ADA kalanya masalah dalam hidup terasa begitu berat. Kita sudah mencoba berbagai cara untuk menyelesaikannya, tetapi keadaan justru semakin rumit. Dalam kondisi seperti ini, tanpa sadar kita mungkin terlalu sibuk mencari jalan keluar dengan kemampuan sendiri sampai lupa kepada siapa seharusnya kita meminta pertolongan.
Bukan berarti setiap masalah yang datang merupakan hukuman atau tanda bahwa Allah tidak menyayangi kita. Hidup memang berisi ujian, kesalahan, kegagalan, dan berbagai keadaan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Namun, ada kalanya masalah menjadi semakin besar karena kita sendiri mengambil keputusan yang keliru, bertindak tanpa pertimbangan, atau terlalu yakin bahwa semuanya bisa diselesaikan sendirian.
Baca Juga: 7 Ide Finger Food untuk Bayi 7 Bulan ke Atas yang Mudah Dibuat
Ketika Kita Hancur Karena Terlalu Mengandalkan Diri Sendiri
Inilah pentingnya melakukan evaluasi diri.
Ketika menghadapi masalah, kita sering lebih mudah menyalahkan keadaan. Kita menyalahkan orang lain, lingkungan, pekerjaan, pasangan, bahkan keadaan yang dianggap tidak berpihak kepada kita. Padahal, mungkin ada bagian dari masalah tersebut yang muncul karena kesalahan kita sendiri.
Bisa jadi kita terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Bisa juga karena mengabaikan nasihat orang lain, tidak mau mengakui kesalahan, atau merasa memiliki kemampuan untuk menghadapi semuanya tanpa membutuhkan bantuan siapa pun.
Sikap terlalu mengandalkan diri sendiri juga dapat membuat seseorang lupa berdoa. Padahal, manusia memiliki keterbatasan. Ada hal-hal yang bisa direncanakan, tetapi hasil akhirnya tetap berada di luar kendali kita.
Karena itu, ketika hidup mulai terasa berantakan, mungkin ini saat yang tepat untuk berhenti sejenak. Bukan hanya bertanya, “Mengapa masalah ini terjadi kepada saya?”, tetapi juga mencoba bertanya, “Apa yang perlu saya perbaiki dari diri saya?”
Evaluasi diri bukan berarti terus menyalahkan diri sendiri. Justru, muhasabah dapat menjadi cara untuk belajar dari kesalahan tanpa terus terjebak di dalamnya. Kita bisa mengakui bahwa pernah salah, kemudian memperbaiki langkah berikutnya.
Begitu pula dengan doa. Berdoa bukan berarti kita pasif dan hanya menunggu pertolongan datang. Setelah berusaha, kita menyerahkan hasil kepada Allah dan menyadari bahwa kemampuan manusia tetap memiliki batas.
Ada masalah yang memang membutuhkan usaha lebih keras. Ada pula keadaan yang mengharuskan kita meminta bantuan orang lain. Tidak semua hal harus dipikul seorang diri.
Pada akhirnya, pesan dari postingan tersebut mengajak kita untuk lebih jujur melihat diri sendiri. Jangan sampai kesibukan mencari siapa yang salah membuat kita lupa memeriksa kesalahan yang mungkin ada dalam diri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika sedang berada dalam masalah, berhentilah sejenak. Evaluasi diri, perbaiki kesalahan, kembali mendekat kepada Allah, dan jangan ragu memohon pertolongan-Nya. Sebab, terkadang yang paling kita butuhkan bukan sekadar jalan keluar dari masalah, melainkan hati yang kembali menyadari bahwa kita tidak pernah benar-benar mampu menjalani semuanya sendirian. [DW]
Sumber: Ustadz Nuzul Dzkiri





