PADA masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, pendidikan Islam belum diselenggarakan dalam bentuk lembaga formal seperti yang dikenal saat ini.
Namun demikian, telah terdapat beberapa institusi pendidikan nonformal yang berperan penting dalam membentuk masyarakat Muslim awal.
Lembaga-lembaga tersebut menjadi pusat pembelajaran agama, pembinaan akhlak, serta pengembangan intelektual umat Islam.
Dikutip dari buku Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah karya Imron Fauzi, lembaga pendidikan Islam pertama adalah Dar al-Arqam, yang berlokasi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam di Makkah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tempat ini digunakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengajarkan wahyu yang diterima kepada para sahabat secara sembunyi-sembunyi pada masa awal dakwah.
Di Dar al-Arqam, para sahabat diajarkan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam.
Selain itu, tempat ini juga berfungsi sebagai pusat pertemuan dan pembinaan spiritual kaum Muslimin.
Setelah hijrah ke Madinah, masjid menjadi pusat utama pendidikan Islam. Masjid Nabawi, Masjid Quba’, dan masjid-masjid lainnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengajaran, diskusi, penyelesaian masalah sosial, dan penyebaran ilmu.
Ketahui Lembaga Pendidikan pada Masa Rasulullah
Sistem pembelajaran yang diterapkan berbentuk halaqah, yaitu pengajaran dalam lingkaran diskusi yang memungkinkan terjadinya dialog antara guru dan peserta didik.
Selain masjid, terdapat pula lembaga al-Suffah, yaitu bagian dari Masjid Nabawi yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pendidikan bagi para sahabat yang kurang mampu.
Para penghuni suffah, yang dikenal sebagai ahl al-suffah, mendapatkan pendidikan langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kemudian berperan dalam menyebarkan ilmu ke berbagai wilayah.
Baca juga: Kisah Pemilihan Dua Umar dalam Fase Awal Dakwah Islam
Lembaga pendidikan lainnya adalah al-Kuttab, yang berfokus pada pengajaran membaca dan menulis.
Awalnya, al-Kuttab hanya mengajarkan literasi dasar, namun seiring perkembangan Islam, pengajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an juga dimasukkan ke dalam kurikulum.
Lembaga ini dapat dianggap sebagai pendidikan dasar dalam sistem pendidikan Islam awal.
Secara keseluruhan, sistem pendidikan pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menekankan pembentukan akhlak, ketakwaan, dan pengamalan ilmu, sehingga melahirkan generasi sahabat yang dikenal sebagai generasi terbaik dalam sejarah Islam.[Sdz]





