DALAM perjalanan hidup, setiap manusia pasti pernah memanjatkan doa dengan harapan agar Allah segera mengabulkannya. Ada doa yang langsung terwujud, ada yang harus menunggu bertahun-tahun, bahkan ada pula yang seolah tidak pernah menjadi kenyataan. Pada kondisi seperti inilah keimanan dan cara pandang seorang hamba benar-benar diuji.
Sebagaimana pesan dalam postingan tersebut, Allah memiliki tiga cara menjawab harapan hamba-Nya. Ketika Allah memberikan apa yang kita minta, itu bukan sekadar karena kita menginginkannya. Itu adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Allah mengetahui bahwa nikmat tersebut memang baik untuk kehidupan kita saat ini. Namun, nikmat yang diberikan bukanlah akhir dari perjalanan. Justru di situlah dimulai ujian berikutnya, yaitu apakah kita mampu menjadi hamba yang bersyukur.
Baca Juga: Bagaimana Cara Berbaik Sangka Terhadap Takdir Allah?
Pemberian dari Allah Itu Mengandung Kasih Sayang
Bersyukur bukan hanya mengucapkan “Alhamdulillah.” Rasa syukur diwujudkan dengan menggunakan nikmat tersebut di jalan yang Allah ridhai. Ketika diberi kesehatan, apakah kita memanfaatkannya untuk beribadah? Ketika diberi rezeki, apakah kita mau berbagi kepada orang lain? Ketika diberi jabatan, apakah kita berlaku adil? Syukur sejati terlihat dari bagaimana seseorang menjaga amanah yang telah Allah titipkan.
Sebaliknya, ada kalanya Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan. Banyak orang merasa kecewa, bahkan bertanya mengapa doanya belum dikabulkan. Padahal, penolakan itu bukan berarti Allah membenci hamba-Nya. Justru bisa jadi Allah sedang menjaga kita dari sesuatu yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya membawa mudarat.
Pada saat itulah Allah sedang menguji kekuatan iman dan husnuzan kita. Apakah kita tetap percaya bahwa keputusan Allah selalu lebih baik daripada keinginan kita sendiri? Mungkin kita tidak memahami hikmahnya hari ini, tetapi beberapa tahun kemudian kita baru menyadari bahwa apa yang tidak kita dapatkan justru menyelamatkan kita dari kesulitan yang lebih besar.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ada pula keadaan ketika Allah tidak langsung mengabulkan doa, melainkan menundanya. Menunggu adalah ujian yang tidak mudah. Seseorang bisa saja tetap rajin berdoa, tetapi hasilnya belum juga terlihat. Namun, penundaan bukan berarti penolakan. Bisa jadi Allah sedang mempersiapkan waktu terbaik, keadaan terbaik, atau bahkan mengganti permintaan kita dengan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang pernah kita bayangkan.
Dalam masa penantian itu, yang diuji adalah kesabaran. Apakah kita tetap istiqamah berdoa? Apakah kita tetap taat ketika harapan belum menjadi kenyataan? Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan terus berikhtiar sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Seorang mukmin meyakini bahwa seluruh ketetapan Allah selalu dilandasi ilmu, hikmah, dan kasih sayang yang sempurna. Allah mengetahui masa depan yang tidak mampu kita lihat. Karena itu, apa pun jawaban Allah atas doa-doa kita—dikabulkan, ditunda, atau diganti—semuanya merupakan bentuk perhatian-Nya kepada hamba. [DW]
Sumber: Instagram @adilpersada





