DALAM sejarah Islam tercatat sebuah nama indah yakni Aminah binti Ruqaisy, beliu merupakan seorang perempuan dari Bani Ghānim bin Dūdān yang termasuk dalam rombongan kaum Muslimah yang berhijrah dari Makkah menuju Madinah.
Sumber-sumber Arab klasik menyebutkan, namanya tercatat sebagai Āminah binti Ruqaysh bin Riyāb bin Ya’mar bin Ṣabrah bin Murrah bin Kabīr bin Ghānim bin Dūdān bin Asad. Ia disebut sebagai saudara perempuan Yazid bin Ruqaisy, salah seorang sahabat yang termasuk Ahlul Badr. Ibnu Sa’d mencatat bahwa Aminah telah memeluk Islam sejak masa awal di Makkah kemudian berhijrah ke Madinah bersama keluarganya.
Keterangan tersebut memang terlihat singkat. Namun, jika melihat keadaan kaum Muslimin pada masa awal dakwah, keputusan untuk memeluk Islam dan meninggalkan Makkah bukanlah perkara ringan. Kaum Muslimin ketika itu menghadapi tekanan dari masyarakat Quraisy. Hijrah menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mempertahankan keimanan sekaligus mencari tempat yang lebih aman untuk menjalankan agama.
Baca Juga: Asma Binti Salamah Perempuan Tangguh yang Menyertai Hijrah ke Negeri Habasyah
Aminah Binti Ruqaisy Sosok Muhajirah yang Jarang Dikenal
Termasuk Perempuan yang Berhijrah
Nama Aminah binti Ruqaisy disebut dalam daftar perempuan dari Bani Ghānim bin Dūdān yang ikut berhijrah. Ibnu Sa’d menyebut beberapa perempuan dari kabilah tersebut, di antaranya Zainab, Habibah dan Hamnah putri-putri Jahsy, Judzamah binti Jandal, Ummu Qais binti Muhshin, Aminah binti Ruqaisy, serta Ummu Habib binti Nubatah. Mereka meninggalkan Makkah dan menuju Madinah sebagai bagian dari perjalanan besar kaum Muslimin.
Hijrah mereka menunjukkan bahwa perjuangan pada masa Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki. Para perempuan juga mengambil keputusan besar untuk meninggalkan lingkungan yang telah mereka kenal demi mempertahankan keyakinan. Aminah termasuk di antara nama yang mengingatkan kita pada keberanian tersebut.
Memiliki Hubungan dengan Keluarga Zainab Binti Jahsy
Aminah juga memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Zainab binti Jahsy RA. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Aminah merupakan bagian dari Bani Asad dan memiliki hubungan keluarga dengan Zainab binti Jahsy. Informasi ini memperlihatkan bahwa komunitas Muslim awal memiliki hubungan kekerabatan yang cukup erat dan saling mendukung dalam perjalanan dakwah.
Ada pula riwayat yang menyebut nama Aminah binti Qais dalam konteks perempuan yang pernah berada di Habasyah bersama Ummu Habibah binti Abu Sufyan. Para ulama kemudian membahas kemungkinan bahwa Aminah binti Qais tersebut merupakan orang yang sama dengan Aminah binti Ruqaisy. Ibnu al-Atsir menyatakan dugaan tersebut, sementara Ibnu Hajar juga menerima bahwa kedua nama itu kemungkinan merujuk kepada satu orang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Karena itu, kisah Aminah perlu disampaikan dengan hati-hati. Tidak banyak informasi mengenai kehidupan pribadinya, perannya setelah tiba di Madinah, ataupun tahun wafatnya yang dapat dipastikan dari sumber yang tersedia.
Meski catatannya singkat, perjalanan Aminah binti Ruqaisy tetap memiliki makna. Ia adalah salah satu perempuan Muslim generasi awal yang memilih Islam ketika jalan yang ditempuh penuh tantangan. Ia kemudian ikut berhijrah bersama keluarganya ke Madinah.
Aminah binti Ruqaisy mungkin bukan nama yang sering kita dengar ketika membicarakan para sahabiyah. Namun, keberadaannya dalam catatan sejarah menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan pada masa Rasulullah SAW juga memiliki tempat penting dalam perjalanan awal Islam. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





