahkan khilafah kepada Mu’awiyah. Karena itu, tahun 41 H disebut dengan tahun al-jama’ah (tahun rekonsiliasi umat Islam).

Mu’awiyah tinggal di Syam sebagai gubernur selama 20 tahun.

Tentang Mu’awiyah, Ibnu Abbas berkata, “Ia adalah orang yang benar-benar dalam pemahamannya terhadap ajaran agama (faqih).”

Wilayah-wilayah yang berhasil dibebaskannya terbentang sampai Samudra Atlantik, benua Afrika, pulau-pulau Yunani, dan Dardanil. Ia juga pernah mengepung Konstantinopel, baik dari arah darat maupun laut.

Ia adalah muslim pertama yang mengarungi laut Romawi untuk tujuan perang.

Baca juga: Jalan Cinta Naila Binti Al-Farafishah, Istri Pejuang Islam

Ia juga khalifah pertama yang menjadikan kota Damaskus sebagai pusat pemerintahan, mendirikan istana-istana khalifah, mengangkat pengawal khalifah dan istana, dan membuat mihrab (tempat imam) di dalam masjid.

Ia adalah khaifah pertama yang berkhutbah di Makkah dari tiga tingkat. Mimbar tersebut tetap difungsikan sampai masa pemerintahan khalifah Harun Ar-Rasyid.

Pada waktu itu, Mu’awiyah berkhutbah sambil duduk.

Mu’awiyah adalah seorang khalifah yang sangat menghormati para ulama, penyair, dan sahabat nabi.

Pada masa pemerintahannya, mata uang dinar dicetak dengan cap orang Badui yang sedang menghunus pedangnya.

Sebelum meninggal, ia mewasiatkan khilafah kepada putranya, Yazid. Karenanya, ia adalah orang pertama yang menjadikan khalifah berdasarkan keturunan (secara turun temurun)

Suatu hari, ia pernah menggenggam sebuah gulungan rambut yang saat ini dikenal dengan nama wig.

Ia berpidato di Madinah dan mengatakan kepada para penduduk Madinah, “Di mana ulama kalian, wahai penduduk Madinah? Aku pernah mendengar Rasulullah melarang hal semacam ini dan bersabda,

“Bani Israil binasa tidak lain karena kaum wanita mereka menggunakan benda semacam ini.” (HR. Al-Bukhari)

Ia meriwayatkan 130 hadis dari Nabi, 13 di antaranya tercantum dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Ia pernah mengatakan, ‘Aku telah berambisi menjadi khalifah sejak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan kepadaku, “Jika kamu memerintahkan, maka jalankanlah dengan baik.”

Sebelum ia meninggal, ia berwasiat agar jenazahnya dikafani dengan gamis yang pernah diberikan Rasulullah kepadanya. Ia meninggal di Damaskus tahun 60 H.[ind]

(sumber: Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Syaikh Muhammad Sa’id Mursi, Pustaka Al-Kautsar)

Tags: muawiyah bin abi sufyanmuawiyah bin sufyan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Agar Doa Tidak Tertolak

Next Post

Tomat Memiliki Komponen Zat Gizi Cukup Lengkap dan Baik

Next Post
Tomat Memiliki Komponen Zat Gizi Cukup Lengkap dan Baik

Tomat Memiliki Komponen Zat Gizi Cukup Lengkap dan Baik

Cara Menjadi Pendengar yang Baik

Cinta Itu Anugerah, Kata Orang Bijak

Ikhlas Itu Tidak Mudah

Ikhlas Itu Tidak Mudah

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8243 shares
    Share 3297 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11268 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Pimpin Upacara Hari Kartini, Faelasufa Dorong Affordable Child Care di Batang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3303 shares
    Share 1321 Tweet 826
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga