• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 10 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

21/09/2022
in Fokus, Khazanah, Unggulan
Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

Foto: Pixabay

136
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DOKTRIN pantheisme atau menyatunya Tuhan dengan hamba yang dibawa oleh Syekh Siti Jenar tidak lari dari pengaruh ajaran Hindu-Budha, sebagaimana telah dijelaskan pada bagian pertama.

Ustaz Artawijaya, penulis buku Gerakan Theosofi di Indonesia mengatakan bahwa doktrin Syekh Siti Jenar ini sering dikaitkan dengan ucapan tokoh sufi Al-Hallaj, “Ana Al-Haq” (Aku adalah Kebenaran Sejati/ Tuhan).

Ungkapan itu mengamini adanya kesatuan Tuhan dengan diri manusia yang mengarah pada paham humanisme, yaitu kebenaran berpusat pada diri manusia.

Jika ini terjadi, maka syari’at atau ajaran agama sudah tidak terpakai karena manusia sudah menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Doktrin yang dibawa Syekh Siti Jenar dan muridnya Ki Kebo Kenanga ini terus mendapat perlawanan dari para wali. Hingga pada akhirnya pada sidang wali-wali yang diketuai oleh Sunan Giri memutuskan hukuman mati bagi Siti Jenar.

Selepas itu, dijatuhkan pula hukuman mati kepada muridnya, Ki Kebo Kenanga.

Kematian keduanya tidak juga mengubur paham pantheisme atau Manunggaling Kawula Gusti. Malah diteruskan oleh murid-murid setianya.

Pengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)

Paham ini terus subur, terutama setelah terjadi perebutan kekuasaan Demak oleh Joko Tingkir, putera dari Ki Kebo Kenanga, hingga lahirlah Kesultanan Pajang yang semakin mengukuhkan doktrin patheisme Syekh Siti Jenar.

Runtuhnya Kesultanan Demak ini juga menjadi kemenangan kelompok pedalaman yang masih kental dengan ajaran Hindu-Budha serta secara bersamaan menjadi kekalahan kelompok pesisir yang didominasi oleh ajaran Islam.

Mulai zaman inilah ajaran kebatinan yang melekat dengan nuansa mistik dijadikan sebagai falsafah negara dengan sebutan kejawen atau abangan.

Selepas kematian Joko Tingkir atau yang disebut dengan Sultan Hadiwijaya, digantikan oleh anaknya. Namun tidak bertahan lama, kekuasaan diambil alih oleh rekan Joko Tingkir yaitu, Sutowijoyo.

Sebelumnya, Sutowijoyo ikut berperan dalam perebutan kekuasaan Demak bersama Joko Tingkir, hingga lahir Kesultanan Pajang.

Di tangan Sutowijoyo inilah kekuasaan Pajang berpindah ke Mataram.

Pada intinya, kedudukan Raja pada zaman Hindu-Budha  yang dianggap sebagai penjelma Dewa diteruskan di zaman Mataram melalui doktrin Manunggaling Kawula Gusti.

Raja menjadi pusat kebenaran karena diutus langsung oleh Tuhan. Paham ini mengakibatkan raja memiliki kekuasaan tidak terbatas dan segala keputusannya tidak boleh ditentang karena dianggap sebagai kehendak Tuhan.

Pada zaman kekuasaan Mataram sempat muncul raja yang dikenal membesarkan syariat Islam bernama Sultan Agung.

Namun bagaimanapun, Sultan Agung masih turut bertanggungjawab meneruskan tradisi kejawen serta terpesona dengan ajaran Syekh Siti Jenar. Paham mistiknya ini diwujudkan dalam karya Sastra Gendhing.

Sebagiman disebutkan dalam buku Pemikiran Islam Jawa Studi Kritis Seputar Metode Dakwah Wali Songo dan Mistik Kejawen karya Abdul Rahman HJ. Abdullah, karya-karya yang lahir di zaman Mataram ini banyak memancarkan semangat sikretisme dan patheisme yang menunjukkan kemenangan kelompok pedalaman yang masih menganut Hindu-Budha atas kelompok pesisir yang setia dengan ajaran Islam murni.

Ini juga berarti kemenangan ajaran yang dibawa oleh Syekh Siti Jenar.

Paham pantheisme itu terus berlanjut hingga melembaga menjadi gerakan Theosofi yang dibawa oleh penjajah Belanda dan memengaruhi organisasi masyakarat yang lahir sebelum kemerdekaan. Bagaimana kisahnya? Nantikan artikel selanjutnya. [Ln]

Tags: Mistik dan PerdukunanPengaruh Mistik Syekh Siti Jenar pada Zaman Kerajaan di Nusantara (2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Volunesia Bootcamp 2022, Siap Lahirkan Filantropreneur

Next Post

Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Next Post
Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Peternak Domba Binaan LAZ Al Azhar yang Keuntungannya Meningkat

Cara menyikapi perbedaan pendapat ulama

Mengambil Pelajaran dari Doa Nabi Ibrahim

Desa Norfolk Kini Punya Masjid Baru

Desa Norfolk Kini Punya Masjid Baru

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9287 shares
    Share 3715 Tweet 2322
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4208 shares
    Share 1683 Tweet 1052
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4789 shares
    Share 1916 Tweet 1197
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11747 shares
    Share 4699 Tweet 2937
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2469 shares
    Share 988 Tweet 617
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga