MENUNDA shalat karena kuliah.
Ustaz jika sudah masuk waktu shalat namun sesi waktu belajar atau perkuliahan masih berlangsung selama 1 jam lagi. Apakah sebaiknya menyelesaikan waktu perkuliahan dahulu atau meminta izin kepada guru atau dosen untuk pamit izin sholat? Diketahui bahwa guru atau dosen serta mahasiswa mayoritas muslim, dan memilih menyelesaikan waktu perkuliahan dahulu. Mohon pencerahannya Ustaz.
Ustaz Farid Nu’man Hasan menjawab.
Apakah selesai kuliahnya masih ada waktu lapang buat shalat? Jika ya, tidak apa-apa itu masih shalat pada waktunya karena waktu shalat itu ada awal, tengah, dan akhir.
Mana pun waktu yang mampu kita shalat maka masih shalat pada waktunya, walau di awal waktu lebih utama.
Dalilnya adalah hadits sebagai berikut:
ุฅู ููุตูุงุฉ ุฃููุง ูุขุฎุฑุงุ ูุฅู ุฃูู ููุช ุงูุธูุฑ ุญูู ุชุฒูู ุงูุดู ุณุ ูุฅู ุขุฎุฑ ููุชูุง ุญูู ูุฏุฎู ููุช ุงูุนุตุฑ
Shalat itu ada awal waktunya dan akhirnya, awal waktu zhuhur adalah saat tergelincir matahari, waktu akhirnya adalah saat masuk waktu ashar dan seterusnya. (HR. Ahmad no. 7172, dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Ta’liq Musnad Ahmad, no. 7172).
Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklikย tautanย ini.
ูุฌูุฒ ุชุฃุฎูุฑ ุงูุตูุงุฉ ุฅูู ุขุฎุฑ ููุชูุง ุจูุง ุฎูุงูุ ููุฏ ุฏู ุงููุชุงุจุ ูุงูุณูุฉุ ูุฃููุงู ุฃูู ุงูุนูู ุนูู ุฌูุงุฒ ุชุฃุฎูุฑ ุงูุตูุงุฉ ุฅูู ุขุฎุฑ ููุชูุงุ ููุง ุฃุนูู ุฃุญุฏุงู ูุงู ุจุชุญุฑูู ุฐูู
Dibolehkan menunda shalat sampai akhir waktunya tanpa adanya perselisihan pendapat, hal itu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Perkataan para ulama juga membolehkan menunda sampai akhir waktunya, tidak ada seorang ulama yang mengatakan haram hal itu. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/58).
Penundaan ini bukanlah saahuun (melalaikan shalat), sebab makna saahuun adalah menunda shalat sampai habis waktunya. Sebagaimana penjelasan Saโad bin Abi Waqash, Ibnu Abbas, Masruq, Ibnu Abza, Abu Adh Dhuha, Muslim bin Shabih. (Tafsir Ath Thabari, 24/630).
Seorang ulama mazhab Hambali abad ini mengatakan:
ููุฏ ุจูู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ู ูุงููุชูุง ู ู ูุฐุง ุฅูู ูุฐุง ูู ู ุฃุฏุงูุง ููู ุง ุจูู ุฃูู ุงูููุช ูุขุฎุฑู ููุฏ ุตูุงูุง ูู ุงูุฒู ู ุงูู ูููุช ููุง
Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam telah menjelaskan bahwa waktu shalat itu sejak waktu ini ke ini, maka barang siapa yang menjalankan di antara awal waktu dan akhirnya, maka dia telah menunaikan shalat di waktu yang telah ditentukan. (Syaikh Utsaimin, Majmu’ Al Fatawa wa Rasail, Jilid. 12, Bab Shalat).
Menunda Shalat Karena Kuliah
Baca juga:ย Menunda Qadha Puasa Bertahun-tahun
Menunda shalat karena menuntut ilmu juga pernah terjadi di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahkan akhirnya mereka menjamak shalatnya, sebagaimana hadits berikut:
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุดูููููู ููุงูู ุฎูุทูุจูููุง ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ููููู ูุง ุจูุนูุฏู ุงููุนูุตูุฑู ุญูุชููู ุบูุฑูุจูุชู ุงูุดููู ูุณู ููุจูุฏูุชู ุงููููุฌููู ู ููุฌูุนููู ุงููููุงุณู ูููููููููู ุงูุตููููุงุฉู ุงูุตููููุงุฉู ููุงูู ููุฌูุงุกููู ุฑูุฌููู ู ููู ุจูููู ุชูู ููู ู ููุง ููููุชูุฑู ููููุง ููููุซูููู ุงูุตููููุงุฉู ุงูุตููููุงุฉู ููููุงูู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฃูุชูุนููููู ูููู ุจูุงูุณูููููุฉู ููุง ุฃูู ูู ูููู ุซูู ูู ููุงูู ุฑูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฌูู ูุนู ุจููููู ุงูุธููููุฑู ููุงููุนูุตูุฑู ููุงููู ูุบูุฑูุจู ููุงููุนูุดูุงุกู ููุงูู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุดูููููู ููุญูุงูู ููู ุตูุฏูุฑูู ู ููู ุฐููููู ุดูููุกู ููุฃูุชูููุชู ุฃูุจูุง ููุฑูููุฑูุฉู ููุณูุฃูููุชููู ููุตูุฏูููู ู ูููุงููุชููู
Dari Abdullah bin Syaqiq, dia berkata: Ibnu Abbas berkhutbah kepada kami, pada hari setelah โashar sampai matahari terbenam, hingga nampak bintang-bintang, sehingga manusia berteriak: โshalat .. shalat ..!โ Lalu datang laki-laki dari Bani Tamim yang tidak hentinya berteriak: shalat.. shalat!. Maka Ibnu Abbas berkata: โApa-apaan kamu, apakah kamu hendak mengajari saya sunah?โ, lalu dia berkata: โSaya telah melihat Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa sallam menjamak antara zhuhur dan ashar, serta maghrib dan isya.โ Berkata Abdullah bin Syaqiq: โMasih terngiang dalam dada saya hal itu, maka aku datang kepada Abu Hurairah, aku tanyakan dia tentang hal itu, dia membenarkan keterangan Ibnu โAbbas tersebut.โ (HR. Muslim No. 705)[Sdz]





