• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ketika Doa Terus Terucap, Tetapi Hati Belum Benar-Benar Berserah

25/07/2026
in Khazanah
Ketika Doa Terus Terucap, Tetapi Hati Belum Benar-Benar Berserah

Sumber: Pixabay

70
SHARES
542
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TIDAK sedikit orang yang tetap menjaga ibadah di tengah beratnya ujian hidup. Bibir mereka tak pernah lelah memanjatkan doa. Sujud masih dilakukan setiap hari, bahkan air mata sering mengiringi setiap permohonan kepada Allah. Namun, ada satu hal yang terkadang luput disadari, yaitu hati yang masih sibuk menggugat takdir.

Sering kali kita berkata, “Ya Allah, sembuhkanlah aku,” atau “Ya Allah, mudahkan urusanku.” Akan tetapi, di dalam hati masih tersimpan pertanyaan, “Mengapa harus aku?”, “Mengapa doaku belum dikabulkan?”, atau “Mengapa hidup orang lain terlihat lebih mudah?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini perlahan menunjukkan bahwa jiwa belum sepenuhnya berserah kepada Allah.

Berserah bukan berarti berhenti berusaha. Tawakal bukan pula berarti pasrah tanpa ikhtiar. Islam justru mengajarkan agar seorang hamba melakukan usaha terbaik, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang tenang. Ketika seseorang masih terus memprotes setiap ketetapan Allah, maka yang lelah bukan hanya tubuhnya, tetapi juga hatinya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Air di Semarang yang Menarik untuk Dikunjungi Saat Liburan

Ketika Doa Terus Terucap, Tetapi Hati Belum Benar-Benar Berserah

Dalam kehidupan sehari-hari, rasa kecewa yang terus dipelihara dapat berubah menjadi beban batin. Kita mungkin tetap menjalankan salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir, tetapi pikiran terus dipenuhi kegelisahan. Akibatnya, ibadah hanya menjadi rutinitas fisik, sementara hati belum benar-benar merasakan ketenangan yang dijanjikan Allah.

Tidak jarang pula seseorang mencari pelarian untuk menenangkan dirinya. Ada yang melampiaskan kesedihan dengan makan berlebihan, begadang hingga larut malam, atau terus memenuhi pikirannya dengan berbagai kekhawatiran. Padahal, akar persoalannya bukan sekadar masalah yang dihadapi, melainkan hati yang belum rela menerima bahwa Allah selalu memiliki rencana terbaik.

Allah tidak pernah meminta hamba-Nya memahami seluruh rahasia takdir. Yang Allah minta adalah kepercayaan. Seorang mukmin percaya bahwa apa yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah, meskipun belum mampu ia pahami saat ini. Keyakinan inilah yang perlahan melahirkan ketenangan.

Berserah juga berarti menerima bahwa waktu Allah tidak selalu sama dengan keinginan manusia. Ada doa yang dikabulkan dengan segera, ada yang ditunda, bahkan ada yang diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Semua itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Ketika hati mulai belajar menerima, kita akan melihat masalah dengan sudut pandang yang berbeda. Ujian bukan lagi dianggap sebagai hukuman, tetapi sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah. Penantian bukan lagi sesuatu yang menyiksa, melainkan proses yang menguatkan keimanan.

Oleh karena itu, jika hari ini doa masih terus terucap, jangan lupa memeriksa keadaan hati. Apakah kita benar-benar telah ridha terhadap keputusan Allah? Apakah kita sudah mempercayakan seluruh urusan kepada-Nya, atau masih sibuk mengatur bagaimana Allah seharusnya menjawab doa kita?

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang tidak hanya rajin berdoa, tetapi juga memiliki hati yang lapang dalam menerima setiap ketetapan-Nya. Sebab, ketenangan sejati lahir ketika doa, sujud, dan hati berjalan dalam arah yang sama, yaitu penuh keyakinan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada Allah SWT. [DW]

Sumber: Instagram dr Zaidul Akbar

Tags: Ketika Doa Terus Terucap Tetapi Hati Belum Benar-Benar Berserah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenali Apa Itu Child Grooming, Tahapan Terjadinya hingga Dampak Bagi Anak

Next Post

Doa Rasulullah untuk Hati yang Terhimpit dan Jiwa yang Sedang Berjuang

Next Post
Doa Rasulullah untuk Hati yang Terhimpit dan Jiwa yang Sedang Berjuang

Doa Rasulullah untuk Hati yang Terhimpit dan Jiwa yang Sedang Berjuang

Mau Nikah tapi Calon Suami Ingin Jadi Mualaf Dulu

Hukum Menghadiri Undangan Pernikahan Non Muslim

Wardah Colour Circuit Hadirkan Immersive Beauty Experience Berbasis Colour Precision System Untuk Menemukan Penampilan Terbaik yang Autentik

Wardah Colour Circuit Hadirkan Immersive Beauty Experience Berbasis Colour Precision System Untuk Menemukan Penampilan Terbaik yang Autentik

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga