• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 6 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Karena Jihad, Indonesia Jaya Melawan Penjajah

23/07/2021
in Khazanah
Karena Jihad, Indonesia Jaya Melawan Penjajah

Foto: Pixabay

82
SHARES
631
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Karena Jihad, Indonesia Jaya Melawan Penjajah Oleh : Andre Rahmatullah (Humas LAZNAS BMH Jawa Timur & Anggota PENA Jawa   Timur)

ChanelMuslim.com – Menjalankan adab adalah hal penting dalam ajaran islam.penting. Terutama adab terhadap para ulama. Sebab, dengannya akan banyak memunculkan keberkahan dan hal kebaikan.

Jika adab dijalankan, maka akan muncul keberkahan, sebagaimana keberkahan dari kitab-kitab para ulama yang sampai saat ini masih terus dinikmati umat Islam di dunia, karena ditulis dengan adab yang tinggi.

Selain itu, kemerdekaan datang dari hasil perjuangan umat Islam dan ulama. Contoh hasil pengaruh ulama dalam kemerdekaan. Misalnya Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 Oktober 1945 mengeluarkan Resolusi Jihad merupakan seruan atau fatwa yang dikeluarkan NU dan ditulis oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari.

Baca Juga: Kesertaan Muslimah dalam Jihad Islam

Karena Jihad, Indonesia Jaya Melawan Penjajah

Menurutnya isi Resolusi Jihad yang ditulis KH Hasyim Asyari adalah “Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum Agama Islam, termasuk sebagai satu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam”.

Sebelum ada seruan ini, pada abad ke 18 telah terbit kitab jihad yang menjadi inspirasi gerakan jihad di Nusantara dalam melawan penjajah. Kitab tersebut ditulis oleh Syeikh Abdu Somad al-Palimbani seorang ulama dari Palembang, yang menulis buku Nasihat al-Muslimin wa Tazkirawat al-Mukminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah. Tidak hanya menulis kitab, beliau juga mengirimkan surat pada raja-raja Mataram untuk terus berjihad melawan penjajah.

Mirisnya di buku-buku pelajaran sekolah anak-anak Indonesia saat ini yang diceritakan justru kegagalannya. Dan penting kita bersama memahami sejarah. Terkait masalah adab dan menghargai tokoh, contoh peristiwa yang terjadi pada kalangan Kristen baru-baru ini dimana pemerintah memberikan penghargaan kepada tokoh Katolik Romo Fransiscukus van Lith (meninggal tahun 1926 pada umur 62 tahun).

Romo Van Lith yang dikenal sebagai Imam Yesuit yang meletakkan dasar Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Pada 14 Desember 1904 Romo Van Lith membaptis 171 orang desa dari daerah Kalibawang di Sendangsono, Kulon Progo. Ke-171 orang tersebut adalah pribumi pertama yang memeluk Katolik.

Bahkan, salah satu muridnya Albertus Setyo Pranoto, salah seorang cucu seorang kiai di Yogyakarta. Dia sekolah di SMA Van Lith, tentu Van Lith sangat diakui sebagai tokoh yang berhasil menjebol pertahanan Islam di Jawa. Selain itu, ketika Muhammadiyah berdiri tahun 1912, KH Ahmad Dahlan sangat tegas menghadapi arus Kristenisasi di Indonesia yang ditopang oleh kebijakan penjajah Belanda. Karena Dr. Alwi Shihab dalam bukunya pernah mengutarakan bahwa Muhammadiyah didirikan diantaranya karena membendung arus Kristenisasi.

Banyaknya pondok pesantren di Indonesia; 1907 (Tebuireng), 1910 (Situbondo) dan Bukit Tinggi, membuat Belanda melakukan pendekatan berbeda mempengaruhi Pribumi.

Romo Van Lith, misalnya, menggunakan pendekatan pendidikan dalam misi Kristennya.Tapi entah bagaimana pertimbangannya tiba-tiba Van Lith diakui sebagai tokoh budaya. Padahal ia menolak penggunaan Bahasa Melayu karena dianggap Bahasa Islam. Dan sekarang pemerintah kita mencatatnya sebagai Pahlawan Nasional yang mana ajaran yang dilakukannya merupakan ajaran kaum misionaris. Bagi kaum Katolik tentu ini adalah sebuah prestasi yang besar.

Inilah contoh betapa umat Katolik ini sangat menghargai tokoh atau pemuka agamanya. Dan sekarang kalau kita refleksikan dengan keadaan kita apakah sekolah-sekolah kita. Apakah kita mengenalkan kepada anak-anak kita tentang siapa sih KH Ahmad Dahlan? Siapa KH.Abdullah Syafii yang dikenal sebagai Singa Betawi? Tapi sedikit anak kita yang kenal.

Pada Tafsir al Azhar, Buya HAMKA yang pernah mengatakan, salah satu cara misionaris dan orientalis merusak Islam adalah dengan pengajaran sejarah. Karenanya jangan heran bangsa kita dididik untuk lebih mencintai Gajah Mada daripada Raden Fatah.

Raja Demak, Kerajaan Islam pertama, memimpin sendiri ekspedisi jihad ke Malaka menyerang tentara Portugis dengan mengirimkan 275 kapal perang.Tapi yang ironi, yang kita dapati di Negara kita saat ini, mayoritas pemeluk Islam tetapi di banyak tempat yang banyak dijumpai adalah berhala (patung). Dan Inilah pentingnya sejak dini anak ditunjukkan pada sejarah yang benar, dididik agama yang benar. (Mh/ira/foto: omediapc.com)

Tags: Indonesia Jaya Melawan PenjajahKarena Jihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pastikan Kebutuhan Warga Jakarta Halal, Tiga Lembaga Bersinergi

Next Post

Keren, Dosen STAI Pekalongan Buat Aplikasi Hadist Pelestarian Alam

Next Post

Keren, Dosen STAI Pekalongan Buat Aplikasi Hadist Pelestarian Alam

Krisna Funtastic Land, Wahana Liburan Keluarga di Singaraja Bali

Resep Blayag Bali Ala Chef Rudy 

Resep Blayag Bali Ala Chef Rudy 

  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    269 shares
    Share 108 Tweet 67
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9261 shares
    Share 3704 Tweet 2315
  • Inilah 5 Tempat Wisata yang Berdekatan dengan Stasiun Bandung

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    788 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4193 shares
    Share 1677 Tweet 1048
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4778 shares
    Share 1911 Tweet 1195
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11735 shares
    Share 4694 Tweet 2934
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga