• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Menangguhkan Kesenangan

11/07/2025
in Khazanah
Menangguhkan Kesenangan

menangguhkan kesenangan (foto: pixabay)

112
SHARES
860
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENANGGUHKAN kesenangan. Ustaz Umar Hidayat, M.Ag. menjelaskan, masihkah ada bekas puasa ramadan kita? Sebagian kita sudah melupakannya. Sebagiannya ingat tetapi kalah dengan hawa nafsunya.

Sebagiannya lagi ingat dan mempraktikkannya bersebab kondisi darurat. Sebagiannya lagi melaksanakannya sepenuh kesadaran karena mencari ridho Allah.

Bagian yang terakhir ini jumlahnya tidak banyak. Apa itu? Imsak, menahan diri dan mengelola diri agar tetap dalam ketaatan kepada Allah.

Termasuk dari bagian menahan diri adalah menahan keinginan untuk menangguhkannya agar mendapatkan yang terbaik dan lebih abadi di akhirat.

Memang tidak mudah melakukannya. Jika bukan karena Allah mungkin malas atau berat melaksanakannya.

Baca Juga: Keberkahan Doa Bagi Keluarga

Menangguhkan Kesenangan Dunia untuk Kebahagiaan Akhirat

Alkisah. Suatu hari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu menyengaja masuk menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di dalam rumahnya, sebuah ruangan bilik kecil di sisi Masjid Nabawi.

Dipandangnya seluruh isi dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam sedang tidur beralas tikar kasar hingga nampak gurat-gurat bekas tikar itu di badan beliau.

Spontan melihat keadaan ini, Umar menitikkan air mata hingga terisak karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah.

Beliau ternyata mengetahuinya; “Mengapa engkau menangis, ya Umar?” tanya Rasulullah.

“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra (Raja Kisra dari Persia) dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

Didekatinya Umar lalu Rasulullah menghiburnya: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…?”

Beliau, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir.

Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”

Mengukur Hidup dengan Neraca Iman

Menjadi sekelas “Umar bin Khattab” di zaman sekarang tidak gampang. Rasa yang keluar dari mata air iman akan berbeda dengan yang lainnya.

Apa yang dilihat Umar membuat sisi kemanusiaannya terhentak dan mengalirkan perasaan gundah yang manusiawi. Senada protes kenapa orang yang begitu agung sholih dan manusia terbaik tidak mendapatkan kenikmatan dunia.

Sementara mereka orang-orang kafir, penista pendusta jauh dari ibadah justru bergelimang dunia, bahkan berlebih.

Tetapi sang empunya Rasulullah yang Umar ibai justru memahamkan akan arti menangguhkan kesenangan duniawi.

Sang Nabi ingin mengajarkan bahwa ketika mengukur hidup ini hanya dengan timbangan duniawi, maka terlalu banyak kenyataan hidup yang akan menyesakkan dada.

Maka ukurlah dengan neraca iman. Dibutuhkan ketajaman iman, dan bukan semata kalkulasi duniawi agar kita selamat dunia dan akhirat.

Melihat bergelimang harta di depan mata bagi orang yang sedang berkesusahan lagi serba kesulitan adalah mimpi buruk di siang bolong.

Tetapi hidup tak boleh menyerah dan kalap karena keadaan. Selama iman masih dalam dada, selalu ada jalan keluar yang tak disangka.

Di saat seperti ini, yang kita butuhkan sebenarnya adalah manajemen menangguhkan kesenangan agar bisa bertahan dan produktif di jalan yang benar.

Puasa dengan imsak telah mengajarkan itu semua kepada kita. Dengan manajemen imsak kita akan terasa sehat jasmani dan rohani. Karena sungguh kebahagiaan sejati nanti di akhirat kelak.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;

Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd [57]: 20).[ind]

 

Tags: menangguhkan kesenangan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Irish Bella Tampil Kenakan Baju Adat Aceh saat Foto Keluarga

Next Post

Vaksin HPV Terbukti Efektif untuk Mencegah Kanker Serviks

Next Post
Vaksin HPV Terbukti Efektif untuk Mencegah Kanker Serviks

Vaksin HPV Terbukti Efektif untuk Mencegah Kanker Serviks

Gubernur Riau Angkat Rayyan Arkan Dikha jadi Duta Pariwisata

Gubernur Riau Angkat Rayyan Arkan Dikha jadi Duta Pariwisata

Wushu Indonesia Raih Dua Emas dan Dua Perunggu di Ajang 1st Wushu Taolu Asian Cup 2025

Wushu Indonesia Raih Dua Emas dan Dua Perunggu di Ajang 1st Wushu Taolu Asian Cup 2025

  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    200 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8542 shares
    Share 3417 Tweet 2136
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4378 shares
    Share 1751 Tweet 1095
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11382 shares
    Share 4553 Tweet 2846
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3844 shares
    Share 1538 Tweet 961
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga