DALAM sejarah awal dakwah Islam, peristiwa masuk Islamnya Umar bin Khattab memiliki makna strategis yang besar.
Kejadian ini berlangsung tidak lama setelah sebagian kaum Muslimin berhijrah ke Habasyah.
Pada saat itu, jumlah umat Islam masih terbatas, yaitu sekitar 40 laki-laki dan 11 perempuan.
Umar bin Khattab dikenal luas sebagai sosok yang tegas, berkepribadian kuat, serta disegani oleh masyarakat Quraisy.
Sebelum keislamannya, kaum Muslimin mengalami pembatasan dalam menjalankan ibadah, termasuk larangan dan gangguan ketika hendak shalat di Ka’bah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Proses masuk Islamnya Umar bermula ketika ia mendengar dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dari Surah Thaha yang berada di tangan adiknya, Fatimah.
Ayat-ayat tersebut memberikan kesan mendalam dan mendorong perubahan sikap Umar.
Peristiwa ini kemudian diikuti dengan pertemuannya dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di mana ia menyatakan keislamannya secara langsung.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa sebelumnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berdoa agar Islam dikuatkan melalui salah satu dari dua tokoh Quraisy yang berpengaruh, yaitu Umar bin Khattab atau Abu Jahl.
Kisah Pemilihan Dua Umar dalam Fase Awal Dakwah Islam
Dikutip dari buku Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah karya Imron Fauzi, masuk Islamnya Umar membawa dampak signifikan bagi perkembangan dakwah di Mekkah.
Kaum Muslimin mulai berani menunaikan ibadah secara terbuka, termasuk melaksanakan shalat di Ka’bah.
Aktivitas dakwah, pendidikan, dan peribadatan tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Keberanian dan kewibawaan Umar menciptakan rasa aman yang lebih besar bagi komunitas Muslim saat itu.
Baca juga: Pentingnya Pembinaan Menurut Umar bin Khattab
Pengaruh Umar juga terlihat ketika peristiwa hijrah ke Madinah. Berbeda dengan kebanyakan sahabat yang berhijrah secara diam-diam, Umar melakukannya secara terbuka tanpa mendapat perlawanan.
Kisah ini menunjukkan bahwa kehadiran Umar bin Khattab memberikan penguatan moral dan sosial bagi umat Islam.
Dari sudut pandang strategis, peristiwa ini mencerminkan bagaimana dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mempertimbangkan karakter dan potensi individu dalam memperkuat posisi umat Islam pada masa awal perkembangannya.[Sdz]





