• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 27 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Jejak Muslim di Tanah Matahari Terbit

14/12/2021
in Khazanah
Jejak Muslim di Tanah Matahari Terbit

Foto: Pixabay

90
SHARES
694
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Jejak Muslim di Tanah Matahari Terbit

Orang Jepang pertama kali mengetahui Islam pada 1877 M sebagai bagian dari pemikiran keagamaan Barat. Kontak penting lainnya terjadi pada 1890 M ketika Turki Ottoman mengirimkan sebuah kapal angkatan laut ke Jepang dengan tujuan memulai hubungan diplomatik serta memperkenalkan Muslim kepada orang Jepang. Kapal angkatan laut yang disebut Ertugrul itu terbalik. Sebanyak 540 orang dari 609 penumpangnya tenggelam dalam perjalanan kembali ke rumah.

Muslim Jepang pertama yang pernah dikenal adalah Mitsutaro Takaoka yang masuk Islam pada 1909. Setelah berhaji ia mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka. Muslim kedua adalah Bumpachiro Ariga yang sekitar waktu yang sama pergi ke India untuk berdagang dan masuk Islam di bawah pengaruh Muslim lokal. Ia kemudian berganti nama menjadi Ahmad Ariga.

Baca Juga: Jadi Pahlawan Lingkungan, Ikuti Jejak Para Inisiator Aksi Iklim dari Indonesia Ini

Jejak Muslim di Tanah Matahari Terbit

Studi terbaru mengungkapkan, Torajiro Yamada kemungkinan adalah Muslim pertama Jepang. Ia mengunjungi Turki untuk menyampaikan simpati atas musibah Erthugul. Ia masuk Islam di sana dan berganti nama menjadi Abdul Khalil.

Kemungkinan ia juga telah berhaji. Kehidupan komunitas Muslim yang sebenarnya dimulai setelah kedatangan ratusan pengungsi Muslim dari Turkoman, Uzbekistan, Tajik, Kirgiz, dan Kazakh dari Asia Tengah dan Rusia saat Revolusi Bolshevik selama Perang Dunia I.

Mereka membentuk komunitas kecil di beberapa kota utama di Jepang. Sejumlah orang Jepang memeluk Islam melalui kontak dengan Muslim ini. Dengan terbentuknya komunitas-komunitas kecil Muslim beberapa masjid telah dibangun.

Masjid yang paling penting adalah Masjid Kobe yang dibangun pada 1935 (yang merupakan satu-satunya masjid yang tersisa di Jepang saat ini) dan Masjid Tokyo yang dibangun pada 1938.

Sangat sedikit Muslim Jepang yang berpartisipasi dalam pembangunan Masjid tersebut. Masjid itu juga tidak memiliki imam dari Jepang.

Selama Perang Dunia II, terjadi Islamic Boom atau munculnya kesadaran mengenai Islam melalui organisasi dan riset terhadap Islam dan dunia Muslim yang dilakukan pemerintah militer.

Selama periode ini, lebih dari 100 buku dan jurnal tentang Islam telah diterbitkan. Namun, pusat penelitian tidak dijalankan oleh Muslim. Organisasi ini juga tidak memiliki kepentingan menyebarkan agama Islam. Tujuannya agar militer lebih siap dengan pengetahuan yang diperlukan tentang Islam dan Muslim karena ada komunitas Muslim besar di daerah jajahan di Cina dan Asia Tenggara.

Organisasi ini menghilang seiring dengan berakhirnya perang pada 1945. Islamic Boom muncul kembali setelah 1973 ketika media massa Jepang memberikan publisitas besar pada dunia Muslim secara umum dan dunia Arab khususnya, setelah menyadari pentingnya negara-negara tersebut bagi ekonomi Jepang.

Dengan publisitas ini banyak orang Jepang yang tidak tahu tentang Islam mendapat kesempatan melihat tata cara berhaji di Makkah, mendengar panggilan azan dan bacaan Alquran. Selama periode tersebut, puluhan ribu orang Jepang dikabarkan menjadi mualaf.

Hanya sedikit orang yang bisa mengajarkan Islam dalam bahasa Jepang. Sejarah dakwah di Jepang selama 40 tahun terakhir merupakan usaha yang dihasilkan oleh Muslim dari negara di luar Jepang. Bangsa Turki menjadi komunitas Muslim terbesar di Negeri Sakura itu.

Suasana Ramadhan

Hal inilah yang bakal dirindukan saat menjalani ibadah selama Ramadan di luar negeri, terlebih lagi di Jepang. Berbaur dengan banyak orang yang semakin homogen, kita tidak akan mudah mendapati muslim dan muslimah lain semudah di tanah air.

Ramadhan di Jepang, kita tidak akan mendapati suasana seperti yang ada di tanah air. Tidak ada teriakan “Sahur, sahur!” diikuti dengan suara speaker masjid yang menggema jadi alarm yang membangunkan umat muslim untuk menyegerakan sahur.

Menjelang berbuka pun tidak akan ada bazaar takjil atau ngabuburit.

Dengan mayoritas penduduknya yang berkeyakinan Shinto dan Buddha, Islam menjadi minoritas di Jepang. Menariknya dengan toleransi yang sangat tinggi baik dari dari institusi negara maupun penduduknya Jepang sendiri, masyarakat Jepang sangat menghargai dan memberikan kebebasan untuk menjalankan puasa Ramadan bagi setiap muslim.

Hanya sedikit hambatan yang biasanya dihadapi dalam menjalankan puasa di Jepang. Terutama soal musim, kondisi cuaca, dan lingkungan yang nuansanya sangat berbeda dengan di Indonesia. Ini yang menjadi tantangan saat menjalankan ibadah Ramadan di Jepang.

Berbeda dengan Indonesia, Jepang adalah negara empat musim. Pada musim dingin, siang lebih pendek dibandingkan malam. Ini kebalikan dari musim panas. Pada 2020 ini, Ramadan jatuh pada peralihan dari musim semi ke musim panas.

Cuaca tidak terlalu lembap dan terbilang masih sejuk. Dengan suhu rata-rata 20 derajat Celcius, kamu masih bisa bertahan menahan lapar dan dahaga selama 16 jam. Durasinya lebih panjang daripada di Indonesia. Kamu harus sudah sahur sebelum subuh yang jatuh pada pukul 2:30 dan berbuka pada 19:00 waktu setempat. [My/republika.co.id]

Tags: Jejak Muslim di Tanah Matahari Terbit
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

PermataBank Salurkan Zakat ke BAZNAS

Next Post

Berbuka Istimewa dengan Nasi Rempah Kambing ala Sukmawati

Next Post

Berbuka Istimewa dengan Nasi Rempah Kambing ala Sukmawati

Gagal Gelar Show Tahunan, Desainer Rahma Ika Sulap Bahan Kain jadi Ribuan Masker Cantik

Istimewanya Orang-Orang dengan Sifat Rendah Hati

Istimewanya Orang-Orang dengan Sifat Rendah Hati

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Nama itu Doa untuk Anak

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Pekan Halal Indonesia 2026 Digelar Bersamaan dengan Sejumlah Pameran Industri Halal

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1957 shares
    Share 783 Tweet 489
  • Islamic Relief Indonesia Distribusi Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Manggarai

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Adwil Yusuf, Bahan Dasar Tekstil Alam Lebih Mudah Dipadankan dengan Produk Halal

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    299 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga