• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 15 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kenapa Ujianku Begitu Berat

10/11/2025
in Khazanah
Tiga Hal Penghancur Kehidupan dalam Hadis Rasulullah

ilustrasi: depositphotos

143
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KENAPA ujianku begitu berat? Mungkin kita pernah bertanya seperti itu di dalam perjalanan hidup kita. Randy Insyaha, Penggiat dan Motivator Parenting dari Rumah Pintar Aisha membahas mengenai masalah ini.

Jika Allah memberi ujian kepada seorang hamba, pastinya Allah sudah mengukur hamba-Nya pasti mampu melewati ujian tersebut. Allah sudah takar saat memberi ujian, bahwa hamba-Nya pasti lulus dari ujian tersebut.

Jadi, saat Allah memberi ujian kepada kita, pertama yakinlah kita pasti bisa melewatinya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” QS. Al Baqarah: 286)

Lalu, kenapa kita merasa ujian kita itu terasa berat, kita merasa kita tidak akan kuat menerima ujian tersebut. Itu karena kita berpikirnya terlalu berat.

Kita banyak berpikir yang enggak-enggak, banyak berpikir yang aneh-aneh, banyak memunculkan pikiran untuk menakuti diri sendiri padahal semua apa yang kita pikirkan itu banyak yang tidak terjadi.

Diri kita yang over thinking-lah yang sebenarnya membuat ujian yang sebenarnya mudah menjadi sulit, yang sebenarnya sederhana menjadi tambah berat. Diri kita sendiri yang membuat ujian kita itu tambah besar.

Jadi saat mendapatkan ujian, jangan banyak berpikir, jangan terus-terusan berpikir kenapa harus saya yang menerima ujian ini, kenapa saya begini, kenapa saya yang harus mengalaminya.

baca juga: Teguran dan Ujian Hati

Kenapa Ujianku Begitu Berat

Ujian terasa berat saat kita terus-menerus berpikir kenapa harus saya. Saat diuji jangan banyak berpikir. Ubah dari yang awalnya kenapa harus saya menjadi bagaimana solusinya.

Jadi ajak diri kita untuk banyak berpikir bagaimana solusinya.

Sobat, saat kamu diuji, jangan banyak dipikirin tapi banyak berdoa, banyak berikhtiar langit agar Allah segera memberi solusi dari masalah kita.

Bergantunglah kepada Allah atas semua masalah yang sedang kita hadapi. Ada banyak amalan yang Allah perintahkan saat kita sedang diuji misalnya banyak berdoa, banyak bersedekah, banyak beristighfar.

Di saat kita dekat dengan Allah, maka Allah akan memberi pertolongan kepada diri kita. Allah akan memberi solusinya. Allah akan memberikan. Keajaiban.

Jadi saat diuji kiatnya adalah jangan banyak dipikirin, berpikirnya difokuskan untuk mencari solusi.

Lalu banyak berdoa, banyak melakukan amalan langit agar Allah segera menolong diri kita dan terakhir melakukan apa yang tadi kita pikirkan untuk mencari solusi.

Selain ikhtiar langit, kita juga harus melakukan ikhtiar bumi.

Sobat, yakinlah Allah menguji hamba-Nya pasti hamba-Nya mampu melewatinya.

Jika kita dekat dengan Allah dan melakukan amalan khusus penolak bala maka yakinlah ujungnya kita akan sampai melewati ujian itu.

“Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa taala mencintai suatu kaum, maka Dia mengujinya. Barang siapa ridha terhadap ujian-Nya, maka dia memperoleh ridha-Nya dan barang siapa tidak suka, maka mendapat murka-Nya.” (H.R. Tirmidzi).[ind]

 

Tags: Kenapa Ujianku Begitu Berat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Simak Daftar Masjid Indonesia di Jepang

Next Post

Resep Herbal untuk Detoks Usus dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR)

Next Post
Resep Herbal untuk Detoks Usus dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR)

Resep Herbal untuk Detoks Usus dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR)

Ketika Kereta tanpa Kuda

Ketika Kereta tanpa Kuda

Pentingnya Mandatory Spending yang Dihapus dari UU Kesehatan

Hukum Menabung Emas

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8407 shares
    Share 3363 Tweet 2102
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11334 shares
    Share 4534 Tweet 2834
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5118 shares
    Share 2047 Tweet 1280
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2127 shares
    Share 851 Tweet 532
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3790 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Ular dan Penampakan Jin

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Wardah Lip Paddock Sajikan Dunia Motorsport dan Beauty

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4598 shares
    Share 1839 Tweet 1150
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga