• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 6 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Horor di Film, Horor di Politik

03/07/2022
in Khazanah
Heboh ‘Permen Jahat’

Ilustrasi, foto: rctiplus.com

92
SHARES
710
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HOROR adalah sesuatu yang menakutkan. Dan, film menjadi salah visualisasi horor yang bukan sekadar menakutkan. Tapi juga mengasyikkan. Begitu pun politik.

Film horor itu unik. Daya tariknya bukan pada hiburannya. Tapi pada kreasi ketakutannya. Semakin ketakutan cocok dengan penonton, semakin tinggi nilai ‘hiburannya’.

Lalu, apa hubungannya dengan politik? Ada sebuah keterkaitan antara masyarakat yang suka film horor dengan keadaan politik masyarakatnya.

Sebagai contoh, film horor maju pesat di masyarakat dengan tingkat kecerdasan politiknya belum memadai. Sebaliknya, film horor nyaris tidak laku di masyarakat dengan tingkat politiknya tinggi.

Di mana film-film horor masih sangat laku? Faktanya, ada di negara-negara berkembang. Sementara di negara maju seperti Amerika dan Eropa, film horor kurang menjadi pilihan.

Ada sejumlah hubungan antara film horor dengan keadaan politik sebuah masyarakat.

Satu, film horor tak perlu logika atau nalar sehat. Yang penting bisa membuat orang takut, itu sudah sangat memadai.

Begitu pun dengan keadaan politiknya. Masyarakat merasa tidak perlu dengan nalar dan logika kenapa tokoh politik atau kebijakannya dipilih dalam pemilu.

Yang penting, kampanyenya sesuai dengan keinginan dan kesenangan mereka. Itulah kenapa dangdutan atau arena musik menjadi menu utama dalam panggung kampanye. Sementara orasi politik tak begitu diperhatikan.

Dua, film horor tetap menjadi pilihan meskipun isinya bohong.

Kalau ditanya, siapa sih dari sekian ratusan juta orang yang hobi nonton film horor pernah melihat setan. Mungkin jawabannya akan sangat minim.

Karena kenyataannya, boleh jadi tak seorang pun yang pernah melihat setan. Jangankan melihat, mendengar suara setan bersuara saja nggak pernah.

Begitu pun dalam politiknya. Orang tak peduli seberapa banyak ia dibohongi oleh para politisi, yang penting cocok dengan hatinya.

Di masyarakat yang mayoritas muslim, bahkan sudah menjadi maklum: kalau para politisi sudah mulai tampil ‘alim’, maka itu tandanya pemilu sudah dekat.

Tiga, film horor begitu disukai meskipun harus bayar tiket dan antri pula.

Jangan anggap enteng pengorbanan orang yang hobi nonton film horor. Selain harus menyiapkan rasa takut yang lumayan, penonton lebih suka nonton di bioskop dengan bayar dan antrian panjang.

Artinya, mereka tidak peduli dengan pengorbanan yang harus ditebus. Karena justru di situlah adanya kenikmatan yang susah dilogikakan.

Begitu pun dalam politik. Meskipun harus dengan pengorbanan besar, bahkan nyawa sekali pun, orang begitu siap memperjuangkan politisinya.

Jadi, jangan anggap enteng menghina politisi terkemuka meskipun bobroknya begitu terlihat. Hal ini karena begitu banyak fansnya yang akan marah dan siap berkorban untuk membela.

Kalau masyarakat masih banyak yang hobi dengan film horor, itu pertanda kemakmuran untuk politisi abal-abal yang cakep di panggung tapi bobrok di amal nyata. [Mh]

 

 

 

Tags: Horor di FilmHoror di Politik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Rumah itu Ada di Hati

Next Post

7 Langkah Mudah Meningkatkan Imun Tubuh

Next Post
7 Langkah Mudah Meningkatkan Imun Tubuh

7 Langkah Mudah Meningkatkan Imun Tubuh

Doa di akhir majelis

Rasulullah Selalu Membaca Doa ini di Akhir Majelis

Kisah pemuda ingin berzina

Kisah Pemuda yang Ingin Berzina

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8330 shares
    Share 3332 Tweet 2083
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3753 shares
    Share 1501 Tweet 938
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4578 shares
    Share 1831 Tweet 1145
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11311 shares
    Share 4524 Tweet 2828
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3337 shares
    Share 1335 Tweet 834
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5370 shares
    Share 2148 Tweet 1343
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5347 shares
    Share 2139 Tweet 1337
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga