• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

21/09/2022
in Fokus, Khazanah, Unggulan
Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

Foto: Pixabay

128
SHARES
988
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DOKTRIN pantheisme atau menyatunya Tuhan dengan hamba yang dibawa oleh Syekh Siti Jenar tidak lari dari pengaruh ajaran Hindu-Budha, sebagaimana telah dijelaskan pada bagian pertama.

Ustaz Artawijaya, penulis buku Gerakan Theosofi di Indonesia mengatakan bahwa doktrin Syekh Siti Jenar ini sering dikaitkan dengan ucapan tokoh sufi Al-Hallaj, “Ana Al-Haq” (Aku adalah Kebenaran Sejati/ Tuhan).

Ungkapan itu mengamini adanya kesatuan Tuhan dengan diri manusia yang mengarah pada paham humanisme, yaitu kebenaran berpusat pada diri manusia.

Jika ini terjadi, maka syari’at atau ajaran agama sudah tidak terpakai karena manusia sudah menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Doktrin yang dibawa Syekh Siti Jenar dan muridnya Ki Kebo Kenanga ini terus mendapat perlawanan dari para wali. Hingga pada akhirnya pada sidang wali-wali yang diketuai oleh Sunan Giri memutuskan hukuman mati bagi Siti Jenar.

Selepas itu, dijatuhkan pula hukuman mati kepada muridnya, Ki Kebo Kenanga.

Kematian keduanya tidak juga mengubur paham pantheisme atau Manunggaling Kawula Gusti. Malah diteruskan oleh murid-murid setianya.

Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

Paham ini terus subur, terutama setelah terjadi perebutan kekuasaan Demak oleh Joko Tingkir, putera dari Ki Kebo Kenanga, hingga lahirlah Kesultanan Pajang yang semakin mengukuhkan doktrin patheisme Syekh Siti Jenar.

Runtuhnya Kesultanan Demak ini juga menjadi kemenangan kelompok pedalaman yang masih kental dengan ajaran Hindu-Budha serta secara bersamaan menjadi kekalahan kelompok pesisir yang didominasi oleh ajaran Islam.

Mulai zaman inilah ajaran kebatinan yang melekat dengan nuansa mistik dijadikan sebagai falsafah negara dengan sebutan kejawen atau abangan.

Selepas kematian Joko Tingkir atau yang disebut dengan Sultan Hadiwijaya, digantikan oleh anaknya. Namun tidak bertahan lama, kekuasaan diambil alih oleh rekan Joko Tingkir yaitu, Sutowijoyo.

Sebelumnya, Sutowijoyo ikut berperan dalam perebutan kekuasaan Demak bersama Joko Tingkir, hingga lahir Kesultanan Pajang.

Di tangan Sutowijoyo inilah kekuasaan Pajang berpindah ke Mataram.

Pada intinya, kedudukan Raja pada zaman Hindu-Budha  yang dianggap sebagai penjelma Dewa diteruskan di zaman Mataram melalui doktrin Manunggaling Kawula Gusti.

Raja menjadi pusat kebenaran karena diutus langsung oleh Tuhan. Paham ini mengakibatkan raja memiliki kekuasaan tidak terbatas dan segala keputusannya tidak boleh ditentang karena dianggap sebagai kehendak Tuhan.

Pada zaman kekuasaan Mataram sempat muncul raja yang dikenal membesarkan syariat Islam bernama Sultan Agung.

Namun bagaimanapun, Sultan Agung masih turut bertanggungjawab meneruskan tradisi kejawen serta terpesona dengan ajaran Syekh Siti Jenar. Paham mistiknya ini diwujudkan dalam karya Sastra Gendhing.

Sebagiman disebutkan dalam buku Pemikiran Islam Jawa Studi Kritis Seputar Metode Dakwah Wali Songo dan Mistik Kejawen karya Abdul Rahman HJ. Abdullah, karya-karya yang lahir di zaman Mataram ini banyak memancarkan semangat sikretisme dan patheisme yang menunjukkan kemenangan kelompok pedalaman yang masih menganut Hindu-Budha atas kelompok pesisir yang setia dengan ajaran Islam murni.

Ini juga berarti kemenangan ajaran yang dibawa oleh Syekh Siti Jenar.

Paham pantheisme itu terus berlanjut hingga melembaga menjadi gerakan Theosofi yang dibawa oleh penjajah Belanda dan memengaruhi organisasi masyakarat yang lahir sebelum kemerdekaan. Bagaimana kisahnya? Nantikan artikel selanjutnya. [Ln]

Tags: Mistik dan PerdukunanPengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Volunesia Bootcamp 2022, Siap Lahirkan Filantropreneur

Next Post

Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Next Post
Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Cara menyikapi perbedaan pendapat ulama

Mengambil Pelajaran dari Doa Nabi Ibrahim

Desa Norfolk Kini Punya Masjid Baru

Desa Norfolk Kini Punya Masjid Baru

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1973 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Surat Al-Mutaffifin Ayat 7-9, Apa itu Sijjin?

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8090 shares
    Share 3236 Tweet 2023
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    648 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1951 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3588 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Jika Takdir Tiba Maka Lenyaplah Semua Rencana

    866 shares
    Share 346 Tweet 217
  • Hukum Memakai Bulu Mata Palsu

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga